Selasa, 25 April 2017

Pendukungan Warisan Budaya Tak Benda Road To UNESCO

Pameran Pendukungan Warisan Budaya Takbenda Road To UNESCO diadakan oleh Direktorat Warisan serta Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan sebagai satu diantara bentuk publikasi pada orang-orang kalau Bangsa Indonesia adalah bangsa dengan warisan budaya yang begitu kaya, Selain itu, pameran ini diselenggarakan juga untuk maksud pendukungan pada Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang diserahkan sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO.


Dalam mengajukan Warisan Budaya Takbenda UNESCO, Peran serta pernyataan komune/orang-orang kalau Warisan Budaya Takbenda yang diusulkan memanglah punya komune/orang-orang serta mempunyai nilai utama untuk komune/orang-orang itu. Peran komune juga begitu utama dalam sistem pelindungan, pengembangan serta pemakaian yang dipakai untuk sebesar-besarnya untuk kemakmuran orang-orang, grup, apabila sangat mungkin untuk individu yang mensupport warisan itu.

Pada desember 2017 ini bakal dibicarakan dalam siding UNESCO yakni Pinisi : The Art of Boatbuilding of The People of South Sulawesi sebagai Representative Daftar ICH UNESCO yang sudah diserahkan oleh Pemerintah Indonesia lewat Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan pada th. 2015.

Sedang Pantun : The Malay Oral Tradition diserahkan oleh Pemerintah Indonesia berbarengan dengan Pemerintah Malaysia sebagai Multinational Nomination pada th. 2017 bakal dibicarakan dalam sidang UNESCO Th. 2018 serta setelah itu yaitu The Traditions of Pencak Silat yang diserahkan th. 2017 untuk Representative Daftar ICH UNESCO bakal dibicarakan pada th. 2019.

Oleh karenanya, untuk mensosialisasikan serta mencari support dari orang-orang luas, jadi Direktorat Warisan serta Diplomasi Budaya, Direktrat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan mengadakan pameran untuk mempublikasikan mengajukan Pinisi, Pantun, serta Pencak Silat sebagai ICH Daftar UNESO. Pameran ini diinginkan bisa memperlihatkan bentuk support pemerintah serta komune pendukung Warisan Budaya Takbenda pada Pelestarian Warisan Budaya takbenda yang berkepanjangan.

Untuk menebarluaskan info pelestarian ini, diselenggarakanlah rangkaian aktivitas pameran yang bakal berjalan mulai tanggal 25 s. d. 28 April 2017 di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A lantai 1, Kompleks Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat. Untuk menyemarakkan pameran jadi bakal diadakan sebagian aktivitas pendukung, yakni acara Pembukaan yang bakal disemarakkan oleh pertunjukan kesenian dari Sanggar Ananda, Workshop mengenai Tali Temali oleh pembinaan Pramuka, Workshop Pantun yang bakal dipandu oleh Asosiasi Kebiasaan Lisan, Pertunjukan Kesenian Pencak Silat, Talkshow “Pantun Dimasa Sekarang”, Talkshow Pencak Silat, Fun Games, serta Belajar Berbarengan Pendekar yang bakal dipandu oleh Cecep Arif Rahman (Aktor Film Merantau, The Raid 2 : Berandal, 3 : Alif Lam Mim, serta Star Wars : The Force Awakens). Keseluruhnya rangkaian aktivitas ini punya maksud untuk bangun animo orang-orang dari beragam bagian pengetahuan serta beragam umur untuk tahu, mengerti, menyukai serta bangga bakal kekayaan serta warisan budaya yang dipunyai oleh bangsa Indonesia.

Dengan hal tersebut, lewat pameran ini diinginkan orang-orang bisa mengambil peran sesuai sama kemampuannya dalam usaha Pelestarian Warisan Budaya Takbenda Indonesia, yang sudah mempunyai peran utama dalam bangun peradaban bangsa.

Sekarang ini. Indonesia sudah meratifikasi Convention for The Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage UNESCO Th. 2003 lewat Ketentuan Presiden Nomor 78 Th. 2007 mengenai Pengesahan Konvensi untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda. Mulai sejak Th. 2008 sampai th. 2005, sudah ada 7 (tujuh) Warisan budaya Takbenda Indonesia yang sudah masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO, antra lain :

Wayang : The Traditional Puppetry and Drama of Indonesia (2008) dalam persyaratan Representative Daftar of Intangible Cultural Heritage of Humanity.
The Indonesian Kris : Tradition, Social Function, Art, Philosophy, Mystique (2008) dalam persyaratan Representative Daftar of Intangible Cultural Heritage of Humanity.
Indonesian Batik (2009) dalam persyaratan Representative Daftar of Intangible Cultural Heritage of Humanity.
Indonesian Angklung (2010) dalam persyaratan Representative Daftar of Intangible Cultural Heritage of Humanity.
Saman Dance (2011) dalam persyaratan Intangible Cultural Heritage in Need of Penting Safeguarding.
Noken Mutifunctional Knotted or Woven Bag, Handcraft of The People of Papua (2012) dalam persyaratan Intangible Cultural Heritage in Need of Penting Safeguarding.
Three Genres of Traditional Dance in Bali (2 Desember 2015) dalam persyaratan Representative Daftar of Intangible Cultural Heritage of Humanity.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar