Senin, 07 Agustus 2017

Ajak Orangtua Berhaji, Harapan Zaini untuk Berbakti 

Muhammad Zaini (50) adalah anak ketiga dari delapan  bersaudara. Di Kota Pahlawan, Zaini berprofesi sebagai penjual kusen. Menghajikan kedua orang tua dan mertuanya sudah menjadi cita-cita sejak lama.


 
“Saya sudah berhaji pada 2006 bersama istri.  Sejak itu, saya merasa kok tidak orangtua saya dahulu yang berangkat, malah saya. Maka saya ngomong sama istri,  nanti kalau dikasih rezeki, orangtua semua saya bawa berangkat berhaji,” ujarnya saat ditemui tim Media Center Haji (MCH) 2017 di Masjid Nabawi Madinah usai jamaah Subuh, Selasa, 1 Agustus 2017.

Muhammad Zaini bersama ayahnya di Masjid Nabawai.

Saat itu, Zaini sedang meneruskan kebiasaannya membaca Alquran setiap habis salat Subuh. Menurutnya, kalau di rumah dia terbiasa membaca satu juz. Kebiasaan itu ingin dia teruskan selama di Masjid Nabawi.

“Alhamdulillah, Allah kasih rezeki sehingga kami bisa daftar pada tahun 2010,” ujarnya lagi dengan mata berkaca sembari sesekali mengusap wajah ayahnya.

Jemaah yang tergabung dalam kloter empat Embarkasi Surabaya (Sub 04) ini merasa bahagia bisa memberangkatkan orangtuanya ke tanah suci untuk berhaji. Dia berharap, itu bisa menjadi bagian wujud baktinya sebagai seorang anak.

“Namanya anak pasti banyak salahnya. Ini mumpung orangtua masih hidup, saya ingin berbakti. Saya senang sekali sekarang bisa menjalankan haji bersama orangtua. Mudah-mudahan saya kuat,” katanya.

Ayah Zaini bernama Dawam. Saat ini usianya 85 tahun. Diabetes dan struk yang dideritanya menyebabkan Dawam harus terus berada di kursi roda. Dawam asli Jombang, tapi karena ikut anaknya, dia berangkat dari Surabaya.

Demi menjaga bapaknya, kemanapun Zaini pergi selalu menyertakan Dawam, termasuk dalam menjalani ibadah Arbain di Masjid Nabawi.

“Bapak selalu dibawa. Kalau tidak dibawa, khawatir jalan lalu jatuh,” ujarnya.

Sejak mendaftar haji, melihat keadaan orangtuanya yang sakit-sakitan, Zaini sempat khawatir. Karenanya, dia sangat bersyukur akhirnya bisa sampai berangkat haji bersama.

“Saya berharap bisa sampai kembali ke rumah dengan selamat, orangtua saya juga. Mudah-mudahan sampai pulang lagi ke Tanah Air,” harapnya sambil terisak.

Cuaca di Madinah saat ini sangat panas, pada kisaran 45 – 50 derajat di siang hari. Zaini juga merasakan hal itu. Namun soal kesehatan, dia serahkan sepenuhnya kepada Allah. Meski demikian, Zaini juga membawa bekal obat-obatan yang biasa dikonsumsi bapaknya.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar