Selasa, 08 Agustus 2017

Masalah Petenis Terbaik Indonesia Menuju Wimbledon
 

Turnamen-turnamen yang diikutinya untuk mengejar poin demi menghuni peringkat ke-120 untuk bisa maju ke kualifikasi Wimbledon. Terakhir kali dia menjuarai  turnamen ITF Karuizawa di Jepang.

Namun kabar berhembus jika sang petenis tidak mendapat restu dari Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (SATLAK PRIMA). Dana untuk mengikuti turnamen tidak bisa disalurkan.

Wakil Sekjen PB PELTI, Goenawan Tedjo Sutikno buka suara. Dia menyebut jika Christopher hanya terhalang peraturan dari SATLAK PRIMA.

"Bukannya tidak mendukung, Satlak Prima punya syarat tersendiri. Yaitu kepergian harus diawali dari Indonesia, namun kami minta pengecualian," kata Goenawan Tedjo Sutikno, Manajer Christopher.

"Saat ini kan Christopher keliling dunia untuk bisa berlaga di Grandslam. Jadi kami juga akan mengirimkan surat secara tertulis untuk SATLAK," tuturnya.

Seperti yang diketahui, Christopher akan berlaga di Sea Games 2017 di Malaysia. Ajang tersebut akan dihelat pada Agustus 2017 mendatang.

"Persiapan untuk Sea Games ada, kan Christopher ada di luar negeri, itu sebagai bentuk dari persiapan juga. Targetnya ya yang terbaik untuk Sea Games nanti," lanjut dia.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar