Selasa, 15 Agustus 2017

Beberapa SMK di Jateng akan Berikan Sertifikat Ketenagalistrikan

Para lulusan SMK di tiga daerah yang berada di Jawa Tengah berpeluang terserap oleh project nasional listrik 35 Ribu MW. PT Indonesia Power sudah di tandatangani nota kesepahaman dengan sembilan SMK di lokasi Kota Semarang, Kabupaten Pati serta Kabupaten Banjarnegara dalam mempersiapkan SDM kelistrikan. 



Penyiapan SDM Kelistrikan ini dikerjakan lewat Program Indonesia Power Program Intership Assesment serta Serifikasi (IP Pandai) pada Dinas Pendidikan serta Kebudayaan Propinsi Jawa Tengah dengan PT PLN (Persero). Alur ajar sebagai konsentrasi program ini mencakup traching factory, teaching industry serta evaluasi berbasiskan praktek kerja industri jadi operator ataupun teknisi pada unit kerja PT PLN (Persero) di semua tanah air. 

" Hingga, siswa- siswa SMK yang dididik lewat program IP Pandai ini adalah tenaga yang telah siap bekerja, bukan hanya calon tenaga kerja di bagian ketenagalistrikan, " ungkapDirektur Human Capital Magement PT PLN, Muhamad Ali di sela peresmian Centre Of Exellence Fire and Safety Academy (FSA), di Pandean Lamper, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (8/8). 

Baca Juga : Wisata Kopi

Menurut dia, dengan sudah merampungkan program IP Pandai ini, beberapa siswa SMK dari sembilan sekolah ini tidak cuma peroleh ijazah kelulusan saja. Tetapi akan memperoleh sertifikat kompetensi ketenagalistrikan dan peletakan kerja oleh PT PLN (Persero). 

Dirut PT Indonesia Power, Sripeni Inten Cahyani memberikan, IP Pandai ini juga akan membawa faedah untuk sekolah serta Dinas Pendidikan serta Kebudayaan. Karna juga akan jadi kesempatan besar terserapnya lulusan sekolah serta ecektifitas keselarasan kurilulum sekolah dengan keperluan industri. 

" Nanti semuanya siswa yang telah merampungkan Program IP Pandai juga akan memperoleh sertifikasi kompetensi dari Instansi Kompetensi Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan yang disadari industri serta berlaku dengan nasional, " kata dia. 

Disamping itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Propinsi Jawa Tengah, Sri Puryono yang mewakili Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengapresiasi program IP Pandai yang pertama kali di tanah air ini. Jadi bentuk support Pemprov Jawa Tengah juga akan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan dalam mencari format kurikulum yang cocok. 

Hingga program IP Pandai ini dapat linier dengan kurikulum pendidikan vokasi yang telah jalan sampai kini. " Saya sangka ini kesempatan yang bagus supaya beberapa lulusan SMK di Jawa Tengah dapat segera terserap oleh dunia kerja bagian kelistrikan. " Terlebih, program Pemerintah Listrik 35 Ribu MW memerlukan SDM pendukung yang cukup banyak, " imbuhnya.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar