Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Senin, 15 Mei 2017

Ini Daftar Kemendikbud Buka 5 Posko Pengaduan UN 2017

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka daftar posko pengaduan dalam rangka ujian nasional (UN) 2017. Kemendikbud membuka posko pengaduan di bawah lima unit kerja.

Dari rilis yang diterima detikcom dari Humas Kemendikbud, Kamis (6/4/2017), posko UN yang dibuka berada di unit layanan terpadu (ULT) di bawah Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM), Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Badan Penelitian dan Pembangunan (Balitbang), Inspektorat Jenderal (Itjen), dan Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik). Setiap harinya, hasil laporan posko UN masing-masing unit kerja dikoordinasikan oleh BKLM.

Terhitung sejak 1 April lalu, Kemendikbud menerima 47 pengaduan. Jenis pengaduan terbanyak yang disampaikan terkait masukan dan kritik pengawasan dan pelaksanaan UN. Pelaksanaan posko UN SMA dan SMK berlangsung sejak 1 April sampai 13 April 2017.

Berikut daftar posko pengaduan UN 2017:

1. Posko UN di BKLM

a. Telepon: 021-5703303, 57903020
b. SMS: 0811976929
c. Fax: 021-5733125
d. E-mail: pengaduan@kemdikbud.go.id
e. Help-desk: Unit Layanan Terpadu (ULT) Gedung C lantai 1, Kemdikbud, Senayan, Jakarta Pusat.

2. Posko UN di Itjen

a. Telepon: 021-5736943 dan 021-5733716 (24 jam)
b. SMS: 08119958020
c. Fax: 021-5736943
d. E-mail: un.itjen@kemdikbud.go.id
e. Waktu pelayanan: 07.30 WIB-21.00 WIB

3. Posko UN di Puspendik

a. Telepon: 021-3853000
b. SMS: 08111989866
c. Fax: 021-3849451
d. Waktu pelayanan : 08.00 WIB-20.00 WIB
e. E-mail: unpuspendik@kemdikbud.go.id

4. Posko UN di BSNP

a. Telepon: 021-7668590
b. SMS: 081519157000
c. Fax: 021–7668590
d. E-mail: info@bsnp.or.id/sekretariat@bsnp.or.id
e. Waktu pelayanan : 07.30 WIB–16.00 WIB

5. Posko UN di Balitbang

a. Telepon: 021-5725031
b. SMS dan Fax: -
c. Email: sekretariat.un@kemdikbud.go.id
d. Waktu pelayanan: 07.30 WIB-17.00 WIB

Memotret dan Sebarluaskan Soal UN Disanksi Pidana

Siswa dan guru pengawas Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) diingatkan untuk tidak memotret soal ujian dan menyebarluaskannya. Ada sanksi pidana bagi mereka yang melanggar hal ini.

"Mohon disampaikan kepada siswa-siswa yang ikut UN, kepada pengawas, kepada guru, kepada siapapun yang kemungkinan bisa melihat soal itu ingat bahwa memotret kemudian 

menyebarluaskan di berbagai media, itu melanggar UU. Status soal UN itu rahasia negara," ujar Ketua Panitia Pusat UN yang juga Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud, Totok Suprayitno saat dihubungi detikcom, Minggu (8/5/2016) malam.

Menurut Totok, larangan penyebarluasan tidak secara khusus terkait dengan kekhawatiran bocornya soal ujian bagi siswa yang mengikuti UN Berbasis Komputer (UNBK) dengan sesi terpisah ataupun ujian susulan.

Soal UNBK yang terbagi dalam tiap sesi di masing-masing sekolah, dipastikan Totok berbeda. Namun dikhawatirkan foto soal yang diunggah seperti di media sosial malah menimbulkan kegaduhan dalam pelaksanaan UN yang dimulai hari ini.

"Bukan soal ujian yang sama atau tidak. Statusnya soal UN rahasia negara. Memotret soal dan menyebarluaskan itu sama saja menyebarluaskan rahasia negara. Jadi itu terancam dua UU yang dilanggar, UU ITE yang ancamannya 9 tahun atau UU Kerahasiaan Informasi Publik ancamannya 2 tahun," papar dia.

Selain itu, para siswa juga diminta percaya diri menghadapi UN. Berbagai bocoran yang diklaim sebagai jawaban soal ujian harus diabaikan karena siswa wajib jujur dalam mengerjakan soal, seperti dilansir Detik.

"Soal UNKP (UN Kertas Pensil) dan komputer tidak sama, tetapi paling tidak (sebaran bocoran yang diklaim kunci jawaban, red) itu menimbulkan kegaduhan. Anak-anak percaya diri saja, belum tentu yang dipotret soal UN beneran, tapi kan seolah-olah soal UN," ujarnya.

