Jumat, 11 Agustus 2017

Rencana Evaluasi di Sekolah Menengah Kejuruan 


Perubahan jaman menuntut pembinaan sumber daya manusia yang berkwalitas. Daya saing Indonesia dalam hadapi persaingan perebutan antar negara ataupun perdagangan bebas begitu ditetapkan oleh outcome dari pembinaan SDM-nya. Satu diantara usaha negara dalam pemenuhan SDM level menengah yang berkwalitas yaitu pembinaan pendidikan kejuruan. 

Rumusan makna pendidikan kejuruan begitu beragam. Menurut Rupert Evans (1978), pendidikan kejuruan yaitu sisi dari system pendidikan yang menyiapkan seorang supaya lebih dapat bekerja pada satu grup pekerjaan atau satu bagian pekerjaan dari pada sebagian bagian pekerjaan yang lain. Berdasarkan keterangan Undang-Undang Nomor 20 Th. 2003 Pasal 15, pendidikan kejuruan adalah pendidikan menengah yang menyiapkan peserta didik terlebih untuk bekerja dalam bagian spesifik. Pendidikan kejuruan terbagi dalam Sekolah Menengah Kejuruan, serta Madrasah Aliyah Kejuruan. 

Karakter Pendidikan Kejuruan (Djojonegoro, 1998) yaitu seperti berikut : 

Pendidikan kejuruan diarahkan untuk menyiapkan peserta didik masuk lapangan kerja 
Pendidikan kejuruan didasarkan atas “demand-driven” (keperluan dunia kerja) 
Konsentrasi isi pendidikan kejuruan diutamakan pada penguasaan pengetahuan, ketrampilan, sikap serta nilai-nilai yang diperlukan oleh dunia kerja 
Penilaian yang sebenarnya pada keberhasilan siswa mesti pada “hands-on” atau perform dalam dunia kerja 
Hubungan yang erat dengan dunia kerja adalah kunci berhasil pendidikan kejuruan 
Pendidikan kejuruan yang baik yaitu responsif serta antisipatif pada perkembangan teknologi 
Pendidikan kejuruan lebih diutamakan pada “learning by doing” serta “hands-on experience” 
Pendidikan kejuruan membutuhkan sarana yang canggih untuk praktek 
Pendidikan kejuruan membutuhkan cost investasi serta operasional yang semakin besar dari pada pendidikan umum 

Prinsip-prinsip Pendidikan Kejuruan menurut Charles Prosser (1925) yaitu seperti berikut : 

Pendidikan kejuruan juga akan efektif bila lingkungan dimana siswa dilatih adalah tiruan lingkungan dimana kelak ia juga akan bekerja 
Pendidikan kejuruan juga akan efisien cuma bisa diberi dimana beberapa pekerjaan latihan dikerjakan lewat cara, alat, serta mesin yang sama dengan yang diaplikasikan ditempat kerja 
Pendidikan kejuruan juga akan efisien bila dia melatih seorang dalam rutinitas berfikir serta bekerja seperti yang dibutuhkan dalam pekerjaan itu sendiri 
Pendidikan kejuruan juga akan efisien bila dia bisa memampukan tiap-tiap individu memodali minatnya, pengetahuannya, serta ketrampilannya pada tingkat yang paling tinggi 
Pendidikan kejuruan yang efisien untuk tiap-tiap profesi, jabatan, atau pekerjaan cuma bisa diberi pada seorang yang memerlukannya, yang menginginkannya, serta yang bisa untung darinya 
Pendidikan kejuruan juga akan efisien bila pengalaman latihan untuk membuat rutinitas kerja serta rutinitas berpikir yang benar diulangkan hingga cocok seperti yang dibutuhkan dalam pekerjaan nantinya 
Pendidikan kejuruan juga akan efisien bila gurunya sudah memiliki pengalaman yang berhasil dalam aplikasi ketrampilan serta pengetahuan pada operasi serta sistem kerja yang juga akan dikerjakan 
Pada tiap-tiap jabatan ada kekuatan minimal yang perlu dimiliki oleh seorang supaya dia tetaplah bisa bekerja pada jabatan tersebut 
Pendidikan kejuruan mesti memerhatikan keinginan pasar (memerhatikan sinyal tanda pasar kerja) 
Sistem pembinaan rutinitas yang efisien pada siswa juga akan terwujud bila kursus diberi pada pekerjaan yang riil (pengalaman sarat nilai) 
Sumber yang bisa diakui untuk ketahui isi kursus disuatu okupasi spesifik yaitu dari pengalaman beberapa ahlu pada okupasi tersebut 
Tiap-tiap okupasi memiliki tanda-tanda isi yang tidak sama satu dengan yang lainnya 
Pendidikan kejuruan juga akan adalah service sosial yang efektif bila sesuai sama keperluan seorang yang memanglah mememrlukan serta memanglah paling efisien bila dikerjakan lewat pengajaran kejuruan 
Pendidikan kejuruan juga akan efektif bila cara pengajaran yang dipakai serta hubungan pribadi dengan peserta didik memperhitungkan sifat-sifat peserta didik tersebut 
Administrasi pendidikan kejuruan juga akan efektif bila dia luwes serta mengalir dari pada kaku serta terstandar 
Pendidikan kejuruan membutuhkan cost spesifik apabila tidak tercukupi jadi pendidikan kejuruan tidak bisa dipaksakan beroperasi 

Jenis Penyelenggaraan Pendidikan Kejuruan 

Jenis Sekolah 
Pada jenis ini evaluasi dikerjakan seutuhnya di sekolah. Jenis ini beranggapan kalau segalanya yang berlangsung ditempat kerja bisa di ajarkan di sekolah serta semuanya sumber belajar berada di sekolah. Jenis ini banyak di adopsi di Indonesia sebelumnya Repelita VI. 

Jenis Magang 
Pada jenis ini evaluasi bebrapa basic kejuruan dikerjakan di sekolah serta inti kejuruannya di ajarkan di industri lewat system magang. Jenis ini banyak diadopsi di Amerika Serikat. 

Jenis System Ganda 
Jenis ini adalah kombinasai pemberian pengalaman belajar di sekolah serta pengalaman kerja didunia usaha. Dalam system ini system evaluasi tersistem serta terpadu dengan praktek kerja didunia usaha/industri. 

Jenis School-based Enterprise 

Jenis ini di Indonesia di kenal dengan unit produksi. Modul ini pada intinya yaitu meningkatkan dunia usaha di sekolahnya dengan maksud sesain untuk menaikkan pendapatan sekolah, juga untuk memberi pengalaman kerja yang betul-betul riil pada siswanya. Jenis ini dikerjakan untuk kurangi ketergantungan sekolah pada industri.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar