Selasa, 06 Maret 2018

44 Guru SMK Menimba Ilmu di Prancis


Sejumlah keseluruhan 44 guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang terbagi dalam 18 guru Angkatan I serta 26 guru Angkatan II sudah melakukan program kursus di beberapa universitas kejuruan serta kwalifikasi di Prancis sesuai sama kwalifikasi kejuruan mereka yaitu, aeronotika, pariwisata, perhotelan serta tata boga, daya serta efikasitas daya, pengelasan, tekstil serta model. 

Dubes Prancis untuk Indonesia serta Timor Leste Ayah Jean-Charles Berthonnet menyebutkan sekolah vokasi di Prancis jadi pilihan favorite serta ini tersambung erat dengan industri. 

Bukan sekedar memperoleh peluang untuk memperdalam kompetensi dengan kehadiran pakar dari dunia industri, beberapa siswa sekolah kejuruan juga memperoleh peluang untuk magang serta lalu bekerja di beberapa perusahaan yang sudah merajut jalinan baik dengan sekolah-sekolah. 

“Dengan ada program kursus guru-guru SMK Indonesia ke Prancis, kami mengharapkan ada pertukaran inspirasi, ide serta semangat untuk melakukan perbaikan serta tingkatkan kualitas SMK di Indonesia, ” tuturnya dalam tayangan persnya mengenai pertemuan pelajari pada Kedutaan Besar Prancis di Indonesia dengan Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan di Hotel Millenium, Jakarta, Senin (11/12/2017). 

Direktur Guru serta Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan RI Sri Renani Pantjastuti memberikan program pengiriman guru-guru ke Prancis yaitu tindak lanjut Instruksi Presiden No. 9 tentang revitalisasi SMK dengan satu diantara langkahnya tingkatkan kompetensi pengajar atau guru. Sepanjang kurun saat 2016 hingga 2019 kelak pihaknya selalu kirim guru-guru ke beragam negara didunia, bukan sekedar di Eropa serta Amerika Serikat tapi juga negara-negara di Asia seperti Jepang serta Korea Selatan. 

“Pilihan sekolah diluar negeri dikerjakan atas basic kelebihan negara itu. Umpamanya, kami kirim guru-guru SMK Penerbangan ke kota Toulouse dimana ada pabrik Airbus serta ada sekolah kejuruan penerbangan yang bagus yang bisa jadi referensi. Kami kirim guru ke New Zealand untuk pelajari geothermal yang begitu berkembang disana. ” 

Program pengiriman guru-guru SMK untuk ikuti kursus di Prancis yaitu tindak lanjut dari penandatanganan Kesepakatan Kerja sama bagian Pendidikan yang dikerjakan pada Desember 2016 lantas, Indonesia serta Prancis membuat kemitraan dalam bagian kursus untuk guru-guru SMK Indonesia. 

Program kursus sepanjang di Prancis sesuai dengan keperluan guru termasuk juga di dalamnya kunjungan-kunjungan ke sebagian perusahaan berkaitan, mengikuti sistem penguatan materi serta kompetensi tehnis serta pedagogik dengan intensif dan menyumbangkan pemikiran yang lebih terstruktur untuk aktivitas praktek. 

Sejumlah 18 guru Angkatan ke-1 (Periode Kursus April-Mei) terbagi dalam semasing satu orang perwakilan PPPPTK BMTI serta PPPPTK Bispar, satu orang perwakilan Dit PG Dikmen, serta guru-guru SMK yang datang dari SMKN 1 Batam, SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, SMKN 1 Lingsar, SMKN 1 Cimahi, SMKN 12 Bandung, SMKN 4 Penerbangan Depok, SMKN Penerbangan Aceh, SMKN 29 Jakarta, SMKN 4 Mataram, SMKN 9 Padang, SMKN 2 Cirebon serta SMKN 57 Jakarta. 

Sesaat 26 guru Angkatan ke-2 (Periode Kursus November-Desember) terbagi dalam lima guru bagian Daya Paling barukan (SMKN 1 Paringin, SMKN 1 Lingsar Lombok Barat, SMKN 1 Blitar, SMKN 1 Padang, SMKN 1 Punggelan), tiga guru bagian Pastry/Bakery (SMKN 32 Jakarta, SMKN 1 Tanjung serta SMKN 2 Depok Jawa Barat), tiga guru bagian Kelautan (SMKN 1 Mamboro, SMKN 1 Tanjung Jabung Timur, SMKN 2 Indramayu), tiga guru bagian Industri Perhotelan (SMKN 1 Cilacap, SMKN 4 Kota Jambi, SMKN 8 Surabaya), lima guru bagian Fashion Design (SMKN 1 Pringapus, SMKN 5 Malang, SMKN 1 Sindang, SMKN 4 Surakarta, SMKN 1 Karangawen), empat guru bagian Aeronautical Maintenance (PPPTK BMTI serta SMKN 1 Tanjung Morawa, SMK Penerbangan Aero Dirgantara, SMKN 4 Depok) dan tiga guru bagian Pengelasan (SMKN 7 Semarang, SMKN 4 Kota Sukabumi, SMKN 6 Samarinda).
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar