Senin, 07 Agustus 2017

Bawa Obat Berlebih, Petugas Kloter Tertahan di Bandara

 Kementerian Agama tidak henti-hentinya mengimbau kepada jemaah calon haji agar berhati-hati membawa barang atau menerima titipan saat berhaji. Barang bawaan yang jumlahnya melebihi kewajaran tentu akan dibongkar dari koper oleh otoritas Arab Saudi.

Setelah ada dua haji asal Surabaya yang tertahan di dalam bandara karena kedapatan membawa jamu dan rokok dalam jumlah besar, kali ini petugas kesehatan tertahan karena membawa obat dalam jumlah yang tidak wajar oleh petugas bea cukai bandara Madinah.


 
Kepala Seksi Perlindungan dari PPIH Daker Bandara, Maskat menginformasi kalau petugas kesehatan dari kloter SUB-7 itu tertahan di bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz sekitar dua jam.

“Siang tadi sempat terjadi sedikit kendala pemeriksaan barang bawaan karena ditemukan obat dalam jumlah besar. Jemaah akhirnya harus menunggu hingga proses selesai,” kata Maskat, Senin, 31 Juli 2017.

Kepala Daerah Kerja Bandara, Arsyad Hidayat, meminta agar jemaah maupun petugas tidak membawa barang-barang dalam jumlah yang sangat banyak.

“Membawa obat untuk kepentingan jemaah memang harus dilakukan, tetapi harus dalam jumlah yang wajar sesuai standar dari Kementerian Kesehatan. Bila barang bawaan memancing kecurigaan otoritas bandara, proses negosiasinya akan panjang dan kasihan jemaah menunggu terlalu lama,” ujar Arsyad.

Obat-obatan tersebut sebenarnya memiliki dokumen resmi dari Indonesia namun jumlahnya dianggap terlalu banyak oleh otoritas bandara.

Setelah melalui proses negosiasi antara petugas PPIH Daker Bandara dengan petugas bea cukai bandara, obat-obatan yang berada di dalam 1 koper penuh tersebut diserahkan kembali dengan beberapa catatan.
Petugas tersebut telah direkam identitasnya dan disalin pasportnya yang selanjutnya harus melaporkan penggunaan obat tersebut saat kepulangan dari Jeddah.a
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar