Jumat, 11 Agustus 2017

Polisi serta Tentara Akan Jadi Guru di Sekolah 

 Kebijakan program Penguatan Pendidikan Ciri-khas (PPK) yang digagas pemerintah untuk semua tingkat pendidikan di Indonesia direncanakan melibatkan semuanya pihak untuk sharing pengetahuan. 

Menteri Pendidikan serta Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, satu diantaranya yang juga akan dilibatkan yaitu Tentara Nasional Indonesia serta Kepolisian RI. Pelibatan ke-2 instansi ini, menurut Muhadjir, sejatinya telah mulai sejak lama berlangsung. 



Ia juga mencontohkan sekolah yang ada di daerah perbatasan. Dengan terbatasnya sumber daya guru serta jauhnya tempat, pada akhirnya memakai tenaga tentara jadi pengajar. 

" Jadi tinggal disinkronkan saja (TNI masuk sekolah). Yang pasti, bukanlah tentara yang gagah serta siap perang itu yang juga akan masuk kelas, " tutur Muhadjir di kantornya, Rabu, 12 Juli 2017. 

Anggota TNI AD menolong petani sawah membajak sawah 

 Anggota TNI menolong seseorang petani membajak sawah/tniad. mil. id 

Menurut Muhadjir, pelibatan tentara atau polisi bahkan juga termasuk profesi beda yang mumpuni untuk sharing pengetahuan didalam kelas sekolah, juga akan jadi menu penambahan untuk siswa. 

" Tidak setiap hari, namun kelak juga akan ada beberapa topik spesifik, " katanya. 

Selama ini, di 2. 200 sekolah yang telah disediakan juga akan jadi jenis percontohan program Penguatan Pendidikan Ciri-khas, baru ada prinsip untuk melibatkan seniman serta budayawan. 

Sejumlah 1. 500 orang sudah disediakan untuk menolong sharing pengetahuan ke sekolah-sekolah. " Semoga dengan 2. 200 sekolah ini juga akan jadi early adopter yang juga akan menyebarkan semangatnya ke sekolah beda, " tutur Muhadjir.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar