Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Rabu, 15 November 2017

Tahun Ini Hari Guru Nasional Libatkan Seribu Guru

Tahun Ini Hari Guru Nasional Libatkan Seribu Guru
Menyongsong peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2017, Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan (Kemendikbud) juga akan mengadakan rangkaian acara “Pekan Kreatifitas serta Animo Guru serta Tenaga Kependidikan. ” 

Aktivitas itu gagasannya di hadiri seribu guru serta tenaga kependidikan dari semua Indonesia. 

Minggu Kreatifitas serta Animo Guru serta Tenaga Kependidikan berjalan 23 sampai 26 November 2017. Aktivitas ini adalah wahana untuk menuangkan inspirasi, ide, serta mencari jalan keluar atas gosip atau persoalan strategis pendidikan. 

Proses rangkaian aktivitas dibagi pada sebagian tempat serta pembukaan gagasannya dikerjakan ditempat semasing direktorat. 

Aktivitas Hari Guru salah satunya, Simposium Nasional Kepala Sekolah serta Pengawas Sekolah 2017, beragam lomba untuk guru serta tenaga kependidikan, pameran beberapa produk pendidikan serta kebudayaan. 

Pameran itu juga akan dibarengi oleh semua unit paling utama serta partner kerja Kemendikbud. Pameran berjalan sepanjang dua hari, yakni pada 24- 25 November 2017 di Plaza Insan Berprestasi, Gedung Ki Hajar Dewantara, Kantor Kemendikbud. 

Beberapa siswa juga dilibatkan pada peringatan Hari Guru Nasional th. ini. Gagasannya, siswa-siswa SMK juga akan menghadirkan karya terbaiknya waktu panggung hiburan. 

Semua rangkaian Minggu Kreatifitas serta Animo Guru serta Tenaga Kependidikan berlanjut dengan penyerahan penghargaan pada pemenang Lomba Penulisan Naskah untuk Guru Pendidikan Menengah 2017, Lomba Inovasi Pendidikan Ciri-khas Bangsa, serta Lomba Inovasi Evaluasi serta Pengelolaan Unit Pendidikan Pendidikan Anak Umur Awal serta Pendidikan Orang-orang. 

Disamping itu, puncak peringatan Hari Guru Nasional diadakan pada Sabtu (25/11/2017) yang didahului dengan upacara. 

Menteri Pendidikan serta Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dijadwalkan melakukan tindakan jadi pembina upacara. Upacara diawali jam 08. 00 WIB di halaman Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta.

Jumat, 10 November 2017

Guru SD Diajak untuk Aktif dalam Menulis Karya Ilmiah

Guru SD Diajak untuk Aktif dalam Menulis Karya Ilmiah
Pemerintah mendorong beberapa guru pendidikan basic untuk giat menulis karya ilmiah untuk menebarkan inspirasi, ide, dan hasil penelitiannya. 

Karenanya, Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Basic Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan (Kemendikbud) mengadakan Seminar Nasional Guru Pendidikan Basic Berprestasi 2017. 

Seminar yang di gelar pada 7 sampai 10 November 2017 di Hotel Kartika Chandra Jakarta itu bertopik “Membangun Guru Pendidikan Basic yang Profesional serta Berkarakter. ” 

Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Basic Anas M. Adam menyebutkan, guru mengemban pekerjaan paling utama mendidik, mengajar, menuntun, mengarahkan, melatih, menilainya, serta mengevaluasi peserta didik. 

Supaya guru bisa melakukan tugasnya dengan baik, ia meneruskan, jadi guru harus tingkatkan kompetensi untuk pengembangan profesinya dan penguatan pendidikan ciri-khas. 

Menurutnya, pengembangan keprofesian guru bisa dikerjakan lewat beragam langkah. Satu diantaranya dengan melatih kekuatan menulis karya ilmiah. 

Direktorat Jenderal Guru serta Tenaga Kependidikan Kemendikbud membuat seminar nasional untuk untuk mempublikasikan karya ilmiah beberapa guru pendidikan basic. 

“Karya ilmiah beberapa guru butuh dipublikasikan pada khalayak lewat Seminar Nasional Pendidikan Basic 2017, ” kata Anas dalam tayangan pers, Jumat (10/11/2017). 

Seminar yang dibarengi 240 orang guru dari 29 daerah itu adalah satu diantara langkah untuk menyebabkan kreatifitas serta jadi fasilitas untuk berinovasi untuk guru. 

Mengenai subtema yang bisa diambil beberapa guru yakni pengembangan karier guru, pengembangan kompetensi guru, penguatan pendidikan ciri-khas, penambahan kualitas evaluasi, pengembangan literasi basic, pedagogik literasi digital, evaluasi berbantuan tehnologi info, evaluasi tehnologi digital bergerak (mobile learning), perlindungan guru, dan pengembangan ketrampilan era 21. 

Subtema itu di tawarkan sesuai sama kondisi serta keadaan orang-orang terbaru, terutama didunia pendidikan. 

Pedagogik literasi digital 


Beberapa besar guru pilih subtema penambahan kualitas evaluasi. Sesaat, subtema pedagogik literasi digital paling sedikit diambil. 

Walau sebenarnya, Menteri Pendidikan serta Kebudayaan Muhadjir Effendy mendorong orang-orang untuk melek literasi digital. Maksudnya, internet bisa jadi fasilitas yang positif untuk orang-orang. 

" Penekanannya tidak cuma apa atau bagaimana alat-alat tehnologi info serta komunikasi, internet, sosial media itu dipakai, namun untuk apa? Serta itu yang terutama, " tutur Muhadjir, Jumat (3/2/2017). 

Muhadjir siap ikut serta dalam proses literasi digital serta bersedia bekerja sama juga dengan Kementerian Komunikasi serta Informatika. 

Menurutnya, dunia maya sekarang ini makin dipenuhi content berbau berita bohong, ujaran kebencian serta radikalisme, bahkan juga beberapa praktek penipuan. 

Kehadiran content negatif yang mengakibatkan kerusakan ekosistem digital itu cuma dapat ditangkal dengan membuat kesadaran semasing individu. 

Dengan terdapatnya kesadaran itu diinginkan orang-orang dapat membuat beberapa content positif yang mendorong produktivitas.

Selasa, 31 Oktober 2017

Guna Tanamkan Sikap Toleran di Masyarakat Perlu Adanya Edukasi

Guna Tanamkan Sikap Toleran di Masyarakat Perlu Adanya Edukasi
Staf Spesial Menteri Pendidikan serta Kebudayaan Fajar Riza Ul Haq kembali mengutamakan perlunya pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai kebudayaan Indonesia. 

Fajar mengajak semua unsur pendidikan, dari mulai institusi, sivitas akademika, serta semua pemangku kebutuhan (stakeholders) pendidikan Tanah Air untuk mengerti peranan perlu itu. 

Menurut Fajar, ada dinamika global yg tidak dapat dijauhi, yaitu pertemuan nilai-nilai kebudayaan antar-bangsa serta peradaban, yang semestinya dipahami dalam konteks dialog serta sama-sama memperkaya, bukanlah berbenturan atau bahkan juga sama-sama berkonflik. 

“Indonesia yang berkebudayaan hari ini mesti memprioritaskan nilai-nilai budaya perkembangan, keterbukaan, toleransi, solidaritas sosial, usaha keras, serta meritokrasi berdasar pada prinsip-prinsip keadilan serta kemanusiaan, " ucapnya dalam seminar yang di gelar di aula STKIP Muhammadiyah Bogor, Selasa (31/10/2017). 

" Hal semacam ini makin relevan di waktu umum kita dibelah oleh gosip pribumi serta nonpribumi, dan ancaman perpecahan yang menghantui bersamaan mengerasnya jati diri keagamaan dalam pilihan politik, ” tutur Fajar. 

Di sinilah pekerjaan besar dunia pendidikan yang menurut Fajar adalah fasilitas paling ampuh dalam mentransformasikan nilai-nilai kebudayaan yang berkarakter perkembangan. 

“Institusi pendidikan yang berkemajuan lahir dari imajinasi Indonesia yang berkebudayaan serta menyangga budaya perkembangan, ” ucap Fajar. 

Mengingat histori serta budaya 


Dalam seminar “Peningkatan Kualitas Pendidikan serta Penguatan Nilai Kebudayaan untuk Indonesia Berkemajuan”, Fajar mengemukakan kalau Indonesia sebenarnya mempunyai perjalanan budaya yang panjang. 

“Jauh sebelumnya Indonesia merdeka pada th. 1945, beragam unsur peradaban dunia sudah datang, tumbuh berkembang, berpadu, serta bersenyawa dengan unsur-unsur kebudayaan, termasuk juga system kepercayaan, yang sudah lama berada di nusantara, ” tutur Fajar. 

Fajar menyatakan, membuat Indonesia berkebudayaan tidaklah project yang juga akan berhenti di satu titik serta bukanlah juga sistem statis yang ajek. Perjalanan berikut yang lalu jadikan Indonesia jadi satu negeri yang semestinya mempunyai jati diri terbuka, kosmopolit, adaptif, serta memprioritaskan serasi. 

Karenanya, Fajar tawarkan pentingnya membaca ulang Indonesia jadi bangsa yang berkebudayaan ketika bangsa ini masuk gejolak era ke-21. 

Seminar yang dihelat oleh STKIP Muhammadiyah Bogor itu juga di hadiri oleh pembicara Koordinator Kopertis Lokasi IV Jawa Barat Prof Dr Uman Suherman, AS, MPd, serta Ketua STIKIP Muhammadiyah Bogor Yusfitriadi, MPd.

Senin, 30 Oktober 2017

Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-89 dengan Pesan "Berani Bersatu"

Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-89 dengan Pesan "Berani Bersatu"
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 dihiasi dengan pesan pemerintah untuk " Berani Bersatu ". Ajakan ini di inspirasi dari semangat 71 pemuda dari beragam penjuru nusantara yang sudah berikrar untuk jadi satu nusa, satu bangsa, serta satu bhs 89 th. yang lalu. 

Waktu upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di kantor pusat Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan (Kemendikbud) Jakarta (30/10/2017), Kepala Tubuh Pengembangan serta Pembinaan Bhs, Dadang Suhendar dalam pidatonya mengemukakan ajakan pemerintah untuk pemuda masa saat ini supaya " Berani Bersatu " untuk melanjutkan semangat Sumpah Pemuda saat itu. 

Ia melukiskan begitu jauhnya jarak pada tempat Mohammad Yamin di Sawah Lunto dengan Johannes Leimena di Ambon. Dengan jarak 4. 000 km yang nyaris sama juga dengan jarak pada Jakarta dengan Shanghai serta minimnya.kurang tersedianya moda transportasi waktu itu, tetapi tidak jadi penghambat untuk mereka untuk berjumpa dengan pemuda yang lain untuk berdiskusi dengan. 

" Kenyataan histori tunjukkan kalau sekat serta beberapa batasan itu tidak jadi rintangan untuk beberapa pemuda Indonesia untuk bersatu untuk harapan besar Indonesia. Berikut yang kita sebut dengan 'Berani Bersatu' ", katanya. 

Dadang juga mengajak untuk mengukuhkan persatuan serta kesatuan Indonesia serta hentikan semua bentuk perbincangan yang menghadap pada perpecahan bangsa. " Kita semestinya malu dengan beberapa pemuda 1928 dan Bung Karno karna masih tetap mesti bergelut di bebrapa masalah ini. Telah waktunya kita mengambil langkah ke maksud yang semakin besar, yakni wujudkan kesejahteraan serta keadilan sosial untuk semua rakyat Indonesia, " terang Dadang. 

Mengutip pesan dari Bung Karno, " Janganlah mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda. Bila sebatas mewarisi abu, saudara-saudara juga akan senang dengan Indonesia yang saat ini telah satu bhs, satu bangsa, serta satu tanah air. Tapi ini bukanlah maksud akhir, " pesan sekalian ajakan untuk pemuda masa saat ini untk berani bersatu melawan semua bentuk usaha yang menginginkan memecah belah persatuan serta kesatuan bangsa.

Sumber: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

Jaga Keragaman, Hayati Makna Lagu Indonesia Raya ungkap Mendikbud

Jaga Keragaman, Hayati Makna Lagu Indonesia Raya ungkap  Mendikbud
Peringatan hari Sumpah Pemuda ke-89 disemarakkan Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan (Kebudayaan) dengan mengadakan konser akbar lagu Indonesia Raya tiga stanza di Aula Simfonia, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (28/10). Mendatangkan alumni gabungan nada serta orkestra Gita Bahana Nusantara (GBN), aktivitas yang diadakan Direktorat Jenderal (Ditjenbud) ini mempunyai tujuan untuk menggelorakan nasionalisme generasi muda. 

Sampai kini orang-orang mengetahui lagu Indonesia Raya cuma satu stanza, walau sebenarnya syair pada stanza ke-2 serta ke-3 penting juga untuk di ketahui, dipahami serta dihayati. Arti syair lagu Indonesia Raya, menurut Menteri Pendidikan serta Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, sebaiknya bisa diresapi hingga menumbuhkan rasa cinta pada tanah air serta bangsa. 

" Melindungi keanekaragaman yang mengagumkan ini tidak gampang. Jadi, tak ada alternatif lain untuk menanamkan kecintaan pada tanah air, pada keberagaman Indonesia, mulai sejak awal serta dengan terus-terusan, " di sampaikan Mendikbud. 

Kemendikbud mengajak orang-orang untuk mengambil serta mengetahui bermacam versus lagu kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza bersama partiturnya lewat situs laguindonesiaraya. id. Terkecuali versus unisono, ada juga versus piano, simphoni, serasi, serta fanfare. Terkecuali type audio, orang-orang dapat juga mengambil lagu kebangsaan berbentuk video. 

Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjenbud) Hilmar Farid mengatakan aktivitas sosialisasi lagu Indonesia Raya tiga stanza adalah langkah mengingatkan kembali mengenai perjalanan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang di ciptakan oleh pemuda pejuang Wage Rudolf Supratman. " Mungkin saja banyak dari yang belum juga mengerti lagu kebangsaan kita terbagi dalam tiga stanza, karna punya kebiasaan menyanyikan satu stanza, " lapor Hilmar. 

Alumni gabungan nada serta orkestra Gita Bahana Nusantara terbagi dalam 300 orang yang datang dari beragam lokasi nusantara. Beberapa alumni GBN yang datang dari th. 2011 s/d 2017 siang hari ini beberapa besar kenakan baju kebiasaan dari daerah aslinya semasing. Nuansa kebinekaan tercermin dalam konser akbar yang diadakan Direktorat Kesenian Kemensikbud. 

Dalam konser spesial siang hari ini, alumni GBN di pimpin Sapta Ksvara Kusbini dengan konduktor pendamping Surtihadi, dan ikut disemarakkan tampilan Virzha serta Nowela alumni Indonesian Idol. 

Sosialisasi Lagu Indonesia Raya Tiga Stanza 

Dorongan untuk menggelorakan kembali nasionalisme di kelompok generasi muda melatarbelakangi aktivitas perekaman ulang lagu Indonesia Raya tiga stanza oleh Gita Bahana Nusantara di studio Lokananta, Solo, th. 2017. 

" Aktivitas perekaman ulang lagu Indonesia Raya tiga stanza oleh Gita Bahana Nusantara ini ditujukan untuk memperkuat jati diri serta ciri-khas kebangsaan generasi muda, " tutur Dirjen Hilmar Farid. 

Dalam beragam peluang sering lagu Indonesia Raya dinyanyikan atau dibawakan tidak cocok dengan ketentuan atau aturan yang berlaku. Diluar itu, banyak yang menyanyikan syair, menghadirkan sikap tubuh serta langkah memimpin menyanyikan lagu kebangsaan dengan kurang pas. Pergi dari hal itu, Kemendikbud melakukan sosialisasi lagu kebangsaan Indonesia Raya ke beragam pemangku kebutuhan pendidikan serta kebudayaan. 

Sesuai sama Undang-Undang Nomor 24 Th. 2009 mengenai Bendera, Bhs, serta Simbol Negara dan Lagu Kebangsaan, pasal 59 ayat (2) mengatakan lagu kebangsaan bisa diperdengarkan serta/atau dinyanyikan dalam rangkaian program pendidikan serta pengajaran. 

Haryono, Deputi Advokasi Unit Kerja Presiden bagian Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) menyongsong baik gagasan Kemendikbud untuk menyosialisasikan lagu Indonesia Raya tiga stanza. Diharapkannya ke depan lagu Indonesia Raya tiga stanza bukan sekedar disosialisasikan pada kelompok pelajar serta pendidik saja, tetapi juga ke beragam kelompok. Karenanya, UKP-PIP juga akan mendorong penguatan sosialisasi lagu kebangsaan seperti di ciptakan serta sempat dipakai jadi lagu perjuangan. 

" Saya sepakat dengan imbauan pak menteri tidak untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan sepotong-sepotong, " tutur Haryono.

Sumber: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

Konser Akbar Indonesia Raya Tiga Stanza Digelar Guna Memperingati Hari Sumpah Pemuda

Konser Akbar Indonesia Raya Tiga Stanza Digelar Guna Memperingati Hari Sumpah Pemuda
Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda yang diperingati tiap-tiap 28 Oktober, Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan (Kemendikbud) mengadakan Konser Akbar Indonesia Raya Tiga Stanza. Sejumlah 300 orang alumni Gita Bahana Nusantara tampak memukau di Aula Simfonia Jakarta, Sabtu siang (28/10/2017). Mereka membawakan tujuh lagu, yakni Bangun Pemuda-Pemudi, Bendera, Pancasila Tempat tinggal Kita, Indonesia Jaya, Medley Nusantara, Indonesia Raya Tiga Stanza, serta ditutup dengan Bagimu Negeri. 

Dalam Medley Nusantara, lagu daerah yang dibawakan diantaranya Bungong Jeumpa dari Aceh serta Bolelebo dari Nusa Tenggara Timur. Alumni Gita Bahana Nusantara yang tampak dalam Konser Akbar Indonesia Raya Tiga Stanza terbagi dalam tim gabungan nada (226 orang) serta tim orkestra (74 orang). Mereka di pimpin oleh Sapta Ksvara Kusbini jadi konduktor. Sapta Kusbini adalah putra ke-7 pakar musik Indonesia, Kusbini. Tampilan mereka disemarakkan juga oleh Virzha Idol serta Nowela Idol yang tampak dalam lagu Pancasila Tempat tinggal Kita serta Bendera. 

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan serta Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mendorong supaya selalu dikerjakan sosialisasi lagu Indonesia Raya Tiga Stanza untuk melindungi keanekaragaman Indonesia yang begitu mengagumkan jumlahnya. “Pilihan yang pas yaitu dengan menanamkan rasa cinta Tanah Air mulai sejak awal terus-terusan, ” katanya. Ia juga mengajak orang-orang mengetahui kembali lagu Indonesia Raya dengan utuh serta lengkap lewat situs laguindonesiaraya. id. Lewat situs itu, ada macam versus lagu Indonesia Raya, baik versus unisono, piano, simponi, serasi serta fanfare yang bisa didownload serta dipakai. 

Disamping itu, Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan kalau aktivitas ini jadi langkah yang baik untuk mengingatkan kembali perjalanan panjang lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang di ciptakan oleh W. R Supratman. Terlebih banyak yang belum juga ketahui serta hapal benar lirik lagu Indonesia Raya tiga stanza, hingga acara ini dipandang jadi momentum pas dalam menyosialisasikannya. 

“Mungkin banyak dari yang belum juga mengerti lagu kebangsaan kita terbagi dalam tiga stanza, karna punya kebiasaan menyanyikan satu stanza, ” katanya. 

Ada dua landasan hukum yang kuat mengenai Lagu Kebangsaan Indoensia Raya, yakni Undang-Undang Nomor 24 Th. 2009 mengenai Bendera, Bhs, serta Simbol Negara, serta Peraruran Pemerintah Nomor 44 Th. 1958. Berdasar pada dua landasan hukum itu, tampak kalau lagu kebangsaan begitu perlu dalam rencana penguatan rasa nasionalisme serta cinta tanah air. Dalam konteks penguatan pendidikan ciri-khas bangsa, lagu Indonesia Raya juga mempunyai arti yang begitu perlu. 

Lewat Konser Akbar Indonesia Raya Tiga Stanza, diinginkan lagu kebangsaan Indonesia Raya Tiga Stanza tersosialisasikan dengan baik, hingga dapat menumbuhkan rasa cinta pada Tanah Air, bisa menghormati ketidaksamaan, memupuk rasa kebersamaan di kelompok generasi muda supaya dapat memperkuat jati diri serta membuat ciri-khas bangsa.

Sumber: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

Naya, Sosok Pegiat Literasi Cilik asal Sleman

Naya, Sosok Pegiat Literasi Cilik asal Sleman
Sore itu Minggu (22/10/2017) di Dusun Ngelo Pendowoharjo Kabupaten Sleman, beberapa puluh anak-anak berkumpul di halaman tempat tinggal seseorang tokoh orang-orang dusun itu. Satu motor beroda tiga yang dimodifikasi jadi perpustakaan keliling terlihat terparkir di satu tempat yang teduh. Seseorang gadis kecil, Nayahani Imara Wijaya (11) terlihat tengah membacakan narasi dimuka anak-anak yang berkumpul di halaman itu. 

Hari itu Naya, panggilan gadis kecil itu, tengah membacakan narasi Bubuksah serta Gagangaking, narasi mengenai dua anak bersaudara yang juga akan diterkam harimau, tetapi selamat karena kepintaran mereka. Naya menceritakan dengan lincah, ekspresif, serta kadang-kadang disertai riuh tepuk tangan anak-anak pendengarnya. Diakhir pembacaan dongeng, Naya mengajak anak-anak yang ada untuk pilih buku, serta selekasnya membaca. 

Telah jadi aktivitas teratur untuk Naya, temani ayahnya berkeliling-keliling dari kampung ke kampung dengan perpustakaan kelilingnya. Bapak Naya, Nuradi Indra Wijaya (41) yang disebut pendiri Tempat tinggal Pandai Mata Aksara, yaitu pegiat literasi yang sepanjang lebih dari sepuluh th. aktif menumbuhkan budaya membaca di orang-orang. 

Naya bukan sekedar pintar mendongeng serta menceritakan, tetapi siswi kelas 5 sekolah basic itu juga pintar bermain sulap. Ia juga seringkali sharing rahasia sulap pada anak-anak sepantarannya. 

Gadis kecil yang telah lancar membaca mulai sejak umur empat th. itu menginginkan supaya di tiap-tiap dusun ada perpustakaan meskipun kecil, hingga anak-anak tidak mesti menanti datangnya perpustakaan keliling hanya sekedar untuk membaca buku. " Saya menginginkan supaya di tiap-tiap dusun ada sudut baca, jadi tak perlu senantiasa bergantung dengan perpustakaan keliling. Dengan terdapatnya sudut baca itu pastinya akan banyak anak-anak yang dekat dengan buku serta pada akhirnya sukai membaca, " tutur siswi SD Jenis Ngemplak Sleman itu. 

Ia juga menginginkan pemerintah mengimbau orang-orang menyumbangkan buku-buku mereka untuk sudut baca supaya koleksi bukunya banyak, hingga menarik ketertarikan anak-anak untuk datang ke sudut baca. " Telah kita berikan ke Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan supaya ada imbauan pada beberapa orangtua untuk menyumbangkan buku-buku mereka manfaat isi sudut baca atau taman bacaan, " tutur anak ke-2 dari dua bersaudara itu. 

Beragam prestasi di bagian menulis serta menceritakan sempat ia capai. Paling akhir Naya ada mewakili Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam arena Animo Sastra Siswa Sekolah Basic yang di gelar Direktorat Pembinaan Sekolah Basic (PSD) Kemendikbud di Bogor Jawa Barat, tanggal 26 hingga 28 Oktober 2017.  

Di arena itu, Naya mencapai Juara I dalam lomba mendongeng. Ia yang ada ditemani ayahnya terlihat semangat saat terima penghargaan dari Direktur PSD Wowon Widaryat. 

Tetapi untuk Naya, jadi juara tidaklah hal terutama yang menginginkan ia capai dalam satu pertandingan. " Berjumpa dengan beberapa penulis cilik, beberapa pegiat literasi, memperoleh banyak pengalaman yaitu yang lebih perlu dari sebatas jadi juara, " kata gadis yang bercita-cita jadi dokter anak itu. 

Ia masih tetap selalu semangat pelajari beberapa hal baru, membaginya dengan anak-anak di sekitaran dusunnya. Ia juga selalu temani bapak serta ibunya berkeliling-keliling kampung ke kampung menumbuhkan kecintaan membaca terlebih untuk anak-anak. " Mudah-mudahan anak-anak Indonesia jadi anak pembelajar yang haus ilmu dan pengetahuan, serta awalannya yaitu cinta membaca, " ujarnya.

Sumber: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan