Selasa, 06 Maret 2018

Dukung Pendidikan Vokasi Industri, Krakatau Steel Kucurkan Bantuan ke 5 SMK


PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. memberi pertolongan pada lima SMK dalam program peluncuran pendidikan vokasi industri untuk lokasi DKI Jakarta serta Banten. 

Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, Direktur Paling utama Krakatau Steel, menyebutkan ke-5 SMK itu yaitu SMK Negeri 1 Cilegon, SMK Negeri 2 Cilegon, SMK YPKS Cilegon, SMK Negeri 2 Serang, serta SMK Negeri 4 Serang. 

“Sebelumnya kami telah lakukan program vokasi pertolongan segera dari Krakatau Steel untuk empat angkatan. Ke depan kami selalu berusaha lakukan program vokasi yang lebih berguna sekali lagi, ” katanya, Senin (5/3). 

Mas Wigrantoro menjelaskan mulai sejak 1999 perseroan sudah lakukan program vokasi untuk 1. 163 siswa dari beragam SMK yang terbagi dalam beragam bagian, umpamanya perawatan mekanik, perawatan elektrik, permesinan, welding, elektronika, analis kimia, kesekretariatan, serta pariwisata. Dalam program vokasi yang sudah dikerjakan itu, Krakatau Steel telah mengucurkan biaya sejumlah keseluruhan nyaris Rp12 miliar. 

Emiten dengan kode saham KRAS itu dipilih jadi penyelenggara acara serta perwakilan perusahaan di tempat peluncuran vokasi step ke-5, yang mencakup lokasi DKI Jakarta serta Banten. 

Terlebih dulu, program sama sudah di luncurkan di Jawa Timur untuk step I, Jawa Tengah untuk step II, Jawa Barat untuk step III, serta step IV untuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, serta Kepulauan Riau. 

" Untuk lokasi DKI Jakarta serta Banten, ada 143 perusahaan industri serta 292 SMK yang juga akan di-link and match-kan, " tutur Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. 

Pada saat ini, sejumlah 612 kesepakatan kerja sama pada industri serta SMK diteken. Dalam program ini, satu SMK dibina oleh sebagian industri, sesuai sama program ketrampilan di SMK berkaitan dengan bidang industrinya. 

Sesudah lokasi DKI Jakarta serta Banten, peluncuran program vokasi industri juga akan diteruskan dengan bertahap untuk lokasi Sumatra sisi selatan, seperti Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, serta Lampung, dan lokasi Sulawesi Selatan. 

Airlangga mengatakan sampai 2019 pemerintah membidik sejumlah 1. 785 SMK sudah dibina serta bekerja bersama dengan industri. 

" Hingga step ke-5 ini, keseluruhan telah ada 1. 537 SMK dengan 568 industri yang sudah bekerja bersama, " tuturnya. 

Terkecuali lewat pengembangan pendidikan vokasi industri, Kementerian Perindustrian sudah mengadakan program kursus dengan system 3 in 1 dalam rencana penambahan kwalitas serta daya saing tenaga kerja di Indonesia
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar