Rabu, 09 Agustus 2017

Furniture Ditarik, Aktivitas Belajar di Sekolah Garut Terganggu 

 Aktivitas Belajar Mengajar (KBM) siswa SMKN 14 Garut, di Kampung Cibeureum, Desa Padasuka, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut Jawa Barat terganggu. Sebab, fasilitas belajar seperti meja, kursi serta papan catat di keluarkan pihak entrepreneur furniture untuk ditarik kembali karena pihak sekolah tidak dapat membayar sisa tunggakan Rp35 juta. 

Wakil Kepala Sekolah Bagian Fasilitas SMKN 14 Garut Tete Kusna menyebutkan, meskipun terganggu pihaknya berusaha maksimum supaya sekolah tidak libur. Untuk aktivitas belajar siswa, pihak sekolah mengabungkan siswa dalam satu ruang kelas. " Satu ruang kelas sekarang ini di isi oleh 58 siswa, penggabungan kelas Multi Media I serta Multi Media II, " katanya, Jumat, 12 Agustus 2016. 


Meja serta kursi dan papan catat untuk aktivitas belajar, sejumlah sekitaran 200 set dari 6 ruang kelas, saat ini ada di luar kelas. Pihak entrepreneur furniture merencanakan menarik meja, kursi serta papan catat karna tunggakan pihak sekolah pada entrepreneur itu mulai sejak 2015. " Jadi hari ini meja, kursi serta papan catat juga akan dibawa kembali oleh entrepreneur furniture, " tutur Tete. 

Karena fasilitas belajar ditarik, lanjut Tete, belajar jadi tidak teratur karna siswa duduk berdesakan-desakan serta tidak teratur, dan beberapa kelas sangat terpaksa tidak memakai papan catat. " Sesaat untuk hari ini ya belajarnya begini, sembari menanti ketentuan sekolah membayar tunggakan, " tutur dia.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar