Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Tampilkan postingan dengan label Info Terbaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Terbaru. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 November 2017

Tahun Ini Hari Guru Nasional Libatkan Seribu Guru

Tahun Ini Hari Guru Nasional Libatkan Seribu Guru
Menyongsong peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2017, Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan (Kemendikbud) juga akan mengadakan rangkaian acara “Pekan Kreatifitas serta Animo Guru serta Tenaga Kependidikan. ” 

Aktivitas itu gagasannya di hadiri seribu guru serta tenaga kependidikan dari semua Indonesia. 

Minggu Kreatifitas serta Animo Guru serta Tenaga Kependidikan berjalan 23 sampai 26 November 2017. Aktivitas ini adalah wahana untuk menuangkan inspirasi, ide, serta mencari jalan keluar atas gosip atau persoalan strategis pendidikan. 

Proses rangkaian aktivitas dibagi pada sebagian tempat serta pembukaan gagasannya dikerjakan ditempat semasing direktorat. 

Aktivitas Hari Guru salah satunya, Simposium Nasional Kepala Sekolah serta Pengawas Sekolah 2017, beragam lomba untuk guru serta tenaga kependidikan, pameran beberapa produk pendidikan serta kebudayaan. 

Pameran itu juga akan dibarengi oleh semua unit paling utama serta partner kerja Kemendikbud. Pameran berjalan sepanjang dua hari, yakni pada 24- 25 November 2017 di Plaza Insan Berprestasi, Gedung Ki Hajar Dewantara, Kantor Kemendikbud. 

Beberapa siswa juga dilibatkan pada peringatan Hari Guru Nasional th. ini. Gagasannya, siswa-siswa SMK juga akan menghadirkan karya terbaiknya waktu panggung hiburan. 

Semua rangkaian Minggu Kreatifitas serta Animo Guru serta Tenaga Kependidikan berlanjut dengan penyerahan penghargaan pada pemenang Lomba Penulisan Naskah untuk Guru Pendidikan Menengah 2017, Lomba Inovasi Pendidikan Ciri-khas Bangsa, serta Lomba Inovasi Evaluasi serta Pengelolaan Unit Pendidikan Pendidikan Anak Umur Awal serta Pendidikan Orang-orang. 

Disamping itu, puncak peringatan Hari Guru Nasional diadakan pada Sabtu (25/11/2017) yang didahului dengan upacara. 

Menteri Pendidikan serta Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dijadwalkan melakukan tindakan jadi pembina upacara. Upacara diawali jam 08. 00 WIB di halaman Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta.

Jumat, 28 April 2017

Pada Juli Kemdikbud membuka Pendaftaran Guru Produktif SMK



Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan (Kemendikbud) selekasnya buka pendaftaran guru ketrampilan ganda gelombang II pada Juli 2017 yang akan datang. Guru ketrampilan ganda adalah guru adaptif yang juga jadi guru produktif di SMK.


“Juli bakal kerjakan pendaftaran lagi untuk mencari 15 ribu lagi. Mudah-mudahan tidak ada bocor (kurang dari 15 ribu), ” kata Dirjen Guru serta Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Sumarna Surapranata di Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Kamis (27/4). 

Ia menerangkan, pendaftaran guru ketrampilan ganda untuk penuhi keperluan 91. 861 guru produktif untuk SMK. Pada 2016, pemerintah buka pendaftaran guru ketrampilan ganda sebesar 15 ribu. 

Awalannya, sejumlah 16. 487 guru mendaftar lewat daring. Sejumlah 15. 170 guru di terima serta diusulkan pada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tetapi, sejumlah 998 mengundurkan diri dengan beragam jenis argumen. 

Hingga, cuma 14. 172 guru yang di panggil untuk memperoleh pembekalan. Tetapi, cuma 12. 741 guru yang ikuti pembekalan serta di tandatangani pakta integritas. “Ada yang mengundurkan diri. Argumenya beberapa macam, takut tunjangan profesi dicopot, banyak informasi itu dibelokkan, ” tutur Pranata. 

Walau sebenarnya, ia berujar, guru bisa penuhi jam mengajar dengan jadi guru produktif. Juga sepanjang ikuti kursus program ketrampilan ganda sepanjang satu tahun, peserta guru memperoleh insentif. Terkecuali, guru bisa memakai ketrampilannya untuk beragam kesempatan. 

Pranata memerinci, jumlah guru sekolah menengah atas yaitu 291. 229 orang, sesaat tahap SMK, yaitu 247. 503 orang. Hingga, pemerintah tak perlu alami kecemasan kekurangan guru adaptif. Sebab, ia menyebutkan, pemerintah alami jumlah guru adaptif yang cukup ideal. Tetapi, sampai kini permasalahannya yaitu penyebaran yang belum rata. 

Pranata menyampaikan Direktorat Jenderal GTK tengah memperhitungkan untuk terima guru SMA untuk jadi guru produktif di SMK. Menurut dia, semestinya hal semacam itu tak jadi permasalahan. Juga di SMA, sampai kini alami keunggulan guru. “Juli guru daftar baru. Tiap-tiap th. ada 15 ribu. Tiap-tiap sekolah tidak permasalahan berapakah yang turut, asal dapat aturnya

Minggu, 12 Februari 2017

guru yang disukai siswa

Tipe-Tipe Guru yang Disukai Murid
guru yang disukai siswa

Seseorang guru yaitu orang yang memberi kita pengetahuan serta tingkatkan kesadaran kita mengenai dunia luar. Sekarang ini, kita bisa mempunyai akses ke semuanya pengetahuan ini lewat internet serta fasilitas beda, namun sumber-sumber pengetahuan akan tidak memberi pengalaman kehidupan riil serta pengetahuan praktis yang cuma seseorang guru bisa memberinya. 









Diluar itu, pengetahuan teoritis cuma juga akan memberi kita dengan rumus serta hukum namun pengetahuan praktis yang juga akan kita peroleh yang juga akan menolong kita untuk buat ketentuan yang tambah baik. 

Kita menggunakan nyaris delapan hingga sepuluh jam dibawah pengawasan guru. Apa yang kita tekuni sepanjang delapan hingga sepuluh jam yaitu sisi perlu dari kehidupan kita, karna adalah bekal masa depan. 

Guru yaitu mereka yang memainkan peranan orangtua untuk delapan hingga sepuluh jam saat kita ada di sekolah. Terdapat banyak kwalitas yang baik yang diperlukan untuk seseorang guru yang baik. 

1. Mengajar mesti interaktif 

Saat waktu kelas panjang, siswa umumnya tidak memerhatikan serta ini bisa memengaruhi mereka dalam studi mereka bila mereka melupakan tema perlu. Hal semacam ini umumnya berlangsung saat seseorang guru tidak berhubungan dengan siswa. Sebagian siswa bahkan juga tertidur sepanjang kelas. Begitu perlu untuk guru untuk berkomunikasi dengan siswa sepanjang kelas hingga mereka bisa memerhatikan serta dengan hal tersebut tidak melupakan tema apa pun. Kelas harusnya lebih seperti diskusi, hingga tiap-tiap orang bisa bicara mengenai pandangan mereka serta ketika yang dapat belajar suatu hal yang baru. 

2. Ramah 

Walau begitu perlu untuk seseorang guru untuk menjaga disiplin serta ini benar juga bila kita lihat dari pojok pandang guru tapi terkadang pembatasan banyak bisa buat beberapa hal lebih jelek. Ada banyak hal yang cuma bisa dikerjakan untuk mengerti dengan tenang serta sopan. Saat seseorang guru ramah dengan siswanya, mereka juga akan terasa bebas untuk sharing apa-apa dengan guru mereka. Ini bisa berguna jadi guru bisa menuntun mereka jadi rekan serta dengan hal tersebut bisa menolong mereka dalam memutuskan yang pas. 

3. Jadi tips 

Tiap-tiap siswa tentu mempunyai problemnya semasing, bila problem terkait dengan karirnya lalu orang tuanya bisa menolong. Namun bila problem itu berkaitan dengan problem sekolah, jadi ia mendongak ke gurunya untuk support serta tuntunan. Guru mesti dapat memberi tuntunan pada murid-muridnya setiap saat mereka membutuhkannya. 

4. Mempunyai selera humor 

Siswa menginginkan saat mengajar di buat mengasyikkan, kelas menjemukan buat siswa resah. Hal semacam ini begitu dibutuhkan kalau seseorang guru mesti mempunyai rasa humor yang baik, hingga ia bisa memberikan unsur fun dalam mengajar serta dengan hal tersebut bisa menghindar siswa dari tidur. Juga, siswa sesuai sama itu saat guru menggunakan kuliah, bicara mengenai pengalaman mereka serta sharing masa lalu mereka, karna juga akan memberi mereka istirahat serta akan beri kesegaran mereka. 

5. Tidak memberi tes tiba-tiba 

Tak ada satu siswa yang menyukai tes surprise. Tes dikerjakan, hingga siswa bisa mempunyai revisi dari semuanya yang dia sudah pelajari. Bila seseorang siswa juga akan mempunyai pengetahuan mengenai tes di muka, ia dapat menyiapkan karenanya serta lewat cara ininya revisi akan dikerjakan. 

6. Cool Minded 

Siswa umumnya tidak sukai bila guru-guru mereka mengejek mereka dimuka kelas mereka tanpa ada mengerti problem mereka. Hal semacam ini dibutuhkan kalau seseorang guru mesti bisa membedakan pada argumen serta problem asli serta lalu melakukan tindakan sesuai sama. Seseorang guru hingga mesti sabar serta berfikiran dingin serta tidak mesti serta mengejek siswa tanpa ada ketahui argumen yang sesungguhnya. 

7. Toleran 

Siswa umumnya lebih sukai guru-guru yang toleransi apakah tentang hadirnya, atau apapun. Guru yang mempunyai karakter toleransi umumnya adalah favorite tiap-tiap siswa. Seseorang guru tidak mesti ekstra ketat atau kasar pada siswa karna mereka juga akan lalu tidak dapat buka diri serta dengan hal tersebut akan tidak bisa memohon keinginan serta ambil nasehat dari guru. Ekstra kelonggaran juga tidak disenangi karna bisa buat siswa membangkang. Jadi, guru mesti melindungi keseimbangan serta tidak bisa sangat lunak serta sangat ketat.

Langkah Peroleh Rekan Baru di Sekolah

Langkah Peroleh Rekan Baru di Sekolah 
Langkah Peroleh Rekan Baru di Sekolah 
Kadang-kadang saya berfikir kalau mencari rekan baru itu seperti pedekate, tetapi lebih gampang. Kita coba menarik hati seorang serta membuatnya suka pada diri kita, tetapi tanpa ada desakan romantisme. 


Berteman dengan orang baru tidaklah hal yang sederhana, tetapi juga bukanlah hal yang rumit. Seseorang yang pemalu saja semestinya dapat mengerjakannya, paling tidak bila ia miliki tekad. Tidak perduli apakah anda yaitu anak baru di sekolah, baru mulai di SMA/SMK/kuliah atau cuma menginginkan memperluas pertemanan saja, panduan peroleh rekan baru ini bisa membantumu. 

Panduan berteman #1 : Memerlihatkan keramahan 
Yakinkan senyum senantiasa terkembang di wajahmu, setiap saat, terlebih waktu anda ada di antara beberapa orang yang menginginkan anda menjadikan rekan. Tak ada orang yang juga akan mendekatimu bila anda tampak mengenaskan serta mengerikan. Orang juga akan ingin mendekati orang yang lain yang terlihat ramah, suka serta terbuka. Berlaku baiklah saat seorang menyebutkan suatu hal kepadamu, walau itu cuma meminjam pulpen. 

Panduan berteman #2 : Gabung di aktivitas ekstrakurikuler 
Apa yang menarik bagimu? Apa pun itu, cari di sekolahmu apakah miliki club/organisasi yang sesuai sama. Tidak perduli itu club berolahraga, koran sekolah, club ilmiah, penggemar alam dan sebagainya, ada garansi kalau anda juga akan berjumpa dengan beberapa orang yang mempunyai kegemaran sama denganmu. Sudah pasti ini buat anda mempunyai bahan untuk bicara dengan mereka. Diluar itu anda juga akan menggunakan sekian waktu dengan beberapa orang ini, dapat sama-sama mengetahui keduanya. 

Panduan berteman #3 : Berteman di kelas 
Bila anda bisa pilih di mana anda duduk di kelas, duduklah dekat dengan orang yang menginginkan anda ajak berteman. Bila tidak, anda senantiasa bisa coba berteman dengan orang yang duduk di dekatmu. Begitu gampang bicara dengan mereka sepanjang kelas berjalan. Dan kalian mempunyai kelas yang sama, jadi terdapat beberapa hal yang bisa diperbincangkan. Awalilah pertemanan dengan bertanya apakah mereka ingin belajar dengan atau suatu hal yang semacamnya. 

Panduan berteman #4 : Awalilah dengan suatu hal yang sama 
Langkah yang terbaik untuk mulai pembicaraan dengan siapa saja yaitu dengan membawa suatu hal yang keduanya mempunyai persamaan. Apakah kalian berdua ada di kelas dengan guru pengajar yang menjengkelkan? Ikat itu dengan coba membahasnya. Satu waktu anda lihat photo seseorang artis yang anda gemari berada di hp rekanmu, katakanlah “aku menyenanginya juga” serta bla bla bla, pembicaraan juga dapat selalu berlanjut. 

Panduan berteman #5 : Janganlah enggan memberikan pujian pada orang 
Kebanyakan orang sukai terima pujian, walau reaksinya tidak sama. Itu buat orang yang lain bahagia. Lain waktu waktu anda berjumpa dengan cowok atau cewek yang menginginkan anda ajak berteman, mungkin saja anda dapat menyebutkan hal yang sederhana seperti, “Hei, saya sukai tas/sepatu mu, sangat bagus! ” dengan suara yang umum saja, janganlah sangat overakting. Pujian yang sederhana serta tulus yaitu satu jalan gampang untuk mulai percakapan atau buat orang bisa terima anda. 

Panduan berteman #6 : Mulai dari sosial media 
Waktu ada orang yang menarik serta anda menginginkan berteman dengannya, anda bisa mulai dari media sosial. Coba untuk memfollow twitter-nya atau memberikan rekan di facebook. Janganlah lupa untuk mengenalkan diri padanya. Katakan kalau anda serta dia sekolah atau kuliah ditempat yang sama. Dari pembicaraan di media sosial, dapat dilanjut dengan ketemu didunia riil. Berikut langkah yang benar. 
Begitu perlu untuk diingat kalau umumnya orang terbuka untuk di ajak berteman, jadi janganlah berfikir anda juga akan terlihat menjengkelkan serta sok akrab. Juga penting diingat kalau pertemanan terkadang jalan lambat sekali, anda pasti tidak dapat mengharapkan dalam 1 minggu telah jadi sahabat. 

Serta satu sekali lagi yang begitu perlu untuk di perhatikan waktu peroleh rekan baru yaitu terbukalah pada siapa saja. Janganlah menilainya orang cuma dengan lihat penampilannya saja. Sempatkan diri untuk bicara dengan siapa saja serta coba mengerti orang seperti apa pun kondisinya. Saat ini tersenyumlah serta terapkan beberapa tips di atas! Selamat mencari rekan!

Trik Mengajar Supaya Siswa Tertarik dan Termotivasi

Jadi guru jangan naif, kadang murid lebih pintar.
Trik Mengajar Supaya Siswa Tertarik dan Termotivasi
Trik Mengajar Supaya Siswa Tertarik dan Termotivasi
Saya sebenarnya bukanlah seorang guru, namun hanya seorang yang suka berbagi ilmu meskipun cuma sedikit. Semenjak SMA, saya sudah terbiasa berbagi ilmu. Pertama kali saya berbagi ilmu dalam “jumlah besar” adalah ketika saya bertukar ilmu dengan seorang guru SMA saya.

Jadi guru jangan naif, kadang murid lebih pintar.

Saya sebut bertukar ilmu karena beliau mengajarkan saya pelajaran fisika (karena beliau bukan guru kelas saya) dan saya mengajarkan beliau menggunakan komputer. Pada masa itu komputer masih merupakan barang langka sehingga hanya sedikit orang yang bisa dan kebetulan saya adalah orang yang beruntung itu. Dari pengalaman berkali-kali menjadi tentor dalam beberapa pelatihan blog, Linux, marketing, MLM dan juga duduk sebagai siswa, saya kemudian menetapkan standar bagaimana cara untuk mengajar itu.

Mengajar itu horisontal, bukan vertikal
Sifat mengajar yang horisontal berarti kita sebagai tentor menempatkan diri sama tinggi dengan siswa kita. Kita berbicara sebagai orang yang lebih dahulu tahu, bukan lebih pintar. Kita mentransfer ilmu, bukan memberi ilmu. Saya seringnya mengatakan seperti ini setelah perkenalan:

“Saya berdiri di depan anda sekalian bukan karena saya lebih pintar dari anda, namun hanya karena saya mengenal ilmu ini lebih dahulu daripada anda. Mungkin suatu saat diantara anda sekalian ada yang lebih mengerti ilmu ini daripada saya. Saya berkeyakinan kuat akan hal ini.”

Pernyataan diatas sudah memberikan dorongan kepada siswa untuk lebih santai dan lebih menikmati kebersamaannya dengan anda. Jika kelas sudah santai dan dinikmati, maka pelajaran mudah diberikan. Dalam memberikan pelajaran, anggaplah kita sedang bercerita tentang pengalaman sehingga ilmu apapun itu tidak terkesan menyeramkan.

Mengajar itu memberikan motivasi
Murid yang termotivasi, tidak mencontek.
Murid yang termotivasi, tidak mencontek.

Dalam mengajar, pastikan selalu memberikan motivasi kepada murid-murid kita. Motivasi bisa dilakukan di seluruh waktu, namun ada waktu-waktu yang terbaik.
Motivasi di pertemuan pertama
Untuk ini saya menjiplak guru SD saya dulu, namanya pak Jamari, beliau adalah guru IPA kelas 2. Saat pertemuan pertama, beliau membawa sebuah gambar Thomas Alva Edison dan memajangnya di depan kelas lalu bercerita tentang Thomas Alva Edison. Ketika saya naik kelas, saya melihat guru saya itu melakukan hal yang serupa pada adik kelas saya. Ya, setidaknya bagi anak-anak kelas 2 SD, kisah Edison itu inspiratif. 

Motivasi pada tengah pelajaran
Saya terbiasa memberikan hadiah bagi mereka yang dapat mengerjakan sesuatu yang saya tugaskan di tengah-tengah pelajaran. Ini saya tiru dari seorang guru biologi SMP saya. Reward itu bisa berupa makanan atau minuman dan terkadang alat tulis. Reward ini bisa menyesuaikan dengan kebutuhan. Mungkin untuk guru sekolah bisa dengan menjanjikan kebebasan pekerjaan rumah bagi yang dapat menjawab pertanyaan. Yah, hal-hal semacam itulah, tergantung bagaimana kreatifitas dan keadaan.

Motivasi di akhir pelajaran
Untuk ini saya mencontoh dari tayangan di TV yang menampilkan kilasan sebelum jeda iklan. Saya terbiasa memberikan preview pelajaran selanjutnya pada bagian yang menarik sebelum kelas berakhir. Hal ini membuat siswa kita menjadi semangat untuk mengikuti kelas kita selanjutnya. Penasaran adalah senjata guru untuk membuat kelasnya menjadi diminati oleh murid-muridnya.

Dan tak lupa, sebagai seorang guru kita haruslah menjadi seseorang yang dapat menyakinkan murid kita bahwa mereka hebat. Kita harus bisa menanamkan kepada mereka bahwa mereka pasti bisa melakukan apa saja asalkan berusaha dengan baik. Hal ini dapat kita tempuh dengan menghindari kalimat-kalimat yang menurunkan keyakinan terhadap diri mereka sendiri. Saya sendiri berpendapat bahwa tidak ada orang bodoh, hanya saja memiliki pemahaman yang berbeda.

Mengajar itu memberikan contoh
Seorang guru SMA saya pernah mengatakan bahwa “ajarkan apa yang kamu bisa, bukan apa yang kamu tahu”. Maksudnya adalah apa yang kita ajarkan sebaiknya adalah sesuatu yang kita mengerti dan bisa kita lakukan. Lakukan dengan memberikan contoh. Ketika memberikan pelatihan, saya lebih banyak memberikan contoh dan mempraktekkan langsung supaya siswa mengerti dan tidak hanya mengimajinasikan dalam pikiran saja. Oleh karena itu sebagai guru kita harus paham konsep dari suatu hal yang diajarkan. Pemahaman konsep akan membuat kita mudah memberikan contoh apa saja dan memecahkan problematika yang mungkin dihadapi oleh para siswa.Trik Mengajar Supaya Siswa Tertarik dan Termotivasi
Saya sebenarnya bukanlah seorang guru, namun hanya seorang yang suka berbagi ilmu meskipun cuma sedikit. Semenjak SMA, saya sudah terbiasa berbagi ilmu. Pertama kali saya berbagi ilmu dalam “jumlah besar” adalah ketika saya bertukar ilmu dengan seorang guru SMA saya.

Jadi guru jangan naif, kadang murid lebih pintar.
Jadi guru jangan naif, kadang murid lebih pintar.

Saya sebut bertukar ilmu karena beliau mengajarkan saya pelajaran fisika (karena beliau bukan guru kelas saya) dan saya mengajarkan beliau menggunakan komputer. Pada masa itu komputer masih merupakan barang langka sehingga hanya sedikit orang yang bisa dan kebetulan saya adalah orang yang beruntung itu. Dari pengalaman berkali-kali menjadi tentor dalam beberapa pelatihan blog, Linux, marketing, MLM dan juga duduk sebagai siswa, saya kemudian menetapkan standar bagaimana cara untuk mengajar itu.

Mengajar itu horisontal, bukan vertikal
Sifat mengajar yang horisontal berarti kita sebagai tentor menempatkan diri sama tinggi dengan siswa kita. Kita berbicara sebagai orang yang lebih dahulu tahu, bukan lebih pintar. Kita mentransfer ilmu, bukan memberi ilmu. Saya seringnya mengatakan seperti ini setelah perkenalan:

“Saya berdiri di depan anda sekalian bukan karena saya lebih pintar dari anda, namun hanya karena saya mengenal ilmu ini lebih dahulu daripada anda. Mungkin suatu saat diantara anda sekalian ada yang lebih mengerti ilmu ini daripada saya. Saya berkeyakinan kuat akan hal ini.”

Pernyataan diatas sudah memberikan dorongan kepada siswa untuk lebih santai dan lebih menikmati kebersamaannya dengan anda. Jika kelas sudah santai dan dinikmati, maka pelajaran mudah diberikan. Dalam memberikan pelajaran, anggaplah kita sedang bercerita tentang pengalaman sehingga ilmu apapun itu tidak terkesan menyeramkan.

Mengajar itu memberikan motivasi
Murid yang termotivasi, tidak mencontek.
Murid yang termotivasi, tidak mencontek.

Dalam mengajar, pastikan selalu memberikan motivasi kepada murid-murid kita. Motivasi bisa dilakukan di seluruh waktu, namun ada waktu-waktu yang terbaik.
Motivasi di pertemuan pertama
Untuk ini saya menjiplak guru SD saya dulu, namanya pak Jamari, beliau adalah guru IPA kelas 2. Saat pertemuan pertama, beliau membawa sebuah gambar Thomas Alva Edison dan memajangnya di depan kelas lalu bercerita tentang Thomas Alva Edison. Ketika saya naik kelas, saya melihat guru saya itu melakukan hal yang serupa pada adik kelas saya. Ya, setidaknya bagi anak-anak kelas 2 SD, kisah Edison itu inspiratif. 

Motivasi pada tengah pelajaran
Saya terbiasa memberikan hadiah bagi mereka yang dapat mengerjakan sesuatu yang saya tugaskan di tengah-tengah pelajaran. Ini saya tiru dari seorang guru biologi SMP saya. Reward itu bisa berupa makanan atau minuman dan terkadang alat tulis. Reward ini bisa menyesuaikan dengan kebutuhan. Mungkin untuk guru sekolah bisa dengan menjanjikan kebebasan pekerjaan rumah bagi yang dapat menjawab pertanyaan. Yah, hal-hal semacam itulah, tergantung bagaimana kreatifitas dan keadaan.

Motivasi di akhir pelajaran
Untuk ini saya mencontoh dari tayangan di TV yang menampilkan kilasan sebelum jeda iklan. Saya terbiasa memberikan preview pelajaran selanjutnya pada bagian yang menarik sebelum kelas berakhir. Hal ini membuat siswa kita menjadi semangat untuk mengikuti kelas kita selanjutnya. Penasaran adalah senjata guru untuk membuat kelasnya menjadi diminati oleh murid-muridnya.

Dan tak lupa, sebagai seorang guru kita haruslah menjadi seseorang yang dapat menyakinkan murid kita bahwa mereka hebat. Kita harus bisa menanamkan kepada mereka bahwa mereka pasti bisa melakukan apa saja asalkan berusaha dengan baik. Hal ini dapat kita tempuh dengan menghindari kalimat-kalimat yang menurunkan keyakinan terhadap diri mereka sendiri. Saya sendiri berpendapat bahwa tidak ada orang bodoh, hanya saja memiliki pemahaman yang berbeda.

Mengajar itu memberikan contoh
Seorang guru SMA saya pernah mengatakan bahwa “ajarkan apa yang kamu bisa, bukan apa yang kamu tahu”. Maksudnya adalah apa yang kita ajarkan sebaiknya adalah sesuatu yang kita mengerti dan bisa kita lakukan. Lakukan dengan memberikan contoh. Ketika memberikan pelatihan, saya lebih banyak memberikan contoh dan mempraktekkan langsung supaya siswa mengerti dan tidak hanya mengimajinasikan dalam pikiran saja. Oleh karena itu sebagai guru kita harus paham konsep dari suatu hal yang diajarkan. Pemahaman konsep akan membuat kita mudah memberikan contoh apa saja dan memecahkan problematika yang mungkin dihadapi oleh para siswa.

Minggu, 17 Januari 2016

Yuk Merawat Nalar Bangsa

Yuk Merawat Nalar Bangsa

Walau pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam masa lebih dari setahun, pemerintahannya belum juga tunjukkan gagasan serta implementasi konkret revolusi mental, anggaplah pemerintah serius dengan ide ini. Sekurang-kurangnya, alur silogismenya lurus serta berkelanjutan hingga revolusi mental di rasa jadi satu rangkuman valid. 

Revolusi mental digagas Joko Widodo (Kompas, 10/5/2014) dengan premis kalau sepanjang 16 th. menggerakkan reformasi kita cuma menjangkau perkembangan hanya kelembagaan. Ekonomi makin berkembang serta orang-orang banyak yang jadi bertambah makmur, namun mengapa orang-orang kita jadi jadi bertambah bimbang, bukannya jadi bertambah bahagia? 

Menurut Jokowi, pembangunan kita belum juga menyentuh paradigma, mindset, atau budaya politik dari manusia yang menggerakkan system hingga nation building tidak mengantarkan Indonesia pada cita-citanya. Supaya perubahan betul-betul berarti, berkaitan, serta sesuai sama harapan Proklamasi Indonesia yang merdeka, adil, serta makmur, kita butuh lakukan revolusi mental. 

Jalan tol nir-jalan fikiran 


Walau sekian, sepanjang pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) berjalan, kita melihat kesenjangan pada proposisi yang dinyatakan serta agenda yang digerakkan. Pemerintahan ini terlihat lebih getol membuat tol dari pada membuat jalan fikiran bangsa. Walau sebenarnya, jalan fikiran adalah isi mental paling utama yang menghubungkan kita dengan masa depan yang dicitakan serta karena itu butuh lebih dulu dirawat. 

Kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, serta berkepribadian dalam budaya yang jadi harapan pemerintah adalah problem serta berawal dari jalan fikiran atau mindset bangsa. Kebangkitan bangsa-bangsa maju biasanya diawali dari usaha pelihara nalarnya hingga berkhidmat pada akal sehat. Kehidupan serta perkembangan duniawi nampaknya tersusun atas hukum-hukum yang rasional serta juga akan berkembang cuma bila dipahami serta ditempuh sesuai sama hukum itu. 

Memprioritaskan pembangunan fisik sambil seadanya meningkatkan jiwa serta fikiran, terkecuali tidak selaras dengan “Indonesia Raya”, juga melawan hukum nalar perkembangan. Pembangunan sesuai sama itu selanjutnya cuma juga akan melanjutkan siklus absurditas sisifus seperti sampai kini : membuat untuk melihat kejatuhan/kemerosotan. 

Dengan revolusi mental jadi pergerakan nasional seperti disebut penggagasnya, seyogianya pemerintah mengutamakan usaha pencerdasan kehidupan bangsa jadi jalan membuat alur fikir bangsa. Ironisnya, usaha pencerdasan bangsa lewat pendidikan dalam beragam ranahnya saat ini masih tetap diliputi beragam problem mendasar. 

Tujuan evaluasi yang digerakkan hanya memaksimalkan kekuatan berfikir tingkat rendah. Fikiran beberapa murid sehari-hari dijejali oleh bermacam data pengetahuan yang-entah bermanfaat atau tidak-dihafal serta ditest di masa datang. Sedikit beberapa pelajar dilibatkan dalam sistem berfikir tingkat tinggi, seperti menalar, mengkaji, serta memecahkan problem yang konon jadi satu diantara kecakapan paling utama yang diperlukan untuk hidup serta berhasil di era ke-21. Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2012 tunjukkan kuatnya kekuatan berfikir murid Indonesia pada tingkat rendah serta lemahnya kekuatan berfikir tingkat tinggi. Sesaat negara maju, seperti Singapura serta Korea Selatan, tunjukkan kekuatan demikian sebaliknya. 

Dengan bekal kekuatan berfikir tingkat rendah, masuk era ke-21 dengan masa globalisasinya yang penuh persaingan perebutan juga akan jadikan bangsa ini seperti keledai yang tidak mempunyai kewibawaan, kemandirian, serta jati diri. Tanda itu mulai terlihat serta merasa saat beragam kebijakan serta gerak budaya kita bertujuan pada beberapa standard “asing”, bahkan juga mungkin saja untuk kebutuhan asing, dengan alasan “demi daya saing”. 

Memberi perhatian besar pada bagian pendidikan terkecuali jadi sinyal pemerintah berfikir maju juga adalah kewajiban untuk penyelamatan bangsa. Beragam masalah pendidikan kita saat ini sangatlah kronis serta membutuhkan Presiden turun tangan karna besaran serta substansinya sudah melampaui kemampuan departemental atau kementerian. Bila fakta ini selalu diabaikan, bukanlah saja juga akan menyebabkan pada involusi dalam dunia pendidikan, tetapi juga pada kehidupan berbangsa serta bernegara. 


Kembali pada pangkalan 


Bangsa Indonesia dengan pendidikannya alami disorientasi di dalam pusaran arus perubahan yang sekian cepat. Program serta operasi pendidikan saat ini seperti tersedot oleh pesona pragmatisme untuk bertanding dalam masa globalisasi. Pendidikan semakin jauh meninggalkan pangkalan, menuju tak tahu ke mana. Akhirnya, bangsa yang cerdas seperti diputuskan dengan arif oleh beberapa pendiri bangsa, sesudah tujuh puluh th. merdeka semakin jauh panggang dari api. 

Bangsa ini mungkin kualat karna demikian lama tidak merawat wasiat “mencerdaskan kehidupan bangsa” serta lebih menyibukkan diri pada pembangunan ekonomi. Walau sebenarnya, kecerdasan adalah substansi yang memastikan martabat kemanusiaan. Bila saja “mencerdaskan kehidupan bangsa” diamati mulai sejak dahulu, sangkanya bangsa ini tidak jadi begini : beberapa murid kita tidak cuma unggul pada kekuatan berfikir tingkat rendah, namun juga unggul pada penalaran tingkat tinggi. 

Berfikir tingkat tinggi adalah inti berfikir yang sebenarnya karna memerlukan semua potensi serta kekuatan kognisi. Pembedaan “tinggi-rendah” yang didasarkan pada taksonomi Benjamin Samuel Bloom (1913-1999) bukanlah ditujukan tunjukkan hierarki kebutuhan, namun mempunyai tujuan memudahkan dengan didaktik-metodik evaluasi. Berfikir tingkat rendah adalah fondasi serta kriteria untuk masuk serta menggerakkan kekuatan berfikir tingkat tinggi. Dasarnya, kiat evaluasi sebaiknya menghadap pada perolehan kekuatan berfikir, tidak cuma isi fikiran. 

Satu diantara kekurangan paling utama pendidikan kita mulai sejak dulu yaitu problem metodologi yang dipakai beberapa guru dalam evaluasi. Untuk beberapa kalinya, berkaitan masalah ini, saya mengangkat hasil riset Prof CE Beeby (1987) yang menyebutkan kalau guru-guru menjelaskan pelajaran dengan latar belakang pengetahuan serta ketrampilan metodik yang minimum, terbatas pada buku teks yang dipunyainya. Andalan beda mungkin saja sisa-sisa ingatannya dari apa yang sempat dipelajarinya dahulu di sekolah. Sesudah menguraikan suatu hal problem, guru menggunakan sisi paling besar jam pelajarannya untuk mendiktekan atau menuliskan apa yang diajarkannya di papan catat serta menanti murid menyalinnya. Catatan tersebut yang dipelajari murid serta jadi bahan ulangan. Sedikit sekolah di Indonesia menolong menumbuhkan potensi seseorang murid, serta dampak sekolah yang membosankan.menjengkelkan dan tidak imajinatif itu tetaplah merasa saat seorang jadi dewasa serta memimpin orang-orangnya. 

Singkirkan kebutuhan politis 


Diantara usaha yang bisa meningkatkan kekuatan serta kecakapan berfikir yaitu evaluasi berbentuk dialogis atau partisipatif, atau apalah namanya. Evaluasi mesti melibatkan dengan aktif beberapa murid dalam sistem berfikir, intinya lewat beragam ekspresi, seperti verbal serta gerak badan. Hal semacam ini perlu karna dengan filosofi tiap-tiap aksi sadar selalu ada intensionalitas yang meniscayakan rasionalitas. 

Dengan normatif, pemerintah sudah pas untuk melakukan perbaikan praktek kelas, diantaranya lewat UU System Pendidikan Nasional (UU No 20/2003) dengan memperbarui pengertian pendidikan serta UU Guru serta Dosen (UU No 14/2005) mengambil keputusan profesionalisme dengan kompetensi guru. Disamping itu, wacana mengenai jenis evaluasi partisipatif yang mengasyikkan serta yang efisien berkembang cepat di Tanah Air. Buku-buku seperti revolusi evaluasi, akselerasi evaluasi, guru efisien, evaluasi serta pengajaran kuantum banyak dijajakan. 

Sayangnya, ketentuan normatif serta beragam wacana pembaruan pendidikan dalam kiat implementasinya sangat banyak diwarnai kebutuhan politis hingga tidak efisien. Yang keluar serta mengambil alih daya jadi masalah sertifikasi yang berkaitan dengan tunjangan profesi serta kurikulum. Ide-ide evaluasi moderen yang berkembang tidak terserap serta penambahan kompetensi guru yang semestinya membutuhkan intervensi kualitatif terlewatkan. 

Saat ini, berkaitan pencerdasan bangsa yang bermuara pada tingkatkan kekuatan berfikir, pemerintah-khususnya yang mengatasi bagian pendidikan-diharapkan konsentrasi pada tantangan tingkatkan kemampuan beberapa pendidik lewat pendekatan insentif serta motif. Pemerintah sudah memberi tunjangan profesi yang relatif baik pada beberapa pendidik, namun selama ini pemerintah belum juga mengelola motif dengan efisien. Dibutuhkan satu jenis intervensi untuk tingkatkan motivasi yang sekalian jadi pendorong penambahan kompetensi pedagogi serta profesional untuk pendidik dalam jabatan serta calon pendidik hingga mereka bisa menggerakkan evaluasi yang dialogis seperti semangat dari undang-undang. 

Cetusan inspirasi revolusi mental seyogianya jadikan titik balik ke pangkalan pendidikan kita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dalam semua dimensinya. Fikiran bangsa ini sudah tumbuh bak semak-belukar jadi rimba hingga tutup beragam jalan perkembangan. Jadi, janganlah abaikan pendidikan. 

Jadi, senyampang peringatan Hari Pendidikan Nasional (2 Mei 2016) jadi titik pergi, pemerintah lewat Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan sangkanya butuh mulai membuat jalan (tol) fikiran bangsa untuk menghubungkan kita dengan masa depan yang dicita-citakan oleh beberapa pendiri republik ini.