Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Tampilkan postingan dengan label Admin Guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Admin Guru. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Februari 2017

Langkah Menangani Rutinitas Mencontek Pada Siswa

Cara Mengatasi Kebiasaan Mencontek Pada Siswa
 Langkah Menangani Rutinitas Mencontek Pada Siswa
 Rutinitas mencontek adalah satu diantara karakter yg tidak terpuji, mencontek adalah tingkah laku yang umum dikerjakan beberapa siswa saat tengah diberi pekerjaan atau saat tengah ikuti ujian sekolah. rutinitas mencontek siswa yang dikerjakan dengan berkali-kali di kuatirkan juga akan punya pengaruh pada ciri-khas seseorang siswa saat dewasa nantinya. tetapi saat ini mencontek untuk beberapa orang tak akan jadi hal yang bikin malu bahkan juga melihat rutinitas mencontek jadi perbuatan yang bebrapa umum saja. 
Langkah Menangani Rutinitas Mencontek Pada Siswa 
SUMBER : MUSLIM. OR. ID 
Karenanya guru mempunyai pekerjaan serta peran yang sentral dalam menangani rutinitas mencontek siswa, Karna sesungguhnya rutinitas mencontek keluar saat seseorang anak meniti pendidikan di sekolah, hal tersebut bermakna rutinitas mencontek siswa di pengaruhi oleh langkah guru dalam mengajak serta mendidik siswanya. 

Bacalah juga : 6 Efek Negatif Rutinitas Mencontek Untuk Siswa 

Oleh karenanya siswa tidak bisa seutuhnya disalahkan saat mereka mencontek tetapi gurulah yang harus mengevaluasi dianya, mengenai bagaimana caranya serta cara yang digunakannya sampai kini karna mungkin saja rutinitas mencontek siswa keluar karena guru yang salah atau kurang pas dalam mendidik siswanya. 

Baca juga 
7 Evaluasi yang mengasyikkan untuk siswa 
10 Langkah Menumbuhkan Rasa Yakin Diri Anak 
6 Efek Positif Serta Negatif Internet Untuk Anak 

sebelumnya pelajari langkah menangani rutinitas anak yang seringkali mencontek baiknya seseorang guru harus mengerti apa beberapa aspek yang mengakibatkan seseorang siswa mencontek, tersebut sebagian aspek yang peluang menyebabkan timbulnya rutinitas mencontek pada siswa : 

FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN SEORANG SISWA MENCONTEK 

1. Tidak yakin diri 
beberapa siswa umumnya mencontek karna tidak yakin dengan kekuatan yang dipunyainya hingga lebih pilih mencontek jawaban orang yang lain atau rekannya. walau sebenarnya mungkin saja jawabannya yang lebih pas tetapi karna krisis keyakinan diri pada akhirnya pilih untuk mencontek 

2. Malas Belajar 
Satu diantara penyebabnya paling utama seseorang siswa mencontek yaitu karna siswa itu malas belajar hingga tidak dapat/tidak paham menjawab masalah yang didapatkan serta pada akhirnya siswa itu pilih mencontek supaya dapat merampungkan tugasnya. 

3. Kurang mengerti pelajaran 
Guru yang menuturkan pelajaran dengan tidak maksimum serta berkesan sembarangan buat pemahaman siswa juga akan pelajaran itu tidak maksimum serta buat siswa tidak seutuhnya tahu dengan pelajaran. tetapi beberapa siswa juga kadang-kadang saat belum juga mengerti pelajaran takut/malu untuk mengemukakan pada gurunya dampaknya saat di beri ujian siswa itu pada akhirnya menyontek. 

4. Tidak ingin berusaha 
Beberapa siswa juga mempunyai type yang tidak ingin berupaya serta cuma memercayakan rekannya akhirnya menyontek yaitu hal yang wajar dikerjakannya. 

Sekianlah sebagian aspek yang mengakibatkan seseorang siswa menyontek, jadi seseorang guru dituntut supaya dapat meminimalkan aspek penyebabnya menyontek yang dikerjakan oleh siswa. 

Sesudah ketahui aspek yang mengakibatkan siswa mencontek lalu merumuskan jalan keluar supaya siswa tidak menyontek hingga rutinitas siswa yang menyukai mencontek jadi menyusut. mengenai langkah menangani rutinitas mencontek pada siswa yaitu seperti berikut. 

6 Langkah Menangani Rutinitas Mencontek Pada Siswa 

1. Menanamkan sikap jujur dalam diri siswa 
Jalan keluar tepat meminimalkan rutinitas menyontek pada siswa yaitu mengajarkan makna dari nilai-nilai kejujuran, dengan mengerti arti kejujuran siswa jadi enggang untuk menyontek. guru dapat berikan nasehat pada siswanya sebenarnya tambah baik memperoleh nilai rendah daripada mesti mencontek karna mencontek yaitu perbuatan yg tidak terpuji serta sama juga dengan mengambil. 

2. Memberikan pujian pada hasil usaha paling baik siswa walau belum juga penuhi standar 
Tiap-tiap usaha serta hasil yang didapat siswa baiknya diapresiasi walau masih tetap kurang hal semacam ini untuk menghindari perasaan rendah diri siswa serta menyebabkan rasa yakin diri siswa. dengan mengapresiasi hasil usaha siswa, juga akan berikan dorongan untuk siswa untuk belajar lebih giat sekali lagi. 

3. Menerangkan efek jelek bila sukai mencontek 
Seseorang guru mesti berikan pemahaman serta nasehat pada muridnya mengenai efek jelek bila sukai mencontek, dengan ketahui efek jelek bila sukai mencontek, siswa juga akan berfikir 2 x untuk mencontek. 


4. Menanamkan pada diri siswa kalau menyontek tidak merampungkan problem 
Beberapa siswa cuma berfikir bagaimana caranya merampungkan tugasnya tanpa ada memperdulikan langkah yang dikerjakan telah benar atau salah. karenanya guru baiknya menerangkan kalau bila menyontek tidak merampungkan problem malah makin menyebabkan timbulnya problem beda. 

5. Rajin belajar serta giat latihan menjawab masalah pelajaran 
Belajar yang lebih giat sekali lagi serta perbanyak menjawab bebrapa masalah pelajaran hingga kekuatan intelektual siswa makin bertambah dengan itu juga akan sedikit kurangi frekwensi mencontek seseorang siswa. 

6. Berikan pelajaran bermakna 
Langkah guru dalam mendidik serta mengajar siswa adalah kunci paling utama segi sikap, ketrampilan serta intelektual siswa. baiknya dalam tiap-tiap evaluasi ditanamkan nilai-nilai positif serta guru mesti jadi teladan untuk muridnya. mengajar dengan maksimum serta sepenuh hati supaya siswa dapat dengan gampang mengerti satu pelajaran.

guru yang disukai siswa

Tipe-Tipe Guru yang Disukai Murid
guru yang disukai siswa

Seseorang guru yaitu orang yang memberi kita pengetahuan serta tingkatkan kesadaran kita mengenai dunia luar. Sekarang ini, kita bisa mempunyai akses ke semuanya pengetahuan ini lewat internet serta fasilitas beda, namun sumber-sumber pengetahuan akan tidak memberi pengalaman kehidupan riil serta pengetahuan praktis yang cuma seseorang guru bisa memberinya. 









Diluar itu, pengetahuan teoritis cuma juga akan memberi kita dengan rumus serta hukum namun pengetahuan praktis yang juga akan kita peroleh yang juga akan menolong kita untuk buat ketentuan yang tambah baik. 

Kita menggunakan nyaris delapan hingga sepuluh jam dibawah pengawasan guru. Apa yang kita tekuni sepanjang delapan hingga sepuluh jam yaitu sisi perlu dari kehidupan kita, karna adalah bekal masa depan. 

Guru yaitu mereka yang memainkan peranan orangtua untuk delapan hingga sepuluh jam saat kita ada di sekolah. Terdapat banyak kwalitas yang baik yang diperlukan untuk seseorang guru yang baik. 

1. Mengajar mesti interaktif 

Saat waktu kelas panjang, siswa umumnya tidak memerhatikan serta ini bisa memengaruhi mereka dalam studi mereka bila mereka melupakan tema perlu. Hal semacam ini umumnya berlangsung saat seseorang guru tidak berhubungan dengan siswa. Sebagian siswa bahkan juga tertidur sepanjang kelas. Begitu perlu untuk guru untuk berkomunikasi dengan siswa sepanjang kelas hingga mereka bisa memerhatikan serta dengan hal tersebut tidak melupakan tema apa pun. Kelas harusnya lebih seperti diskusi, hingga tiap-tiap orang bisa bicara mengenai pandangan mereka serta ketika yang dapat belajar suatu hal yang baru. 

2. Ramah 

Walau begitu perlu untuk seseorang guru untuk menjaga disiplin serta ini benar juga bila kita lihat dari pojok pandang guru tapi terkadang pembatasan banyak bisa buat beberapa hal lebih jelek. Ada banyak hal yang cuma bisa dikerjakan untuk mengerti dengan tenang serta sopan. Saat seseorang guru ramah dengan siswanya, mereka juga akan terasa bebas untuk sharing apa-apa dengan guru mereka. Ini bisa berguna jadi guru bisa menuntun mereka jadi rekan serta dengan hal tersebut bisa menolong mereka dalam memutuskan yang pas. 

3. Jadi tips 

Tiap-tiap siswa tentu mempunyai problemnya semasing, bila problem terkait dengan karirnya lalu orang tuanya bisa menolong. Namun bila problem itu berkaitan dengan problem sekolah, jadi ia mendongak ke gurunya untuk support serta tuntunan. Guru mesti dapat memberi tuntunan pada murid-muridnya setiap saat mereka membutuhkannya. 

4. Mempunyai selera humor 

Siswa menginginkan saat mengajar di buat mengasyikkan, kelas menjemukan buat siswa resah. Hal semacam ini begitu dibutuhkan kalau seseorang guru mesti mempunyai rasa humor yang baik, hingga ia bisa memberikan unsur fun dalam mengajar serta dengan hal tersebut bisa menghindar siswa dari tidur. Juga, siswa sesuai sama itu saat guru menggunakan kuliah, bicara mengenai pengalaman mereka serta sharing masa lalu mereka, karna juga akan memberi mereka istirahat serta akan beri kesegaran mereka. 

5. Tidak memberi tes tiba-tiba 

Tak ada satu siswa yang menyukai tes surprise. Tes dikerjakan, hingga siswa bisa mempunyai revisi dari semuanya yang dia sudah pelajari. Bila seseorang siswa juga akan mempunyai pengetahuan mengenai tes di muka, ia dapat menyiapkan karenanya serta lewat cara ininya revisi akan dikerjakan. 

6. Cool Minded 

Siswa umumnya tidak sukai bila guru-guru mereka mengejek mereka dimuka kelas mereka tanpa ada mengerti problem mereka. Hal semacam ini dibutuhkan kalau seseorang guru mesti bisa membedakan pada argumen serta problem asli serta lalu melakukan tindakan sesuai sama. Seseorang guru hingga mesti sabar serta berfikiran dingin serta tidak mesti serta mengejek siswa tanpa ada ketahui argumen yang sesungguhnya. 

7. Toleran 

Siswa umumnya lebih sukai guru-guru yang toleransi apakah tentang hadirnya, atau apapun. Guru yang mempunyai karakter toleransi umumnya adalah favorite tiap-tiap siswa. Seseorang guru tidak mesti ekstra ketat atau kasar pada siswa karna mereka juga akan lalu tidak dapat buka diri serta dengan hal tersebut akan tidak bisa memohon keinginan serta ambil nasehat dari guru. Ekstra kelonggaran juga tidak disenangi karna bisa buat siswa membangkang. Jadi, guru mesti melindungi keseimbangan serta tidak bisa sangat lunak serta sangat ketat.

Rabu, 04 September 2013

KOMPONEN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Komponen RPP












RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan   : Sekolah Menengah Kejuruan
Kelas/Semester     : X / I
Mata Pelajaran       : Sejarah Indonesia
Topik                           :
Alokasi Waktu         :
Pertemuan ke-       :


A.        Kompetensi Inti        
1.          Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2.          Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan,  gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3.          Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual,prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4.          Mengolah,  menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B.         Kompetensi Dasar
1.1      Menghayati keteladanan para pemimpin dalam mengamalkan ajaran agamanya
1.2      Menghayati keteladanan para pemimpin dalam toleransi antar umat beragama dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari
2.1      Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli terhadap berbagai hasil budaya pada masa pra aksara, Hindu-Buddha dan Islam
2.3      Berlaku jujur dan bertanggung-jawab dalam mengerjakan tugas-tugas dari pembelajaran sejarah
3.7    Mengidentifikasi karakteristik kehidupan masyarakat, pemerintahan dan kebudayaan pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia dan menunjukkan contoh bukti-bukti yang masih berlaku pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini ( KD Yang akan dibahas )
4.4      Menyajikan hasil analisis dalam bentuk tulisan tentang nilai-nilai dan unsur budaya yang berkembang pada masa kerajaan Hindu-Budda dan masih berkelanjutan dalam kehidupan bangsa Indonesia pada masa kini
C.         Indikator Pencapaian Kompetensi 
1.          Menunjukkan nilai-nilai syukur pada ciptaan Tuhan YME berupa peninggalan hasil budaya masa Hindu-Buddha di Indonesia
2.          Menunjukkan nilai-nilai toleransi antar umat beragama dengan saling menghargai peninggalan hasil budaya masa Hindu-Buddha di Indonesia
3.          Menunjukkan sikap tanggung jawab terhadap peninggalan hasil budaya Hindu-Buddha di Indonesia
4.          Menunjukkan sikap peduli terhadap peninggalan hasil budaya Hindu-Buddha di Indonesia
5.          Menunjukkan sikap jujur dalam mengerjakan tugas-tugas dari pembelajaran sejarah
6.          Menunjukkan sikap tanggungjawab dalam mengerjakan tugas-tugas dari pembelajaran sejarah
7.          Indikator sesuai dfengan KD Yang akan dibahas
                                                       
D.        Tujuan Pembelajaran
         Melalui diskusi, mengamati dan membaca referensi siswa dapat:
1.          Menunjukkan sikap tanggung jawab terhadap peninggalan hasil budaya masa Hindu-Buddha di Indonesia
2.          Menunjukkan sikap peduli terhadap peninggalan hasil budaya Hindu-Buddha di Indonesia
3.          Menunjukkan sikap jujur dalam mengerjakan tugas-tugas dari pembelajaran sejarah
4.          Menunjukan sikap tanggung jawab dalam mengerjakan tugas-tugas dari pembelajaran sejarah
5.          Sesuai KD yang akan dibahas
6.          Melaporkan bentuk kehidupan masyarakat, pemerintahan dan kebudayaan  pada masa  kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia

E.         Materi Ajar
Tulis sesuai dengan materi pokok Tujuan Pembelajan

F.         Pendekatan, Strategi dan Metode Pembelajaran
Pendekatan: Saintifik
Strategi         : CooperativeJigsaw
Metode        : Pilih dari 3 ( Problem based learning, Project BL,Discovery Learning )

G.       Kegiatan Pembelajaran /Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan
Deskripsi
Alokasi waktu
Pendahuluan
·          


10 menit
Inti
·         Mengamati

·         Menanya

·         Menalar

·         Mencoba

·         Membuat Jejaring


60 menit
Penutup
·          
20     enit

H.Media Pembelajaran

1.           Sumber Belajar


j.           Penilaian Hasil Belajar
         Penilaian Autentik  
a.      Tes
1.     Uraian (terlampir)
2.     Pilihan Ganda (terlampir)

b.     Non Tes
1.          Lembar pengamatan kerja kelompok (terlampir)
2.          Lembar pengamatan presentasi (terlampir)
3.          Membuat makalah  (kriteria penilaian terlampir)




H.        Sumber Belajar :




Mengetahui,                                                                                                                      ,                               2013      
Kepala Sekolah,                                                                                                                Guru Mapel,




(                                              )                                                                                              (                                              )
NIP.                                                                                                                                       NIP.




LAMPIRAN-LAMPIRAN;
1.Gambar  tayangan  ( Kalau ada )
2.Materi Pembelajaran
3. Soal / dengan kunci jawaban dan penilaian
4. Lembar penilaian diskusi
Lembar Pengamatan

Rubrik kegiatan Diskusi
No.
Nama Siswa
A s p e k  P e n g a m a t a n
Jumlah
Skor
Nilai
Ket.
Kerja sama
Meng-
komunika
sikan pen-dapat
Toleransi
Keaktifan
Menghargai pendapat teman









































Keterangan Skor :                                                               
Masing-masing kolom diisi dengan kriteria
4                          = Baik Sekali
3                          = Baik
2                          = Cukup
1 = Kurang
                                    ∑ Skor perolehan
Nilai     =                                             X  100
                                    Skor Maksimal (20)                                            
             Kriteria Nilai
             A   =                      80 – 100                    :                                       Baik Sekali      
             B    =                      70 – 79                      :                                       Baik
             C    =                      60 – 69                      :                                       Cukup
             D   =                      ‹ 60                             :                                       Kurang




ANALISIS KETERKAITAN SKL, KI, dan KD




ANALISIS KETERKAITAN SKL, KI, dan KD

MATA PELAJARAN     : SEJARAH INDONESIA
KELAS                           : X
MATERI  AJAR             :
Domain
Standar Kompetensi Lulusan
Kompetensi Inti
Kompetensi Dasar
Lingkup Materi
Aktivitas/Kegiatan Belajar Siswa
untuk Mencapai  Kompetensi 
Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian
Sikap
Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya


Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya





Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya




Pengetahuan
Memiliki pengetahuan
Faktual, konseptual dan prosedural dalam
Ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian yang tampak mata
Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata




Keterampilan
Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret Sesuai dengan yang dipelajari di sekolah atau sumber lain yang sama dengan yang diperoleh dari sekolah

Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret menggunakan, mengurai, merangkai, modifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori




-