Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Tampilkan postingan dengan label Kesiswaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesiswaan. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Januari 2017

Menerapkan Perilaku Jujur di Lingkungan Sekolah

 
Menerapkan Perilaku Jujur di lingkungan sekolah

Menerapkan Perilaku Jujur di Lingkungan Sekolah

kita dapat meluruskan kemauan untuk menuntut pengetahuan, kerjakan beberapa pekerjaan yang didapatkan oleh ibu ayah guru, tidak menyontek pekerjaan rekan, melakukan piket sesuai sama jadwal, menaati ketentuan yang berlaku di sekolah, bicara dengan benar baik pada guru, rekan maupun orangorang yang berada di lingkungan sekolah.

Nalar Kebinekaan Indonesia

Nalar Kebinekaan Indonesia

Nalar Kebinekaan Indonesia

Dua tanda sangat mencolok yang merepresentasikan keadaan sosial politik Indonesia akhir-akhir ini yaitu perseteruan politik (political conflict) serta kekerasan kolektif (political violence). Kita dapat lihat kisruh elite politik, dimana telah menjurus pada persaingan personal serta gesekan institusional. ‘Perang dingin’ pada Menteri BUMN, Dahlan Iskan dengan deretan anggota dewan, beberapa waktu terakhir sudah meng-konfirmasi itu. Keduanya sama-sama beradu alasantasi serta perang pernyataan merebutkan kebenaran berkaitan tanda-tanda sangkaan praktek pemerasan pada BUMN yang dikerjakan oleh oknum politisi di Senayan.
Fakta itu seolah mengilhami tanda yang berada di orang-orang grass root tingkat bawah. Nyaris berbarengan, perseteruan kembali berlangsung di Desa Sidoreno, Waypanji, Lampung Selatan. Perseteruan yang awal mulanya dipicu oleh problem remeh itu singkatnya berkembang jadi kekerasan kolektif antar-etnis. Walau motif, basis serta latar belakang perseteruan pada elite di tingkat atas serta orang-orang tingkat bawah berlainan. Tetapi, tak tahu kenapa bangsa yang notabene di kenal ramah ini dapat saat itu juga demikian gampang tersulut api kemarahan, kebencian serta kegeraman yang menyebabkan perseteruan.
Di dalam ketegangan krisis, perjuangan bangsa ini malah terlihat dikelola dengan beberapa cara penuh emosional. Ego bidangal serta amarah diprioritaskan dari pada berfikir rasional dialogis. Datangnya info sering di terima dengan taken for granted serta jadi kebenaran mutlak ‘pembenar’ untuk aksi agresif tanpa ada memedulikan kebutuhan orang yang lain. Tingkah laku ini menghapus kebebasan berpikir serta kesempatan untuk menalar kalau bangsa ini dibuat atas basic kebhinekaan. Demikian halnya kultur menguasai untuk demokrasi yaitu menghormati keberagaman, kompromi, sikap moderat serta hak-hak individu (Almond serta Verba, 1963). Sesaat, perseteruan yang berlangsung juga akan memudarkan nilai serta makna kebhinekaan tersebut.
Perseteruan di tingkat elite ataupun akar rumput itu adalah kenyataan tidak terbantahkan begitu pelihara kebhinekaan lebih gampang disampaikan dari pada diwujudkan. Kebhinekaan jadi pilar paling utama bangsa memperoleh kendala serius. Kendala ini lahir dari tatanan orang-orang kita yang masuk kelompok centrifugal democracy. (Arend Lijphart, 1999) Satu keadaan dimana ranah politik begitu kompetitif dengan orang-orang yang terfragmentasi oleh bermacam gosip serta kebutuhan. Nyaris tak ada musuh dengan (common enemy) yang perlu dikawal dengan simultan oleh semua bangsa. Keadaan ini diakui atau tidak sudah menyuburkan tingkah laku individualis, egois, superior, hipokritis, tribalisme, chauvinis, ekstrimis serta dominatif.
Semuanya mewujud jadi sikap personal ataupun pilihan komunal yang membisukan nalar kebhinekaan, memakzulkan semua pertimbangan ketentuan serta hak-hak perorangan. Di ranah politik, seorang tak akan dilihat jadi satu pribadi dengan bermacam afiliasi. Tidak juga diliat jadi orang sebagai sisi dari beragam grup yang tidak sama. Tetapi, jadi sisi dari kolektivitas spesifik dengan lekatan jati diri spesifik juga. Terlebih, ditambah kondisi politik yang kompetitif. Semangat ‘bermusuhan’ antar-elite politik untuk berebut kekuasaan lebih terlihat riil. Dari sini pasti lahir sebagian system nilai yang mendisosiasikan seorang kedalam ‘kawan’ serta ‘lawan’, terkecuali budaya patronase (patron-client).
Berikut yang melandasi ramainya praktek politik antagonistik, brutal serta penuh dendam. Kemelut serta perseteruan politik berlangsung akibatnya karena kerancuan rencanatual mendasar saat mengerti jati diri manusia. Pengertian manusia jadi makhluk multidimensi dirubah jadi makhluk satu dimensi. Walau sebenarnya, bangunan jati diri manusia terjadi dari keadaan eksistensialnya, yaitu latar budaya, agama, suku, ras, bhs serta beda sebagainya yang bermacam, unik serta ciri khas. Tetapi, heterogenitas ini malah jadi satu diantara aspek penyebab kerawanan sosial, perseteruan serta kekerasan kolektif. Kekuataan kebhinekaan sebagai basis perjanjian untuk hidup dengan dalam satu institusi negara kesatuan tergerus oleh perseteruan horizontal. Kerancuan dalam menalar serta megejawantahkan inti kebhinekaan malah meneror rajutan kebersamaan serta kedamaian bangsa.
Kehadiran bangsa ini yaitu product dari kontrak sosial (social contract) yang disahkan berdasar pada prinsip kebhinekaan serta kesatuan. Keragaman jati diri manusia dengan seluruh cipta, karsa serta rasa yang tidak sama jadi manifestasi kebhinekaan yaitu kearifan horisontal insani. Karenanya, semua bentuk keragaman serta ketidaksamaan itu mesti memperoleh pernyataan jadi hak untuk dihormati serta dihargai dengan penuh ketulusan. Tiap-tiap individu di negeri ini mempunyai peluang yang sama untuk mewujudkan ide, langkah pandang, pilihan atau preferensi apa yang dipercaya dengan luas karna kesederajatan walau ada ketidaksamaan.
Tak ada demarkasi pada mayoritas-minoritas, superioritas-inferioritas atau dominasi-subordinasi. Pasalnya, kebhinekaan yaitu suatu hal yang esensial menjiwai demokrasi. Tanpa ada kebhinekaan, hubungan dalam system politik sepi dari partisipasi.
Demikian juga, praktek politik yang penuh ‘permusuhan’ mesti dirubah jadi lebih etik komunitarian yang mengutamakan kerja sama, penuh solidaritas serta sama-sama menghormati ketidaksamaan. Saat ini waktunya, seluruh elemen bangsa kembali menyemai kesetiaan serta persamaan gerak untuk merawat harapan kedamaian yang lebih substansial. Walau orang-orang di negeri ini terajut oleh manusia dari bermacam suku, ras, agama, budaya yang berlainan, tetapi beberapa cara penuh kedamaian jadi pilihan menawan untuk merampungkan masalah bangsa.
Di sinilah kedewasaan nalar pada kebhinekaan ke-Indonesiaan jadi modal paling utama. Demikian halnya hadirnya kepemimpinan yang efisien, miliki ciri-khas ketegasan serta kejelasan untuk mengadakan serta wujudkan kompromi kebhinekaan

Sikap Untuk Melindungi Keutuhan NKRI

Sikap Untuk Melindungi Keutuhan NKRI
 
Hal yang perlu kita tanggulangi dalam rencana menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu ancaman. Ancaman yaitu tiap-tiap usaha serta aktivitas, baik dari dalam negeri ataupun luar negeri yang dinilai meneror atau membahayakan kedaulatan negara, keutuhan lokasi negara, serta keselamatan seluruh bangsa.

Bagaimana supaya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetaplah terbangun? Satu diantara langkahnya yaitu kita jadi warga negara berperan serta dalam usaha melindungi keutuhan lokasi serta bangsa Indonesia. Berperan serta berarti ikut serta atau ikut serta dalam beberapa aktivitas yang bisa melindungi keutuhan lokasi serta bangsa Indonesia.

Untuk ikut melindungi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dibutuhkan sikap-sikap :

a. Cinta tanah air
Jadi warga negara Indonesia kita harus memiliki rasa cinta pada tanah air. Cinta tanah air serta bangsa bisa diwujudkan dalam beragam hal, diantaranya :
1) Melindungi keamanan lokasi negaranya dari ancaman yang datang dari luar ataupun dari dalam negeri.
2) Melindungi kelestarian lingkungan serta menghindar terjadinya pencemaran lingkungan.
3) Membuat kekayaan alam dengan melindungi ekosistem manfaat tingkatkan kesejahteraan rakyat.
4) Rajin belajar manfaat kuasai ilmu dan pengetahuan dari beragam disiplin untuk diabdikan pada negara.

b. Membina persatuan serta kesatuan
Pembinaan persatuan serta kesatuan mesti dikerjakan di manapun kita ada, baik di lingkungan keluarga, sekolah, orang-orang, bangsa, serta negara. Aksi yang tunjukkan usaha membina persatuan serta kesatuan, diantaranya :
1) Mengadakan kerja sama antar daerah.
2) Merajut pergaulan antarsuku bangsa.
3) Berikan pertolongan tanpa ada membedakan suku bangsa atau asal daerah.
4) Pelajari beragam kesenian dari daerah beda.
5) Memperluas pergaulan untuk persatuan serta kesatuan bangsa.
6) Tahu serta rasakan rasa sedih serta penderitaan orang yang lain, dan tidak gampang geram atau menaruh dendam.
7) Terima rekan tanpa ada memperhitungkan ketidaksamaan suku, agama, ataupun bhs serta kebudayaan

c. Ikhlas Berkorban
Sikap ikhlas berkorban yaitu sikap yang mencerminkan ada kesediaan serta keikhlasan memberi suatu hal yang dipunyai untuk orang yang lain, meskipun juga akan menyebabkan penderitaan untuk sendiri. Dalam artian yang lebih sederhana, ikhlas berkorban yaitu sikap serta tingkah laku yang perbuatannya dikerjakan dengan ikhlas dan memprioritaskan kebutuhan orang yang lain daripada kebutuhan sendiri. Sikap ikhlas berkorban diperlihatkan lewat cara membiasakan merelakan beberapa kebutuhan kita untuk kebutuhan orang yang lain atau kebutuhan dengan.

Partisipasi dalam melindungi keutuhan NKRI bisa dikerjakan dengan beberapa hal seperti berikut :
1. Partisipasi tenaga
2. Partisipasi fikiran
3. Partisipasi uang atau barang

Beragam aksi bisa kita kerjakan dalam berperan serta melindungi keutuhan NKRI diawali dari lingkungan kecil seperti Rukun Tetangga (RT), kampung, desa atau kelurahan, tingkat kabupaten, propinsi, setelah itu negara.

1. Contoh Partisipasi di Lingkungan Rukun Tetangga (RT) atau Kampung
a. Turut lakukan ronda malam (untuk orang dewasa).
b. Tamu harus lapor.
c. Melapor kepada pihak berwenang apabila ada peristiwa yang mencurigakan.
d. Menolong tetangga yang alami musibah
e. Melindungi kelestarian lingkungan

2. Contoh Partisipasi di Lingkungan Sekolah
Aktivitas kepramukaan

a. Aktif ikuti upacara bendera.
b. Ikut serta dalam aktivitas kepramukaan
c. Terima serta bergaul dengan baik dengan rekan tanpa ada membedakan suku serta agama.

3. Contoh Partisipasi di Lingkungan Kabupaten atau Provinsi
a. Ikuti pertukaran pelajar.
b. Ikuti aktivitas seni atau berolahraga pada wilayah
c. Jadi duta kabupaten atau propinsi.

4. Contoh Partisipasi di Lingkungan Negara
a. Jadi sukarelawan korban bencana alam.
b. Ikuti aktivitas pendidikan bela negara.
c. Membayar pajak.
d. Jadi anggota Tentara Nasional Indonesia

Contoh Perilaku Menjaga Keutuhan NKRI


Kita jadi warga negara Indonesia mesti senantiasa tunjukkan tingkah laku yang baik. Tingkah laku yang baik bermakna tingkah laku yang sesuai sama beberapa etika yang berlaku di Indonesia. Ada etika hukum, etika agama, etika kesusilaan, serta etika kesopanan. Semua rakyat Indonesia mesti melakukan beberapa etika itu. Begitu, jadi keutuhan NKRI bisa terwujud. Walau kalian masih tetap pelajar, kalian dapat juga berperan serta dalam melindungi keutuhan NKRI. Tersebut Contoh Tingkah laku Melindungi Keutuhan NKRI.

Jadi pelajar kita dapat juga berperan serta dalam melindungi keutuhan NKRI. Beberapa hal yang bisa kita kerjakan diantaranya :

1. melindungi kerukunan dalam berteman,
2. memprioritaskan kebutuhan dengan,
3. belajar dengan telaten,
4. ingin menghormati sesama rekan,
5. menaati tata teratur sekolah, dan
6. menghormati guru.

Di lingkungan orang-orang juga ada banyak aktivitas yang bisa mempererat persatuan serta kesatuan orang-orang. Aktivitas-kegiatan itu umpamanya :
1. bergotong royong bersihkan sekitar lingkungan,
2. kerja bakti membuat tempat beribadah, dan
3. menolong tetangga yang tengah hajatan.

Bergotong royong bersihkan sekitar lingkungan adalah contoh tingkah laku melindungi keutuhan NKRI
Bagaimana dengan orang-orang di lingkungan rumah kalian? Apakah disana juga ada beberapa aktivitas seperti diatas? Keikutsertaan orang-orang dalam beberapa aktivitas seperti diatas bisa memupuk rasa persaudaraan. Antarwarga orang-orang bisa sama-sama mengetahui keduanya, hingga terwujud situasi dalam orang-orang yang tenteram serta pada akhirnya terwujudlah persatuan serta kesatuan yang kita kehendaki.

Kamis, 19 Januari 2017

Peluang Bisnis Jurusan Multimedia

Peluang Bisnis Multimedia


1.Ilustrator 

Ilustrator adalah satu diantara pekerjaan bagian multimedia yang sediakan jasa gambar contoh pada media koran, majalah, buku, situs, biro periklanan, pembuat storyboard pada film, dan sebagainya. Terkecuali dapat berdiri dengan sendiri jadi usaha perorangan (self employer), pekerjaan ilustrator ini dapat juga ditangani dengan timwork di mana beberapa tim yang tergabung didalamnya dapat mempunyai peranan yang tidak sama. 

Peran-peran yang tergabung dalam tim ilustrator ini dapat dibedakan umpamanya ada sebagai sisi perancang gambar (skets), sisi tinta (inker), sisi pewarna (coloring), serta beda sebagainya. Dalam pekerjaan ilustrator, terkecuali bekerja dengan manual, umumnya mereka juga memakai tehnologi computer untuk menyempurnakan karya-karyanya. Mengenai ketrampilan computer yang perlu dikuasai seperti membuat gambar-gambar grafis berbentuk vector serta image. 

2. Komikus 

Seperti ilustrator, jadi komikus akan bekerja dengan gambar-gambar. Ketidaksamaan yang paling menonjol dari komik serta contoh yaitu bila contoh semakin banyak melukiskan satu peristiwa spesifik saja serta cuma berdiri jadi gambar pelengkap, tetapi komik dapat berdiri dengan sendiri serta umumnya bisa berisi narasi yang lebih kompleks. 

Sampai sekarang ini “industri” komik di Indonesia juga telah mulai menggeliat, hal semacam ini dapat diliat dari banyak terbitan buku komik lokal yang mengedar di beberapa toko buku. Komik-komik product indonesia yang lahir di masa saat ini paling tidak telah dapat mewarnai per-komik-an negeri kita yang terlebih dulu senantiasa dibanjiri dengan komik-komik jepang. Keberhasilan Jepang membombardir karya-karya komik ke semua penjuru dunia menunjukkan kalau dunia komik mempunyai market share yang cukup luas serta dapat jadi kesempatan bessar untuk mereka yang menekuninya. 

3. Animator 



JIka ilustrator serta komik banyak bekerja dengan gambar-gambar diam, dalam pekerjaan animator mereka juga akan banyak bekerja dengan gambar bergerak (animasi). Bersamaan mengembangnya tehnologi, product animasi sekarang ini bukan sekedar terbatas pada pembuatan animasi dua dimensi (2D) saja, tetapi juga animasi tiga dimensi (3D) yang bisa diterapkan pada karya-karya film, iklan tv, game, dan sebagainya. 

Makin banyak media tampil untuk karya animasi seperti stasiun tv serta media on-line seperti Youtube, vimeo dsb, makin buka kesempatan untuk beberapa animator untuk bekerja bahkan juga buka usaha sendiri. Seperti yang saya catat terlebih dulu, media internet di Youtube dapat juga jadikan arena untuk mencari pendapatan lewat iklan di Google Adsense. (bacalah juga : Menginginkan Memperoleh Uang Dari Internet? Ini Langkahnya) 

4. Desainer 

Disadari maupun tidak, mulai dari bangun tidur sampai tidur sekali lagi kita tidak dapat sempat terlepas dari karya-karya design. Dari mulai design product, design paket, design iklan, design fesyen, design interior serta beda sebagainya. Karya-karya design itu pasti ada yang membuat, yaitu mereka beberapa kreator yang sudah mencurahkan semua dayanya hingga keluar satu product yang kita gunakan keseharian. 

Bila Anda mempunyai ketrampilan dalam design, tak ada kelirunya jika meniti satu biro jasa design di lokasi Anda. Usaha ini dapat diawali dari service jasa kecil-kecilan dahulu, umpamanya buat design undangan pernikahan, design kartu nama, spanduk, hinnga design iklan serta beda sebagainya. Jadi biro jasa design Anda dapat juga lakukan hubungan kerja dengan sebagian biro periklanan yang ada, dengan percetakan, pengembang situs dan sebagainya. Terkecuali bisa meniti usaha birojasa design Anda dapat juga ikuti beragam kontes pembuatan design logo yang diadakan oleh sebagian website di internet. 

5. Periklanan 

Seperti yang sudah saya ulas dalam artikel terlebih dulu mengenai industri kreatif. Periklanan adalah satu diantara sub-sektor industri kreatif yang sekarang ini tengah digalakkan oleh pemerintah. Kesempatan usaha di bagian periklanan ini masihh begitu luas karna nyaris sehari-hari beberapa entrepreneur memerlukan media promosi serta iklan. (bacalah juga : Kreatifitas Tanpa ada Batas di Usaha Periklanan) 


6. Industri Kreatif lainnya 

Terkecuali beberapa jenis usaha yang telah saya katakan diatas, beragam kesempatan usaha bagian multimedia juga banyak karna nyaris beberapa besar pekerjaan masuk dalam grup industri kreatif, seperti photografi, video-film, pengembangan situs serta beda sebagainya.

Minggu, 17 Januari 2016

Yuk Merawat Nalar Bangsa

Yuk Merawat Nalar Bangsa

Walau pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam masa lebih dari setahun, pemerintahannya belum juga tunjukkan gagasan serta implementasi konkret revolusi mental, anggaplah pemerintah serius dengan ide ini. Sekurang-kurangnya, alur silogismenya lurus serta berkelanjutan hingga revolusi mental di rasa jadi satu rangkuman valid. 

Revolusi mental digagas Joko Widodo (Kompas, 10/5/2014) dengan premis kalau sepanjang 16 th. menggerakkan reformasi kita cuma menjangkau perkembangan hanya kelembagaan. Ekonomi makin berkembang serta orang-orang banyak yang jadi bertambah makmur, namun mengapa orang-orang kita jadi jadi bertambah bimbang, bukannya jadi bertambah bahagia? 

Menurut Jokowi, pembangunan kita belum juga menyentuh paradigma, mindset, atau budaya politik dari manusia yang menggerakkan system hingga nation building tidak mengantarkan Indonesia pada cita-citanya. Supaya perubahan betul-betul berarti, berkaitan, serta sesuai sama harapan Proklamasi Indonesia yang merdeka, adil, serta makmur, kita butuh lakukan revolusi mental. 

Jalan tol nir-jalan fikiran 


Walau sekian, sepanjang pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) berjalan, kita melihat kesenjangan pada proposisi yang dinyatakan serta agenda yang digerakkan. Pemerintahan ini terlihat lebih getol membuat tol dari pada membuat jalan fikiran bangsa. Walau sebenarnya, jalan fikiran adalah isi mental paling utama yang menghubungkan kita dengan masa depan yang dicitakan serta karena itu butuh lebih dulu dirawat. 

Kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, serta berkepribadian dalam budaya yang jadi harapan pemerintah adalah problem serta berawal dari jalan fikiran atau mindset bangsa. Kebangkitan bangsa-bangsa maju biasanya diawali dari usaha pelihara nalarnya hingga berkhidmat pada akal sehat. Kehidupan serta perkembangan duniawi nampaknya tersusun atas hukum-hukum yang rasional serta juga akan berkembang cuma bila dipahami serta ditempuh sesuai sama hukum itu. 

Memprioritaskan pembangunan fisik sambil seadanya meningkatkan jiwa serta fikiran, terkecuali tidak selaras dengan “Indonesia Raya”, juga melawan hukum nalar perkembangan. Pembangunan sesuai sama itu selanjutnya cuma juga akan melanjutkan siklus absurditas sisifus seperti sampai kini : membuat untuk melihat kejatuhan/kemerosotan. 

Dengan revolusi mental jadi pergerakan nasional seperti disebut penggagasnya, seyogianya pemerintah mengutamakan usaha pencerdasan kehidupan bangsa jadi jalan membuat alur fikir bangsa. Ironisnya, usaha pencerdasan bangsa lewat pendidikan dalam beragam ranahnya saat ini masih tetap diliputi beragam problem mendasar. 

Tujuan evaluasi yang digerakkan hanya memaksimalkan kekuatan berfikir tingkat rendah. Fikiran beberapa murid sehari-hari dijejali oleh bermacam data pengetahuan yang-entah bermanfaat atau tidak-dihafal serta ditest di masa datang. Sedikit beberapa pelajar dilibatkan dalam sistem berfikir tingkat tinggi, seperti menalar, mengkaji, serta memecahkan problem yang konon jadi satu diantara kecakapan paling utama yang diperlukan untuk hidup serta berhasil di era ke-21. Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2012 tunjukkan kuatnya kekuatan berfikir murid Indonesia pada tingkat rendah serta lemahnya kekuatan berfikir tingkat tinggi. Sesaat negara maju, seperti Singapura serta Korea Selatan, tunjukkan kekuatan demikian sebaliknya. 

Dengan bekal kekuatan berfikir tingkat rendah, masuk era ke-21 dengan masa globalisasinya yang penuh persaingan perebutan juga akan jadikan bangsa ini seperti keledai yang tidak mempunyai kewibawaan, kemandirian, serta jati diri. Tanda itu mulai terlihat serta merasa saat beragam kebijakan serta gerak budaya kita bertujuan pada beberapa standard “asing”, bahkan juga mungkin saja untuk kebutuhan asing, dengan alasan “demi daya saing”. 

Memberi perhatian besar pada bagian pendidikan terkecuali jadi sinyal pemerintah berfikir maju juga adalah kewajiban untuk penyelamatan bangsa. Beragam masalah pendidikan kita saat ini sangatlah kronis serta membutuhkan Presiden turun tangan karna besaran serta substansinya sudah melampaui kemampuan departemental atau kementerian. Bila fakta ini selalu diabaikan, bukanlah saja juga akan menyebabkan pada involusi dalam dunia pendidikan, tetapi juga pada kehidupan berbangsa serta bernegara. 


Kembali pada pangkalan 


Bangsa Indonesia dengan pendidikannya alami disorientasi di dalam pusaran arus perubahan yang sekian cepat. Program serta operasi pendidikan saat ini seperti tersedot oleh pesona pragmatisme untuk bertanding dalam masa globalisasi. Pendidikan semakin jauh meninggalkan pangkalan, menuju tak tahu ke mana. Akhirnya, bangsa yang cerdas seperti diputuskan dengan arif oleh beberapa pendiri bangsa, sesudah tujuh puluh th. merdeka semakin jauh panggang dari api. 

Bangsa ini mungkin kualat karna demikian lama tidak merawat wasiat “mencerdaskan kehidupan bangsa” serta lebih menyibukkan diri pada pembangunan ekonomi. Walau sebenarnya, kecerdasan adalah substansi yang memastikan martabat kemanusiaan. Bila saja “mencerdaskan kehidupan bangsa” diamati mulai sejak dahulu, sangkanya bangsa ini tidak jadi begini : beberapa murid kita tidak cuma unggul pada kekuatan berfikir tingkat rendah, namun juga unggul pada penalaran tingkat tinggi. 

Berfikir tingkat tinggi adalah inti berfikir yang sebenarnya karna memerlukan semua potensi serta kekuatan kognisi. Pembedaan “tinggi-rendah” yang didasarkan pada taksonomi Benjamin Samuel Bloom (1913-1999) bukanlah ditujukan tunjukkan hierarki kebutuhan, namun mempunyai tujuan memudahkan dengan didaktik-metodik evaluasi. Berfikir tingkat rendah adalah fondasi serta kriteria untuk masuk serta menggerakkan kekuatan berfikir tingkat tinggi. Dasarnya, kiat evaluasi sebaiknya menghadap pada perolehan kekuatan berfikir, tidak cuma isi fikiran. 

Satu diantara kekurangan paling utama pendidikan kita mulai sejak dulu yaitu problem metodologi yang dipakai beberapa guru dalam evaluasi. Untuk beberapa kalinya, berkaitan masalah ini, saya mengangkat hasil riset Prof CE Beeby (1987) yang menyebutkan kalau guru-guru menjelaskan pelajaran dengan latar belakang pengetahuan serta ketrampilan metodik yang minimum, terbatas pada buku teks yang dipunyainya. Andalan beda mungkin saja sisa-sisa ingatannya dari apa yang sempat dipelajarinya dahulu di sekolah. Sesudah menguraikan suatu hal problem, guru menggunakan sisi paling besar jam pelajarannya untuk mendiktekan atau menuliskan apa yang diajarkannya di papan catat serta menanti murid menyalinnya. Catatan tersebut yang dipelajari murid serta jadi bahan ulangan. Sedikit sekolah di Indonesia menolong menumbuhkan potensi seseorang murid, serta dampak sekolah yang membosankan.menjengkelkan dan tidak imajinatif itu tetaplah merasa saat seorang jadi dewasa serta memimpin orang-orangnya. 

Singkirkan kebutuhan politis 


Diantara usaha yang bisa meningkatkan kekuatan serta kecakapan berfikir yaitu evaluasi berbentuk dialogis atau partisipatif, atau apalah namanya. Evaluasi mesti melibatkan dengan aktif beberapa murid dalam sistem berfikir, intinya lewat beragam ekspresi, seperti verbal serta gerak badan. Hal semacam ini perlu karna dengan filosofi tiap-tiap aksi sadar selalu ada intensionalitas yang meniscayakan rasionalitas. 

Dengan normatif, pemerintah sudah pas untuk melakukan perbaikan praktek kelas, diantaranya lewat UU System Pendidikan Nasional (UU No 20/2003) dengan memperbarui pengertian pendidikan serta UU Guru serta Dosen (UU No 14/2005) mengambil keputusan profesionalisme dengan kompetensi guru. Disamping itu, wacana mengenai jenis evaluasi partisipatif yang mengasyikkan serta yang efisien berkembang cepat di Tanah Air. Buku-buku seperti revolusi evaluasi, akselerasi evaluasi, guru efisien, evaluasi serta pengajaran kuantum banyak dijajakan. 

Sayangnya, ketentuan normatif serta beragam wacana pembaruan pendidikan dalam kiat implementasinya sangat banyak diwarnai kebutuhan politis hingga tidak efisien. Yang keluar serta mengambil alih daya jadi masalah sertifikasi yang berkaitan dengan tunjangan profesi serta kurikulum. Ide-ide evaluasi moderen yang berkembang tidak terserap serta penambahan kompetensi guru yang semestinya membutuhkan intervensi kualitatif terlewatkan. 

Saat ini, berkaitan pencerdasan bangsa yang bermuara pada tingkatkan kekuatan berfikir, pemerintah-khususnya yang mengatasi bagian pendidikan-diharapkan konsentrasi pada tantangan tingkatkan kemampuan beberapa pendidik lewat pendekatan insentif serta motif. Pemerintah sudah memberi tunjangan profesi yang relatif baik pada beberapa pendidik, namun selama ini pemerintah belum juga mengelola motif dengan efisien. Dibutuhkan satu jenis intervensi untuk tingkatkan motivasi yang sekalian jadi pendorong penambahan kompetensi pedagogi serta profesional untuk pendidik dalam jabatan serta calon pendidik hingga mereka bisa menggerakkan evaluasi yang dialogis seperti semangat dari undang-undang. 

Cetusan inspirasi revolusi mental seyogianya jadikan titik balik ke pangkalan pendidikan kita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dalam semua dimensinya. Fikiran bangsa ini sudah tumbuh bak semak-belukar jadi rimba hingga tutup beragam jalan perkembangan. Jadi, janganlah abaikan pendidikan. 

Jadi, senyampang peringatan Hari Pendidikan Nasional (2 Mei 2016) jadi titik pergi, pemerintah lewat Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan sangkanya butuh mulai membuat jalan (tol) fikiran bangsa untuk menghubungkan kita dengan masa depan yang dicita-citakan oleh beberapa pendiri republik ini. 

Selasa, 17 Desember 2013

Kegiatan Siswa SMK Negeri 2 Garut

Seringnya bentrokan antra siswa SMK YPPT & SMKN2 Garut yang telah memakan banyak korban dari kedua belah pihak menjadi keprihatinan banyak pihak terutama pihak sekolah dan para orangtua siswa. 
Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi masalah ini diantranya melalui kordinasi antar sekolah & bekerjasama dengan Polres, Polsek serta Koramil namun bentrokan-bentrokan masih terjadi karena disinyalir ada pihak-pihak yang tidak menginginkan situasi aman dan damai terjadi antara siswa SMKN2 & SMK YPPT.
Penyambutan Kunjungan SMKN 2 Garut
Keprihatinan atas situasi ini mendorong kedua belah pihak untuk melakukan upaya-upaya lebih internsif diantaranya pada hari Selasa 10 Desember 2013 beberapa perwakilan siswa yang didampingi para guru dan orang tua siswa SMK YPPT mengadakan silaturahmi ke SMKN 2 Garut. Dalam pertemuan silturahmi yang dilaksanakan di mesjid Salman SMKN 2 Garut tersebut, para siswa dari kedua sekolah saling menyampaikan permohonan maaf dan sepakat untuk mempererat kerjasama. Banyak pihak menanggapi positif kunjungan tersebut namun tidak sedikit pula yang bersikap pesimis.
Kedua belah pihak sangat terpukul karena silaturahmi tersebut dicederai dengan dua insiden yakni pada tanggal 10 Desember 2013 di Jl. Proklamasi Ciateul beberapa jam setelah pertemuan silaturahmi tersebut dan tanggal 14 Desember 2013 di jalan yang sama sehingga mengakibatkan 1 siswa YPPT terluka parah dan dilarikan ke RSU. Peristiwa yang kedua tersebut betul-betul telah membuat pihak SMKN2 sangat prihatin dan malu karena pikak SMKN2 telah memberitahukan pihak YPPT bahwa hari Senin 16 Desember akan mengadakan kunjungan silaturahmi balasan ke SMK YPPT. Dengan niat yang kuat untuk tetap berusaha menciptakan kerukunan antara siswa kedua sekolah, maka tanggal 16 Desember 2013 pihak SMKN2 Garut melakukan kunjunan ke SMK YPPT. Sebanyak 40 siswa, 7 kaprog, 1 guru BP, 3 wakil kepala,  serta kepala sekolah, Drs, H. Aban Suryana, M.Si menyertai kunjukan tersebut.T

Kedatangan rombongan SMKN2 disambut dengan suka cita oleh ratusan siswa dan para guru YPPT di halaman kampus SMK YPPT. Kelompok Marching Band YPPT pun ikut memeriahkan penyabutan tersebut. Acara
Kedatangan Siswa Disambut dengan Meriah
pertemuan berangsung hikmat dan ditindak lanjuti dengan penandatanganan kesepakatan perdamaian yang diwakili oleh ketua Osis dari kedua sekolah. Butir-butir kesepakatan damai tersebut adalah : 1) Menjaga dan mempererat kerukunan antar siswa kedua sekolah. 2) Menetang keras berbagai usaha provokasi yang merusak atau memecah belah kerukunan antar siswa kedua sekolah. 3) Menolak keras penglibatan nama kedua sekolah atas  perselisihan yang bersifat pribadi ataupun kelompok . 5) Menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang untuk kasus-kasus kriminal
Pembacaan MOU Perdamaian
 
dan pelanggaran hukum lainnya yang terjadi di luar kegiatan sekolah. 5)
Pembacaan MOU Perdamaian
Menjalin kerjasama dalam berbagai bidang  untuk kebaikan dan kemajuan bersama.
          Selain kesepakatan yang tertuang dalam MOU tersebut, dari dialog-dialog kedua belah pihak diperoleh kesepahaman bahwa hanya sebegian kecil siswa yang melakukan keonaran. Semua siswa harus berani melawan kedholiman dengan cara mencegah atau mengawasi  melaporkan melaporkan sekecil apapun kejadian atau prilaku seseorang atau kelompok  yang menjurus pada peselisihan siswa.
Penandatanganan MOU

          Semoga Alloh Subhanahu wata’ala melindungi dan memberikan hidayah untuk kita semua. 


Postingan Sebelumnya