Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Senin, 20 Agustus 2018

Hari Pertama Sekolah, Siswa Di Bogor Melakukan Tawuran

Hari pertama masuk sekolah di Kota Bogor diwarnai aksi tawuran antar siswa. Dua kelompok siswa SMK di Kota Bogor terlibat tawuran di Jalan Raya Soleh Iskandar.

Sekitar 9 siswa diamankan warga karena terlibat tawuran dengan barang bukti celurit dan samurai. Aksi tawuran tidak memakan korban dan tidak berlangsung lama. Warga dan pengemudi ojek onljne yang mangkal di sekitar lokasi langsung berinisiatif untuk membubarkan aksi tawuran.

"Kita juga hati-hati bubarinnya, takut juga kena celurit, makanya banyak warga yang bawa bambu sama kayu," kata Rizqi, pengendara motor yang ditemui di lokasi, Senin (16/7/2018) sore pukul 15:30 WIB.

Tidak lama kemudian, sekitar 9 siswa yang diduga terlibat tawuran berhasil ditangkap warga dan langsung diamankan di pos keamanan kampus UIKA yang tak jauh dari lokasi. Siswa yang tertangkap, nyaris menjadi bulan-bulanan warga yang kesal dengan ulah para pelajar yang kerap tawuran belakangan ini. 

"Ini bukan pelajar namanya kalau bawa celurit begitu, sudah siap ngelukainorang itu. Penjarain saja, jangan sekolah," teriak warga.
Randi Eko, petugas keamanan UIKA yang ditemui di lokasi mengatakan, dua kelompok siswa yang terlibat berasal dari 2 SMK swasta berbeda.

"Jadi ini infonya yang tawuran ini kebanyakan siswa-siswa baru. Anak TD (Tri Dharma) sama YKTB. Ada senior-seniornya juga di situ, jadi anak baru ini diuji disuruh tawuran," kata Randi.

Saat ini, 9 siswa SMK yang diamankan warga langsung dibawa ke Polsek Tanah Sareal. Barang bukti senjata tajam berupa celurit juga diserahkan ke polisi.

Para Siswa SMK Malang Juarai Lomba Animasi se-ASEAN

Generasi muda Indonesia kembali menunjukkan prestasinya di tingkat internasional. Kali ini, berita membanggakan berasal dari siswa-siswi di SMKN 4 Malang. Mereka adalah Toby Nugroho Wibisono, Salsabilla Aulia Rahma dan Khadijah
.
Dalam ajang SEA Creative Camp 2018, mereka menamai tim mereka dengan sebutan 'animation team - SMKN 4 Malang'. Mereka berhasil menjadi pememang dalam kategori animasi 2D setelah mengirimkan karya animasinya yang berjudul KIWA - The Adventure of Dayu and Ong.

Dari KIWA, akhirnya mereka mendapatkan kemenangan. Perasaan senang pun dirasakan mereka tak terkecuali para guru, karena telah membanggakan sekolah. Namun terlepas dari itu semua, hasil kerja keras mereka akhirnya membuahkan hasil.
Hal ini menjadi peluang, bahwa karya anak bangsa seperti animasi ini dapat bersaing di kancah internasional. Tentu adanya prestasi ini bisa menjadi penyemangat anak bangsa lainnya untuk terus berkarya.

Petualangan Dayu

Terdapat 13 chapter dalam film tersebut. Di chapter pertama mereka memberikan judul Arrival of the Dark Queen. Menceritakan sebuah desa yang bernama Desa Girah dengan penduduknya yang damai. Di dalam desa tersebut hiduplah seeorang tokoh agama bernama Uwa Bardah dengan satu anaknya. Seorang anak perempuan bernama Dayu. Dayu ini mempunyai hewan peliharaan, Ong namanya.

Pada suatu hari, langit pun menjadi gelap ketika Uwa Bardah sedang berdoa. Ia merasakan ada yang tidak beres dan sesuatu akan datang. Ia pun meminta Dayu dan Ong untuk masuk ke dalam rumah. Dan benar saja, para penduduk desa secara misterius terkena wabah penyakit, padi di sawah yang rusak dan rumah-rumah terbakar secara misterius.

Seketika itu muncullah sosok wanita bernama Datu. Datu ini merupakan sosok mistis yang mempunyai aura gelap dan berkekuatan jahat. Pertarungan antara Uwa Bardah dan Datu tak bisa terhindarkan. Uwa Bardah berusaha keras melawan, ia pun merasa kesulitan menanganinya.
Tanpa di duga Dayu dan oOng pun datang. Mereka membantu Uwa Bardah. Lantas bagaimana Dayu dan Ong bisa mengalahkan wanita mistis tersebut? Tunggu saja kelanjutan dari cerita petualangan Dayu ini ya.

Daftar Sekolah Unggulan Di indonesia

1. SMK 10 Jakarta Timur 
paskibraka-di-kemdikbud-2015-1781c610298d1c832f40f0ea51f71e60.jpgSumber gambar: smkn10jakarta.sch.id
SMK Negeri 10 Jakarta memiliki dua bidang keahlian, yaitu Binis dan Manajemen serta Teknologi Informasi dan Komunikasi. Selain itu, sekolah ini juga punya empat kompetensi keahlian yaitu Administrasi Perkantoran (AP), Akuntansi (AK), Pemasaran (PM), dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).
2. SMK Negeri 1 Tamansari, Pangkal Pinang
thumb-big-mjaxmzexmjawndmwmzqxodyyntu2ndg-0a6b4dc239cec02a91659e2d0dd47788.JPGSumber gambar: smkn1-pkp.sch.id
SMK ini merupakan SMK yang pertama kali meraih Adiwiyata Mandiri di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sekolah yang menerapkan Kurikulum 2013 pada Tahun Pelajaran 2013/2014 juga menjadi Sekolah Pendidikan Karakter sejak 2010.
3. SMK N 1 Pekanbaru
1baru-cfa5ca146445f73880a72645b3510e68.jpgSumber gambar: smkn1pekanbaru.sch.id
SMKN 1 Pekanbaru merupakan salah satu sekolah yang telah ditunjuk sebagai Pilot Project pelaksanaan Kurikulum 2013 sejak tahun lalu.
4. SMK Telkom Sandhy Putra, Jakarta Barat

smk-telkom-jakarta-2-56abdf3bb0d732a2a273f477a57f56d8.jpgSumber gambar: smktelkom-jkt.sch.id
Sejak bulan Maret 2014, SMK Telkom Sandhy Putra Jakarta sejak berubah menjadi SMK Telkom Jakarta. Nama SMK ini berubah bersamaan dengan dicanangkannya Telkom Schools oleh Telkom Foundation.
5. SMK Negeri 1 Klaten
gedung-smk-negeri-1-klaten-1934f24adfaecd96c1d31d8262fdce54.jpgSumber gambar: id.wikipedia.org/wiki/SMK_Negeri_1_Klaten
SMK Negeri 1 Klaten yang oleh banyak kalangan lebih dikenal dengan nama SMEA N 1 Klaten atau SMERUSAKA, adalah sekolah menengah kejuruan di Kabupaten Klaten. Sekolah ini beralamat di Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo No 22, Klaten Utara, Kota Klaten, Jawa Tengah, Indonesia 57432.
6. SMK Negeri 1 Cimahi
slider-20150326-070320-hdr-00-0e8706dd89303ede389e88686e91fc7b.JPGSumber gambar: smkn1-cmi.sch.id
Secara geografis, SMK Negeri 1 Cimahi terletak di kawasan industri. Sekolah ini dapat dijangkau dari berbagai sudut kota Cimahi, baik dari atau ke Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Jakarta dengan mudah. Selain itu, juga dapat diakses dengan mudah oleh kamu yang tinggal di Jalur Pantura, Provinsi Jawa Barat.
7. SMK Negeri 2 Semarang
kejuaraan-df48f211f9ef2b870cb532ab7fa21a89.jpgSumber gambar: smkn2smg.sch.id
SMK Negeri 2 Semarang berdiri pada tanggal 26 Juni 1951 berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 2881/BIII/51 dengan nama SMEA Negeri Semarang. Pertama kali bertempat di jalan Pattimura Semarang yang sekarang justru ditempati SMP 6 Semarang.
8. SMK Negeri 4 Surakarta
406590-500107260012681-961499063-n-cf74ef8a9e3060bb76d64509cf77b2b9.jpgSumber gambar: osissmkn4surakarta.wordpress.com
Pada awal pendiriannya, nama resmi yang dipakai sekolah ini adalah SKKA (Sekolah Kesejahteraan Keluarga Atas) Negeri Surakarta. Di tahun pertama berdiri, jurusan yang dibuka hanya jurusan Kerajinan Batik.
9. SMK Analis Kesehatan Nasional, Surakarta
smkanaliskesehatanschid-116a9fa155ea0b4af8b9c55e9794fee6.jpgSumber gambar: smkanaliskesehatan.sch.id
Dilatarbelakangi sejarah penutupan Sekolah Asisten Apoteker (SAA) milik negara pada tahun 1973, sedangkan SAA swasta dibatasi dengan hanya diperbolehkan menerima satu kelas dengan kapasitas 36 siswa, maka muncul gagasan dari Yayasan Pendidikan Farmasi Nasional (YPFN) untuk mendirikan Sekolah Analis Kesehatan. Hal ini dilakukan mengingat tenaga analis kesehatan pada masa itu dan diwaktu mendatang sangat dibutuhkan masyarakat.
10. SMK Negeri 1 Magelang
1-depan-sekolah-8279eccec4d4245dd95109f38549f630.jpgSumber gambar: smkaloy.blogspot.co.id
SMK Negeri 1 Magelang merupakan Sekolah Kejuruan Favorit di Kota Magelang. Berdiri pada tanggal 1 Agustus 1965 berdasarkan S.P. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 136/Dirpt/BI/65 tanggal 8 Oktober 1965.

Pentingnya Akan Sekolah SMK

Pertumbuhan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) semakin pesat di Indonesia. Peminatnya semakin banyak dari tahun ke tahun. Pertumbuhan ini bukan tanpa sebab. Banyak orang yang menyadari bahwa keberadaan SMK itu penting untuk menciptakan tenaga-tenaga terampil siap kerja dimulai dari jenjang SMK. Sebuah penelitian oleh Jose Rizal Joesoef, dkk menganalisis tentang pentingnya SMK dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

Hasil penelitian merangkum manfaat SMK dalam empat  hal berikut:
1.      SMK menghasilkan specific human capital, ketimbang general human capital (Becker, 1964). Dalam SMK, siswa diprogram untuk berkomitmen pada ketrampilan khusus (specific) tertentu sehingga ia dapat lebih berkonsentrasi pada usaha untuk mengasah dan mengembangkan ketrampilan itu. Semakin khusus ketrampilan alumni SMK, semakin mudah ia mengembangkan ketrampilan itu.
2.      Keanekaragaman jalur keahlian dalam SMK, mencerminkan diferensiasi siswa/lulusan satu terhadap siswa/lulusan lainnya. Diferensiasi jalur keahlian dalam SMK mengimplikasikan spesifikasi satu lulusan tertentu terhadap satu lulusan lainnya sehingga para lulusan SMK relatif “tidak hilang dalam kerumunan” di antara lulusan-lulusan sekolah menengahlainnya. Pendek kata, SMK membuat lulusannya tidak loosing in the crowd. Hal ini memberikan menu bagi pasar pekerja untuk mendapatkan alumni SMKyang spesifik serta match dengan kebutuhannya.
3.      Melalui SMK, siswa dapat “memperpendek masa studi” sehinggamengurangi beban ekonomi orangtua siswa atas pendidikan anaknya
4.      Melalui SMK pula, siswa SMK dapat “memperpanjang masa magang,”sehingga mengurangi biaya on-the-job-training yang seharusnya dipikul oleh perusahaan atau industri yang mempekerjakan.Pertumbuhan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) semakin pesat di Indonesia. Peminatnya semakin banyak dari tahun ke tahun. Pertumbuhan ini bukan tanpa sebab. Banyak orang yang menyadari bahwa keberadaan SMK itu penting untuk menciptakan tenaga-tenaga terampil siap kerja dimulai dari jenjang SMK. Sebuah penelitian oleh Jose Rizal Joesoef, dkk menganalisis tentang pentingnya SMK dalam pertumbuhan ekonomi daerah.


Semangat Belajar Anak Yatim Piatu dan Anak Tidak Mampu di SMK Caruban Nagari Cirebon Jawa Barat

Semangat Belajar Anak Yatim dan Tidak Mampu di SMK Caruban Nagari Cirebon
Semangat menempuh pendidikan masih terpatri dalam benak siswa SMK Caruban Nagari Kabupaten Cirebon Jawa Barat. Begitu juga dengan tenaga pengajar, keterbatasan kondisi tidak menyurutkan niat mereka untuk tetap belajar.
Sekolah yang berpadu dengan pesantren ini di bawah yayasan Ki Gedeng Tapa Jumajan Jati fokus meningkatkan pendidikan kepada anak tidak mampu dan yatim. Dari semangat tersebut, pihak sekolah menggratiskan siswanya belajar dan tidak memungut biaya apapun kepada orang tua siswa.

"Memang sejak awal berdiri pihak yayasan menggratiskan siswa khusus yatim dan tidak mampu. Kami punya harapan besar ketika lulus nanti mereka siap bekerja dan berkualitas namun memiliki akhlak baik karena mereka kami didik bekerja dengan hati," kata Kepala SMK Caruban Nagari Azwar Anas, Rabu (2/5/2018).

SMK Caruban Nagari Cirebon ini hanya memiliki satu jurusan yakni Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Dalam menempuh pendidikan di sekolah tersebut, siswa diwajibkan menjadi santri setempat.

Dia menyebutkan, secara keseluruhan, jumlah siswa pada tahun pelajaran 2017/2018 yakni 104 siswa. Mereka ditempa menjadi pribadi yang memiliki akhlak baik
.
"Ada empat santri tapi tidak sekolah karena mereka sudah putus sekolah sejak SD. Kalau mereka putus sekolah sejak SMP bisa kami usahakan untuk lanjut ke SMK," kata dia.
Kehidupan di sekolah ini berjalan mengalir apa adanya. Para santri dilatih mandiri dengan cara membuat jadwal hingga cuci baju sendiri.

Dia mengaku, sering mendapati siswa yang mampu memutuskan bersekolah di SMK Caruban Nagari Cirebon. Namun tak lama kemudian siswa tersebut mengundurkan diri.

"Alasan orang tua siswa ingin anak punya ilmu agama kebetulan hanya punya relasi di sekolah ini. Saya juga sempat tanya alasan sekolah disini jawabanya ingin merasakan sekolah di tempat anak-anaknya kurang mampu. Tapi hanya tiga bulan, anak tersebut tidak tahan dan mengatakan akan datang lagi kalau sudah sukses dan akan jadi dermawan," aku Azwar.

Bebas Seragam Sekolah

Semangat Belajar Anak Yatim dan Tidak Mampu di SMK Caruban Nagari Cirebon

Azwar mengatakan, selain menggratiskan pendidikan, SMK Caruban Nagari juga membebaskan siswa mengenakan seragam saat belajar. Dia mengatakan, sekolah tidak mewajibkan siswa untuk memakai seragam sesuai standar.
"Beberapa tahun sebelumnya kami malah tidak mempermasalahkan siswa sekolah pakai sarung tapi karena terbentur aturan formal akhirnya kami imbau tidak lagi pakai sarung," ujar dia.
Dia mengatakan, kebijakan tidak memaksa siswa mengenakan seragam sesuai standar lantaran melihat kondisi keuangan orang tua siswa. warna warni seragam sekolah di SMK Caruban Nagari tersebut terlihat ketika memasuki hari Kamis sampai Sabtu.
Dia menyebutkan, hari kami siswa diimbau memakai batik, namun batik yang dipakai tidak seragam. Sekolah membebaskan siswa mengenakan batik dengan corak hingga warna apapun.
"Yang penting kemeja berkerah kalau hari Senin sampai Selasa pakai seragam sekolah dan itu juga tidak dipaksa rabu putih abu-abu," kata dia.
Hari Senin sampai Selasa, sekolah menyarankan siswa mengenakan Pakaian Seragam Asal Sekolah (PSAS). Pakaian yang disediakan sekolah tersebut dibuat patungan antara yayasan dan pihak ketiga.
Orang tua siswa yang membeli seragam PSAS tidak dipaksakan untuk membayar lunas. Pihak sekolah memberi kelonggaran kepada orang tua siswa untuk mencicil pakaian tersebut.
"Yayasan juga mensubsidi dan itu tergantung kemampuan orang tua kalau sampai lulus hanya mampu mencicil Rp 100 ribu ya sisanya yayasan yang subsidi," kata dia.

Jumat, 16 Maret 2018

Lulusan SMK Isi Kelas Pekerja

Sekarang ini makin banyak generasi muda yang telah menekuni didunia kerja. Pasalnya sekolah di tahap Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sangat mungkin beberapa siswa untuk dapat mencicipi dunia kerja lebih cepat tanpa ada mesti melalui masa pendidikan di perguruan tinggi lebih dahulu.
Direktur Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan (Kemdikbud), Mustaghfirin Amin menjelaskan, sesuai sama peta jalan dari Kementerian Perindustrian, tempat pekerja juga akan di sini oleh level menengah.

" Nah level menengah itu yaitu yang dari SMK. Memiliki bentuk seperti ketupat, dibagian bawah yaitu yang skill-nya kurang, ada sedikit. Lalu di tengahnya yaitu mereka yang miliki skill yaitu di tahap SMK, sedang dibagian atas itu level yang tinggi, " tuturnya di Kemdikbud, Jumat (24/6/2016).

Karenanya, kata Mustaghfirin, rasio SMK dibanding SMA butuh ditingkatkan. Di bagian beda, untuk hasilkan lulusan yang dapat bersaing butuh support guru.

" Guru yang mengajar di SMK ini tidak harus lulusan sarjana. Mereka dapat praktisi dari industri yang melakukan penyetaraan. Meskipun dia bukanlah lulusan sarjana tapi bila kalau mereka dapat mengelas, ya kan bermakna mereka dapat mengajar. Jadi mereka diberi kewenangan untuk mengajar. Hal tersebut juga untuk kurangi kekurangan guru,

SMK Muhammadiyah 1 Imogiri Kaget Didatangi Mendikbud

 

SMK Muhammadiyah 1 Imogiri hari ini kehadiran tamu istimewa. Pasalnya, Menteri Pendidikan serta Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy berkunjung ke sekolah itu.

Kunjungan ini adalah sisi dari penguatan sekolah vokasi di Indonesia. Diinginkan, beberapa lulusan di sekokah vokasi atau sekolah menengah kejuruan (SMK) ini nanti dapat terserap didunia kerja sesuai sama ketrampilan serta pengetahuan yang telah mereka peroleh di sekolah itu.
Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Imogiri, Nur Wahyukuntoro menjelaskan, baru tempo hari pagi memperoleh berita kalau Mendikbud juga akan bertandang ke sekolahnya.

" Kami juga pernah kaget, ini beneran atau tidak. Karna kami belum juga sempat berjabat tangan dengan petinggi negara, " katanya di SMK Muhammadiyah 1 Imogiri
Sekolah yang terdapat di Imogiri ini mempunyai empat jurusan yang beberapa besar bertujuan pada otomotif. Jurusan yang ada salah satunya, tehnik kendaraan enteng (TKR), tehnik sepeda motor, baju butik, dan tehnik computer serta jaringan.

Nur juga mengatakan terima kasih atas peluang ini hingga dapat berjumpa segera dengan Mendikbud. " Atas nama sekolah kami mengatakan terima kasih