Kamis, 10 Agustus 2017

Ditabrak, Guru Muda Wanita Mencari Keadilan 

 Rosita (36), seseorang guru Matematika di satu diantara sekolah menengah pertama atau SMP swasta di Medan, Sumatera Utara seakan tidak sempat capek berjuang mencari keadilan. 

Dengan keadaan fisik yang terbatas, karena ditabrak yang disangka oleh anak didiknya, Rosita juga alami cedera kronis di pinggul. Mengakibatkan, dia tidak dapat melakukan aktivitas normal jadi pengajar. 


Rosita memohon keadilan karna terasa diperlakukan tidak adil serta sewenang oleh pihak sekolah pascadiberhentikan jadi guru dengan sepihak oleh Yayasan Sutomo pada Juni 2016. 

" Mulai sejak Juli sampai saat ini karena diberhentikan dengan sepihak, saya telah tidak terima upah sekali lagi. Hingga saat ini saya juga tidak bisa surat pemberhentian, " kata Rosita di Jakarta, Selasa 29 November 2016. 

Rosita mengakui kecewa dengan kebijakan pihak yayasan itu. Walau telah 14 th. mengabdi jadi guru, statusnya tidak sempat diangkat jadi karyawan tetaplah. 

Sepanjang 14 th. jadi guru di Yayasan Sutomo, Rosita mengakui cuma disodorkan surat pengangkatan jadi guru yang setiap tahunnya di buat ulang tidak ada kejelasan status. 

" Sepanjang mengabdi di sekolah, saya senantiasa melakukan semua pekerjaan jadi tenaga pendidik dengan sebaik-baiknya. Bahkan juga tidak sempat meskipun saya memperoleh surat peringatan dari sekolah sampai kini. Belasan th. saya berjibaku mencerdaskan anak bangsa, " kata Rosita. 

Tetapi, Rosita juga tidak patah arang. Dia selalu berjuang mencari keadilan terlebih tentang status pekerjaannya di Yayasan Sutomo yang sepanjang 14 th. tidak juga diangkat jadi karyawan tetaplah. 

" Keinginan saya, saya minta penyelesaian yang adil. Kebenaran serta keadilan dapat ditegakkan buat saya, " papar Rosita. 

Disamping itu, kuasa hukum Rosita, Johan Lee Chandra menyebutkan, masalah ini telah dibawa ke Dinas Sosial serta Tenaga Kerja Pemerintah Kota Medan. 

Akhirnya, Dinas Sosial serta Tenaga Kerja Pemkot Medan menyarankan sebagian point, salah satunya Yayasan Sutomo belum juga bisa mengambil keputusan hubungan kerja sesuai sama pasal 172 UU No 13 Th. 2003, karna Rosita sakit. 

" Client kami senantiasa berikan berita waktu sakit serta sakit bukanlah jadi argumen untuk memberhentikan seorang. Bu Rosita ini permintaannya simpel, dia cuma minta keadilan sesuai sama ketentuan perundangan terlebih tentang status kerjanya yang telah 14 th., serta berdasarkan Undang Undang Ketenagakerjaan mesti automatis jadi karyawan tetaplah, " kata Johan Lee Chandra.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar