Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Jumat, 16 Maret 2018

Lulusan SMK Isi Kelas Pekerja

Sekarang ini makin banyak generasi muda yang telah menekuni didunia kerja. Pasalnya sekolah di tahap Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sangat mungkin beberapa siswa untuk dapat mencicipi dunia kerja lebih cepat tanpa ada mesti melalui masa pendidikan di perguruan tinggi lebih dahulu.
Direktur Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan (Kemdikbud), Mustaghfirin Amin menjelaskan, sesuai sama peta jalan dari Kementerian Perindustrian, tempat pekerja juga akan di sini oleh level menengah.

" Nah level menengah itu yaitu yang dari SMK. Memiliki bentuk seperti ketupat, dibagian bawah yaitu yang skill-nya kurang, ada sedikit. Lalu di tengahnya yaitu mereka yang miliki skill yaitu di tahap SMK, sedang dibagian atas itu level yang tinggi, " tuturnya di Kemdikbud, Jumat (24/6/2016).

Karenanya, kata Mustaghfirin, rasio SMK dibanding SMA butuh ditingkatkan. Di bagian beda, untuk hasilkan lulusan yang dapat bersaing butuh support guru.

" Guru yang mengajar di SMK ini tidak harus lulusan sarjana. Mereka dapat praktisi dari industri yang melakukan penyetaraan. Meskipun dia bukanlah lulusan sarjana tapi bila kalau mereka dapat mengelas, ya kan bermakna mereka dapat mengajar. Jadi mereka diberi kewenangan untuk mengajar. Hal tersebut juga untuk kurangi kekurangan guru,

SMK Muhammadiyah 1 Imogiri Kaget Didatangi Mendikbud

 

SMK Muhammadiyah 1 Imogiri hari ini kehadiran tamu istimewa. Pasalnya, Menteri Pendidikan serta Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy berkunjung ke sekolah itu.

Kunjungan ini adalah sisi dari penguatan sekolah vokasi di Indonesia. Diinginkan, beberapa lulusan di sekokah vokasi atau sekolah menengah kejuruan (SMK) ini nanti dapat terserap didunia kerja sesuai sama ketrampilan serta pengetahuan yang telah mereka peroleh di sekolah itu.
Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Imogiri, Nur Wahyukuntoro menjelaskan, baru tempo hari pagi memperoleh berita kalau Mendikbud juga akan bertandang ke sekolahnya.

" Kami juga pernah kaget, ini beneran atau tidak. Karna kami belum juga sempat berjabat tangan dengan petinggi negara, " katanya di SMK Muhammadiyah 1 Imogiri
Sekolah yang terdapat di Imogiri ini mempunyai empat jurusan yang beberapa besar bertujuan pada otomotif. Jurusan yang ada salah satunya, tehnik kendaraan enteng (TKR), tehnik sepeda motor, baju butik, dan tehnik computer serta jaringan.

Nur juga mengatakan terima kasih atas peluang ini hingga dapat berjumpa segera dengan Mendikbud. " Atas nama sekolah kami mengatakan terima kasih

Mendikbud Akan Tambah Penerima KIP

 
Kartu Indonesia Pandai (KIP) jadi satu diantara alternatif untuk siswa kurang dapat untuk dapat memperoleh akses pendidikan ke sekolah. Hal tersebut juga diakui benar oleh Menteri Pendidikan serta Kebudayaan (Mendikbud)
Di SMK Leonardo Klaten umpamanya, ada 100 siswa baru yang mendapatkam KIP. " Dari 260 siswa yang masuk, 100 siswanya gunakan KIP,
Mendikbud mengharapkan jumlah penerima KIP di sekokah itu dapat ditingkatkan. Begitu, banyak siswa yang dapat mengenyam pendidikan. " Bila dapat ditambah sekali lagi penerima KIP, " paparnya.

Dalam peluang itu, Bekas Rektor UMM ini turut lihat kesibukan beberapa siswa yang tengah lakukan praktek. Seperti praktek dalam tehnik permesinan basic. Tampak Muhadjir kadang-kadang bercengkrama dengan beberapa siswa.

Sekolah itu sering kirim siswa ke Jepang sesudah lulus untuk bekerja. " Bila problem dana, dapat dipinjamkan lewat Direktorat Jenderal SMK. Kelak uang itu dapat untuk beli ticket, visa, serta paspor. Kan mereka kelak bekerja di Jepang juga akan digaji, itu dapat ditukar sesudah lulus,

4, 4 Juta Siswa SMK Mesti Jadi Generasi Siap Kerja


Pendidikan vokasi seperti sekolah menengah kejuruan (SMK) disiapkan supaya beberapa siswa dapat terjun segera ke dunia kerja selesai mereka lulus. Begitu, juga akan makin banyak Sumber Daya Manusia (SDM) yang produktif didunia kerja.

Berdasar pada data dari Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan (Kemdikbud), ada 4, 4 juta siswa SMK yang dapat jadi generasi siap kerja. Tenaga kerja tersebut yang diperlukan oleh pemerintah untuk wujudkan visi ekonomi digital secara cepat.
Terkecuali ada sumber SDM lewat BLK (Balai Latihan Kerja) dengan mengarah generasi muda tamatan SD atau SMP yang disebut 62 % dari angkatan kerja, " ungkap Ketua Komite Penyelarasan Tehnologi Info serta Komunikasi (KPTIK), R Dedi Yudiant dalam info tertulis yang di terima Okezone, Jumat (19/8/2016).

Diluar itu, menurut dia sekarang ini banyak pengertian yang salah tentang e-warung, smart city, hingga digital business. Tiap-tiap orang buat definisinya semasing yang belum juga pasti benar.

" Anehnya tak ada yang ingin teriak masalah beberapa pengertian ini, " katanya.

Dedi juga menerangkan kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam menjangkau tujuan ekonomi digital yang masih tetap alami masalah. Terkecuali SDM, Indonesia juga masih tetap kekurangan SDM yang dapat mengelola TIK.

Ekonomi digital sendiri jadi tema paling utama presiden waktu bertandang ke Amerika Serikat pada Februari 2016. Pada 2020, nilai ekonomi yang dapat dibuat dari potensi ekenomi digital menjangkau USS130 miliar atau sekira Rp169 triliun. Permasalahannya yaitu banyak lulusan SMK yang belum juga siap terserap didunia industri.

" Ingin ke mana mereka sesudah lulus? Berkompetisi dengan SMA? Di bagian beda, kesiapan guru serta kurikulum yang sesuai sama standard industri TIK masih tetap mesti dibenahi. Karenanya, perlu bebrapa kursus spesial untuk menguber akselerasi itu

Beberapa ratus Lulusan SMK dari Jawa timur Bekerja di Jepang


sejumlah 380 siswa lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) bekerja dengan status magang di Jepang. Negara dengan julukan Matahari Terbit ini begitu meminati tenaga-tenaga lulusan SMK dari Jawa Timur.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi serta Kependudukan (Disnakertransduk) Propinsi Jawa Timur Sukardo menyebutkan, jumlah lulusan SMK dari Jawa timur paling banyak di banding propinsi beda yang magang di Jepang. Hal semacam ini tunjukkan kalau skill siswa lulusan SMK di Jawa timur tambah baik.
Sukardo menerangkan, sepanjang tiga th. paling akhir beberapa lulusan SMK sudah terseleksi bekerja di bidang Industri, manufaktur, serta bidang yang lain di Jepang. Cara barusan selalu berlanjut. Th. ini telah masuk th. ke-2 untuk pengiriman lulusan SMK dari Jawa Timur ke Jepang.

" Baru saja ini sistem seleksi serta rekrutmen juga sudah menyeleksi sekira 300 siswa lulusan SMK. Sejumlah 60 siswa dinyatakan layak untuk setelah itu juga akan ikuti seleksi step akhir yang juga akan dikerjakan segera oleh pemberi kerja yakni perusahaan asal Jepang, " tuturnya.

Sukardo meneruskan, terkecuali program magang di Jepang, Disnakertransduk Jawa timur juga menggandeng beberapa puluh perusahaan untuk menyerap beberapa siswa lulusan SMK. Berdasar pada catatan yang ada tiap-tiap th. jumlah lulusan SMA serta SMK di Jawa Timur menjangkau 480 ribu siswa dengan dengan jumlah yang meneruskan kuliah cuma 190 ribu atau cuma 40 %.

Mereka yg tidak meneruskan kuliah ditawari untuk masuk ke Balai Latihan Kerja (BLK). " Umumnya meraka yg tidak meneruskan kuliah kami tawari untuk turut kursus kerja di BLK-BLK yang kami punyai, " tuturnya.

Di BLK itu, lanjutnya, juga akan ikuti kursus sepanjang 40 hari atau 320 jam. Sesudah usai juga akan memperoleh sertifikat. Dengan sertifikat itu juga akan memudahkan untuk memperoleh pekerjaan dengan beberapa perusahaan yang sudah bekerja bersama dengan Disnakertransduk Jawa timur

Aktor 'Super-Dede' Berbagi Ilmu Teater di SMKN 1 Sayung

 
Teater Negara SMKN 1 Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mendatangkan aktor sinetron ‘Super-Dede’, yaitu Atut Adi Baskoro, yang tampil di MNC TV. Acara sebagai agenda tahunan itu jadi satu diantara prasyarat pengukuhan anggota baru. Th. ini aktivitas itu dibarengi 35 siswa dari beragam jurusan.

Atut yang bertindak jadi Kucir dalam sinetron ‘Super-Dede’ memberi beberapa materi basic teater, terlebih keaktoran yang mencakup konsentrasi, imajinasi, ekspresi, serta dialog. Menurut Atut, seseorang aktor yang baik mesti yakin diri serta dapat mengontrol emosi saat lakukan satu pertunjukan.
Aktor itu mesti jujur. Saat dia tengah berakting ekspresi natural. Janganlah lakukan suatu hal yang terlalu berlebih atau overconfident, " jelas Atut dihadapan beberapa siswa.

Untuk jadi seseorang aktor, kata Atut, mesti selalu mengasah kekuatan serta banyak membaca, dan lakukan penilaian kehidupan di sekelilingnya jadi rujukan penghayatan untuk memainkan peran tokoh.

" Umpamanya memainkan peran tokoh guru matematika, itu orangnya seperti apa, langkah mengajarnya bagaimana, galak apa lemah lembut, " ucap Atut.

Sesaat Kepala SMKN 1 Sayung, Gigis Mohamad Afnan, memberi animo pada aktivitas Teater Negara.

" Saya dukung semuanya aktivitas teater yang nanti beresiko positif untuk perubahan kreatifitas siswa. Ini paling akhir kali saya mengikuti workshop jadi Kepsek SMKN 1 Sayung, serta ini juga akan jadi masa lalu untuk saya, " ungkap Gigis.

Ia juga mengharapkan ke depan anak muda bisa makin kreatif, terlebih mereka yang bergerak bagian seni, seperti teater. " Mudah-mudahan Teater Negara makin solid serta semakin tingkatkan inspirasi kreasi didunia seni biasanya serta akting terutama

Disdik Jatim Kembangkan SMK Dual-System

Gandeng Kadin Jerman, Disdik Jawa timur Kembangkan SMK Dual-System
Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur serta Kadin Bilateral Jerman bekerja bersama untuk meningkatkan dual-system pada pendidikan di sekolah menengah kejuruan (SMK), yaitu dengan menggabungkan guru di sekolah dengan pelatih didunia industri.

" Cara dual-system pendidikan kejuruan sudah jalan lama di Jerman, " kata Koordinator Program Kerja Sama Kadin, Trier Andreas Gosche di sela proses program 'Ausbildung der Ausbilder' (AdA) di Surabaya
Praktiknya, kata dia, sekolah kejuruan tidak sebatas bekerja bersama dengan industri, tetapi industri juga ikut serta dari mulai pengaturan kurikulum, penyelarasan kursus kerja di sekolah serta di industri, dan penyediaan tenaga pakar vokasi yang berkwalitas, baik di sekolah ataupun industri.

" Dual-system itu mensyaratkan industri ikut serta keseluruhan dalam pendidikan kejuruan. Mereka juga mempunyai pelatih siswa magang yang mempunyai kekuatan pedagogis seperti guru di sekolah, " tuturnya.

Diluar itu, kompetensi pelatih di industri harus juga dilatih dengan pedagogis supaya siswa magang tidak pasif. Mereka dapat bekerja sekalian menerangkan alur kerja di industri.

" Seperti seseorang koki yang bekerja sembari melatih. Dia dapat memasak sembari menerangkan teknik-tekniknya pada siswa, " tutur tenaga pakar IHK Trier itu.

Menurutnya, AdA adalah program spesial untuk melatih beberapa pelatih didunia industri. Keinginan program ini cukup tinggi didunia internasional, mengingat kesuksesan pendidikan kejuruan di Jerman sudah disadari.

" Di Indonesia, program yang dibarengi guru SMK sekalian pelatih di industri ini baru sekali di gelar di Jawa timur. Guru SMK di sekolah dengan pelatih di industri mesti mempunyai jalinan yang sesuai. Itu inti dari kursus ini, " ucap Gosche.

Sesaat Kepala Disdik Jawa timur, Dr Saiful Rachman menjelaskan, dual-system pendidikan kejuruan seperti yang sudah diaplikasikan di Jerman juga akan jadi referensi SMK di Jawa timur.

" Disdik Jawa timur juga akan memastikan industri yang juga akan jadikan referensi untuk SMK untuk mengadakan dual-system. Ini karna jumlah SMK kita cukup tinggi sampai 1. 900 sekolah. Jadi mustahil satu sekolah dengan satu industri, " jelas Saiful.

Bekas Kepala Tubuh Diklat Jawa timur ini mengungkap, langkah ini butuh payung hukum yang pasti. " Satu diantaranya lewat Pergub SMK yang tengah digodok Disdik. Pada umumnya hal tersebut juga akan ditata dalam Pergub SMK, " tuturnya.

Seirama dengan Saiful, Kabid Pendidikan Menengah Kejuruan Disdik Jawa timur, Dr Hudiyono memberikan, proses program AdA yang pertama ini juga akan dikerjakan dalam empat gelombang.

" Tiap-tiap sekolah yang datang telah siap dengan industri yang juga akan jadi mitra dalam proses dual-system pendidikan kejuruan. Memanglah mesti ada dorongan pada industri supaya lebih sadar pada penyiapan sumber daya manusia di Jawa timur, " sebutnya.

Ia memberikan, program ini akan jadi kesempatan untuk industri untuk pilih calon-calon karyawan yang berkwalitas. " Itu telah jalan di Jerman. Mereka yang baik segera dikontrak, yang kurang baik mutunya lari ke pasar kerja