Total siswa yang mengikuti UN SMP/Mts di seluruh Indonesia yang mengikuti UNKP sebanyak 4.052.068 siswa dan yang mengikuti UNBK sebanyak 156.320 siswa. Pada hari pertama ini siswa akan mengerjakan soal ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia. 

Enam Anak Didik Klas II LPKA Blitar Ikut Ujian Nasional SD

Enam anak didik Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA ) Klas II Blitar mengikuti Ujian Nasional setingkat Sekolah Dasar (SD), Senin (15/5/2017).

Mereka terdiri dua anak berasal dari Kediri, satu anak dari Surabaya, satu dari Malang, satu anak dari Lumajang dan satu anak dari Blitar. Yang terlibat kasus narkoba sebanyak satu anak, penganiayaan satu anak, pencurian satu anak dan sisanya terlibat kasus pencabulan di bawah umur.


Kepala LPKA Kls II Blitar, Kristiyanto Wiwoho mengatakan, sesuai UUD 1945 pasal 28 dan UU No 39 tahun 1999 bahwa setiap anak berhak mendapatkan pendidikan, maka LPKA juga menjalankan salah satu fungsinya.

"Fungsi LPKA adalah melakukan pembinaan diantaranya mengentaskan pendidikan dasar dan lanjutan tingkat pertama. Jadi kami bisa melaksanakan UN di dalam LPKA Blitar ini ," jelas Kristiyanto.

Seharusnya ada tujuh anak didik yang mengikuti UN hari ini, namun ada satu anak didik yakni berasal dari Malang tidak datang ikut UN hari ini.

"DA ini statusnya sudah bebas dari kasus pencabulan, namun masih tercatat sebagai peserta UN tingkat SD di sini. Kami sudah menghubungi keluarga yanc bersangkutan di Malang, tapi sampai jam 09.00 wib ternyata tidak datang," ungkap Kristiyanto.

Satu di antara pengawas dari Dinas Pendidikan Kab Blitar, Suprabowo mengatakan, hari ini peserta UN mengerjakan ujian dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia.

" UN dilaksanakan mulai Senin sampai Rabu lalu disusul pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah dari Jumat sampai Sabtu ," jelasnya.

Sementara untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, terang Suprabowo, untuk tahun ini dihilangkan. "Bahasa Inggris tahun ini tidak masuk muatan lokal. Jadi hanya untuk ekstra persiapan masuk SMA," tambahnya.

Selama ini, anak didik di LPKA Kls II Blitar rutin mendapat pelajaran. Bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota dan Kab Blitar, proses belajar mengajar dilaksanakan mulai Senin sampai Sabtu tiap pukul 08.00 sampai 12.00 wib. 

Meski Lumpuh Kayla Semangat Ikut UN SD di Soreang Bandung

Kayla Maylani (12) duduk di kursi barisan pertama sebelah kiri di salah satu ruang ujian. Siswi SDN Cibogor 1 Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, itu tetap semangat ikut hari pertama Ujian Nasional (UN) meski kondisinya lumpuh.

Sejak usia tatu yahun, Kayla mengidap osteoporosis dini atau pengeroposan tulang. Kondisi tersebut membuat ia tidak mampu berjalan.

Kayla dipangku ayahnya, Yeyep Tedi Setiadi (40), menuju ruang 03 di gedung sekolah tersebut. Bocah perempuan itu lalu menempati bangku ujian. Berbeda dengan murid lainnya, Kayla harus duduk di bangku khusus yang dilapisi bantal agar bokong tidak terasa sakit.

Di bangku itu, dalam tengat waktu dua jam terhitung dari Pukul 08.00-10.00 WIB, Kayla dapat menuntaskan soal UN mata pelajaran Bahasa Indonesia sebelum waktu yang ditentukan habis.

Usai ujian, Kayla digendong oleh ibunya, Heni Herawati (44), keluar ruangan. "Kayla sehat dan bisa mengikuti UN. Tidak kerasa sudah mau masuk SMP lagi," kata Hera kepada detikcom di SDN Cibogor 1 Soreang, Jalan Raya Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (15/5/2017).

Semangat Kayla Ikut UN SD di Soreang Bandung Meski LumpuhKayla salah satu siswi berprestasi di SDN Cibogor 1 Soreang. Foto: Wisma Putra

Demi memberi semagat kepada anaknya itu, Hera harus cuti selama tiga hari. "Saya bekerja di Kemenag Baleendah, ambil cuti demi menyemangati Kayla. Biasanya sehari-hari Kayla diantarkan kakeknya," tutur Hera.

Kayla tersenyum. Ia mengaku tidak kesulitan menjawab seluruh pertanyaan berjumlah 50 soal berupa plihan pilihan ganda. "Alhamdullilah, ngerjain soalnya lancar dan selesai sebelum waktu yang ditentukan," ucap Kayla.

Seabreg persiapan dilakoni Kayla jauh hari sebelum UN. "Belajar setiap hari, latihan soal, les bimbel seminggu sekali dan belajar melalui aplikasi online. Semoga mendapatkan nilai yang memuaskan, setelah lulus nanti saya mau melanjutkan ke SMPN Negeri 1 Soreang," ujar Kayla.

Kayla salah satu siswi berprestasi di SDN Cibogor 1 Soreang. Setiap kenaikan kelas Kayla selalu mendapat ranking satu. Meski setiap hari harus digendong ke sekolah, semangat Kayla menjadi inspirasi teman-temannya.

"Pelaksanaan UN hari pertama dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia di SDN Cibogor 1 Soreang dan diikuti sebanyak 54 siswa berjalan lancar," kata Kepala Sekolah SDN Cibogor 1 Soreang Amir Sumantarya.

Amir mengungkapkan, dari jumlah siswa yang mengikuti UN, Kayla yang banyak mencuri perhatian. Kendati Kayla lumpuh dan tidak bisa berjalan, kegigihan Kayla melebihi siswa lainnya.

"Saya sangat mengapresiasi semangatnya selama Kayla sekolah. Meski setiap hari harus digendong ibu, ayah atau kakeknya, Kayla tetap semangat dan tidak pernah sedikitpun mengeluh dengan kondisi fisiknya," tutur Amir. 

Sejumlah SMK di Garut Numpang UNBK di Sekolah Lain

Pelaksanaan Ujian Nasional baik berbasis komputer maupun berbasis kertas untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) digelar serentak hari ini, Senin (3/4/2017) di seluruh Indonesia. Di Garut, Jawa Barat, sebanyak 91 dari total 106 SMK baik negeri maupun swasta melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Namun beberapa sekolah kejuruan yang melaksanakan UNBK terpaksa harus menumpang di sekolah lainnya. Salah satunya di SMKN 1 Garut. Dua sekolah yaitu dari SMKN 14 dan SMK Bahrul Ulum menumpang di sekolah tersebut. Sehingga sebanyak 936 siswa secara bergantian melaksanakan UNBK.

"Kita berlakukan tiga sesi, yang diperbolehkan oleh pemerintah semua juga sama yaitu tiga sesi. Kami memiliki 425 Komputer, jadi 400 siswaan ditiap sesinya," ujar Ketua MKKS SMK Garut, Dadang Johar, kepada wartawan di SMKN 1 Garut, Jalan Cimanuk, Senin (3/4/2017).

Di hari pertama ujian nasional ini, siswa SMK diujikan mata pelajaran Bahasa Indonesia, disusul dengan pelajaran Matekmatika, Bahasa Inggris, dan satu mata pelajaran sesuai jurusan di hari selanjutnya. 

Pelaksanaan UN untuk jenjang SMK sendiri dilaksanakan mulai hari ini Senin hingga Kamis 6 April mendatang, sedangkan untuk tingkat SMA, UN akan dilaksanakan mulai tanggal 10-13 April 2017. 

Pelajar di Yogyakarta Tewas Dibacok

Kasus kekerasan terhadap pelajar hingga tewas kembali terjadi di Yogyakarta. Korban tewas dibacok di lokasi yang dekat dengan kantor pemerintah Balaikota Yogyakarta.

Korban bernama Ilham Bayu Fajar (17) yang merupakan siswa SMP Piri 1 Yogyakarta. Korban diserang sekelompok orang tidak dikenal dengan menggunakan senjata tajam di jalan Kenari yang berada dekat dengan kantor Pemkot Yogyakarta pada hari Minggu (12/03/2017) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Korban sempat dilarikan ke RS Islam Hidayatulloh Yogyakarta, namun jiwanya tidak tertolong. Korban mengalami luka di bagian dada depan dan tembus ke belakang karena senjata tajam.

Kanit Reskrim Polsek Umbulharjo Yogyakarta, Iptu Supatno mengatakan perisitwa bermula saat korban berboncengan sepeda motor dengan kakaknya dan teman-temannya usai pulang bermain bilyard di Jl Solo. Namun sampai di sekitar stadion Mandala Krida, korban dan temannya dihadang sekelompok orang yang menggunakan sepeda motor.

Baca: Aksi Pembacokan Pelajar di Yogya, 2 Orang Luka Bacok

Kelompok penyerang mengejar korban dan melakukan pembacokan di sekitar Jl Kenari atau utara kantor Balaikota Yogyakarta.

"Korban berboncengan dengan kakaknya. Kakaknya awalnya tidak tahu jika adiknya dibacok. Adiknya sempat terjatuh dan ditolong warga, kemudian dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal oleh dokter setelah sampai di RS," kata Supatno di lokasi kejadian, Minggu(12/3/2017).

Korban saat dibuntuti tidak curiga karena merasa tidak punya musuh dan tidak mempunyai permasalahan sebelumnya. Sejumlah saksi telah diperiksa oleh polisi dalam kasus tersebut.

"Kami sudah minta keterangan dari para pelaku. Pelaku dalam pengejaran," katanya.

Sementara itu Orangtua korban meminta pihak berwajib bertindak cepat untuk menangkap para pelakunya. Orangtua, keluarga, dan teman-teman korban histeris saat jenazah tiba di rumah duka di jalan Gedongkuning Selatan, Banguntapan, Bantul, DIY, Minggu (12/3/2017). Sebelum dibawa ke rumah duka, jenazah korban diautopsi di RS Dr Sardjito Yogyakarta. 

Ayah korban, Tedi Efrienza mengatakan menyerahkan kasus ini kepada pihak polisi. Dia juga meminta agar pelaku segera ditangkap secepatnya dan mendapat hukuman seberat-beratnya.

"Saya dapat kabar Ilham (korban) dibeset, ditusuk dada sebelah kanan. Saya langsung cek ke RS, tetapi sudah meninggal. Ilham saat itu keluar diboncengin sama kakaknya. Ia meninggal dipangkuan kakaknya," kata Tedi di rumah duka. 

Menurutnya, korban adalah sosok yang pendiam dan ramah. Tidak menyangka kejadiannya begitu cepat yang menyebabkan putranya meninggal. Keluarga merasa sangat kehilangan atas kepergian Ilham. Ilham adalah anak ke 2 dari 4 bersaudara.

Ia menjelaskan, anaknya yakni Ilham sedang keluar rumah berboncengan dengan kakaknya Fernando Suryo Pangestu(19). Di tengah jalan saat akan pulang dihadang sekelompok orang. Anaknya sempat dilempar dengan botol minuman keras dan dikejar dengan menggunakan sepeda motor. Di utara kantor Balaikota Yogyakarta anaknya dibacok oleh kelompok tersebut.

Ditunggangi Alumni, Antar Pelajar di Bekasi Tawuran

Tawuran antar pelajar di Bekasi, Jawa Barat, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka bacok. Polisi mengatakan tawuran itu ditunggangi oleh alumni.

"Aksi tawuran tersebut ditunggangi oleh beberapa alumni dari SMA Insan Bina Kamil Jatikramat," kata Kapolres Bekasi Kota Kombes Hero Hendrianto Bachtiar kepada detikcom, Minggu (12/3/2017).

Tawuran di Kelurahan Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi, terjadi Sabtu (11/3) sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, korban luka, Abigail yang pulang sekolah disuruh kumpul oleh 11 alumni sekolah Bina Insan Kamil inisial B, I, F, Y, U, A, G, D, L, K dan I.

Lalu, Abigail bersama 40 orang rekannya berjalan kaki dari arah Jatikramat menuju Cikunir. Mereka lalu bertemu dengan rombongan korban meninggal, Edi Gilang Febriyanto, dan rekan-rekannya dari SMK Abdi Karya sebanyak 50 orang di wilayah Kelurahan Jatibening, Pondok Gede, Bekasi.

"Langsung terjadi tawuran kedua kelompok pelajar tersebut yang mengakibatkan korban Egi Gilang Febriyanti mengalami luka tusuk pada bagian leher sebelah kanan," katanya.

Baca juga: 1 Pelajar SMK Tewas Akibat Tawuran Pelajar di Bekasi

Tawuran antarpelajar itu kembali terjadi di Jl. Raya Kodau, Jatimekar, Jatiasih, sekitar pukul 14.15 WIB. Akibatnya, korban Abigail mengalami luka bacok di bagian punggung kiri dan lecet di pundak kanan.

Edi Gilang lalu diantar temannya ke RS Mitra Makmur pukul 14.30 WIB dan sudah dalam keadaan meninggal. Sementara pukul 14.40 WIB, korban Abigail diantar rekannya ke rumah sakit yang sama.

"Menurut keterangan korban Abigail bahwa yang melakukan pembacokan terhadap korban meninggal dunia yaitu alumni dari Sekolah Insan Bina Kamil Jatikramat dengan ciri memakai kaos sweter warna hitam topi warna hijau," ujarnya.