Jumat, 16 Maret 2018

Beberapa ratus Lulusan SMK dari Jawa timur Bekerja di Jepang


sejumlah 380 siswa lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) bekerja dengan status magang di Jepang. Negara dengan julukan Matahari Terbit ini begitu meminati tenaga-tenaga lulusan SMK dari Jawa Timur.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi serta Kependudukan (Disnakertransduk) Propinsi Jawa Timur Sukardo menyebutkan, jumlah lulusan SMK dari Jawa timur paling banyak di banding propinsi beda yang magang di Jepang. Hal semacam ini tunjukkan kalau skill siswa lulusan SMK di Jawa timur tambah baik.
Sukardo menerangkan, sepanjang tiga th. paling akhir beberapa lulusan SMK sudah terseleksi bekerja di bidang Industri, manufaktur, serta bidang yang lain di Jepang. Cara barusan selalu berlanjut. Th. ini telah masuk th. ke-2 untuk pengiriman lulusan SMK dari Jawa Timur ke Jepang.

" Baru saja ini sistem seleksi serta rekrutmen juga sudah menyeleksi sekira 300 siswa lulusan SMK. Sejumlah 60 siswa dinyatakan layak untuk setelah itu juga akan ikuti seleksi step akhir yang juga akan dikerjakan segera oleh pemberi kerja yakni perusahaan asal Jepang, " tuturnya.

Sukardo meneruskan, terkecuali program magang di Jepang, Disnakertransduk Jawa timur juga menggandeng beberapa puluh perusahaan untuk menyerap beberapa siswa lulusan SMK. Berdasar pada catatan yang ada tiap-tiap th. jumlah lulusan SMA serta SMK di Jawa Timur menjangkau 480 ribu siswa dengan dengan jumlah yang meneruskan kuliah cuma 190 ribu atau cuma 40 %.

Mereka yg tidak meneruskan kuliah ditawari untuk masuk ke Balai Latihan Kerja (BLK). " Umumnya meraka yg tidak meneruskan kuliah kami tawari untuk turut kursus kerja di BLK-BLK yang kami punyai, " tuturnya.

Di BLK itu, lanjutnya, juga akan ikuti kursus sepanjang 40 hari atau 320 jam. Sesudah usai juga akan memperoleh sertifikat. Dengan sertifikat itu juga akan memudahkan untuk memperoleh pekerjaan dengan beberapa perusahaan yang sudah bekerja bersama dengan Disnakertransduk Jawa timur
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar