Jumat, 11 Agustus 2017

Ada Lukisan Langka Berumur 125 Th. di Galeri Nasional 

 Tahukah Anda dua dari tiga lukisan langka karya seniman Rusia, Konstantin Egorovick Makowsky, berada di Indonesia? Satu diantaranya lukisan Perkawinan Kebiasaan Rusia (Pribite Nevesti) yang dihadiahkan untuk Presiden Soekarno. 

Penasaran seperti apa lukisannya? Datang saja ke moment Pameran Lukisan Koleksi Istana Kepresidenan RI 'Senandung Ibu Pertiwi' di Galeri Nasional, Jakarta 2-30 Agustus 2017. 



Lukisan langka dari Rusia ini begitu tua. Karena sangat tuanya umur lukisan ini, panitia menghadirkannya berbentuk projectsi LED sesuai sama ukuran asli. Maklum, umur lukisan telah lebih dari 125 th.. Begitu rawan pada rusaknya. Mulai sejak dikerjakan restorasi pada th. 2004 lantas, kanvas terpasang begitu kuat pada spandram serta juga akan begitu rawan bila melepaskannya. 

" Umur lukisan Makovsky nyaris sama juga dengan Raden Saleh. Ukuran lukisannya sangat besar, 295x450 cm. Juga akan menyusahkan sistem perpindahan karna tak ada kendaraan dengan volume yang pas. Ditambah sekali lagi ukuran pintu di Galeri Nasional sangat kecil untuk lukisan ini, " tutur Ketua Kurator Pameran, Asyikin Hasan, Kamis 10 Agustus 2017. 

Lukisan yang ditaksir bernilai lebih dari Rp18 miliar ini adalah hadiah untuk Presiden Soekarno waktu lakukan kunjungannya ke Rusia. Awalannya, lukisan ini terpasang di Kremlin sebelumnya pada akhirnya dilepaskan dari bingkai serta spandramnya lantas dibawa ke Jakarta serta menghiasi Istana Bogor. 

" Semasa hidupnya, Makowsky cuma sempat menghasilkan tiga lukisan memiliki ukuran besar. Dua salah satunya, Perkawinan Kebiasaan Rusia serta Kahyangan yang dihadiahkan pada Presiden Soekarno. Satu yang lain dihadiahkan pada Kerajaan Inggris, " kata Asyikin. 

Lukisan yang melukiskan kemeriahan pernikahan kebiasaan Rusia ini tampak istimewa waktu lampu ruangan kerja kepresidenan dipadamkan. Ilusi pijaran sinar juga akan keluar dari contoh lampu pada lukisan yang disebut dampak 3 dimensi yang di buat dengan cerdas. 

Lukisan monumental 'Perkawinan Kebiasaan Rusia' jadi satu dari dua karya pelukis populer era ke-19 yang berhasil dikoleksi Sukarno. Lukisan karya Konstantin Egorovick Makovsky yang ada di Istana Bogor yaitu hadiah rakyat Rusia lewat pimpinan Uni Republik-republik Sosialis Soviet, Nikita Khrushchev. 

Di eranya, Bung Karno memanglah di kenal jadi kolektor paling utama Tanah Air. Dia dekat dengan seniman-seniman lokal dan mancanegara. Termasuk juga pada Makovsky yang didapatkan dengan bebrapa hanya pada Indonesia

" Bung Karno melobinya serta berhasil, hingga dia diberi dengan bebrapa hanya jadi hadiah. Ketahuan bagaimana usaha lobi Bung Karno untuk mempunyai lukisan itu, " kata Asyikin. 

Pada pameran 'Senandung Ibu Pertiwi' ini, juga akan dipertunjukkan 48 lukisan dari 41 pelukis yang di ciptakan pada era 19 serta 20 karya pelukis-pelukis terkenal seperti Basoeki Abdullah, Raden Saleh, Wakidi, Lee Man Fong, Rudolf Bonet, serta Itji Tarmizi, A. D Pirous, serta Alimin Tamin. Dari 48 lukisan itu, dibagi jadi sebagian topik kecil, yaitu Keragaman Alam (12 lukisan), Dinamika Sehari-harinya (11 lukisan), Kebiasaan serta Jati diri (15 lukisan), serta Mitologi serta Religi (10 lukisan). 

Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan, ke-48 lukisan itu telah dipajang di Galeri Nasional mulai sejak sekian hari kemarin. Ia cukup takjub dengan nilai asuransi lukisan itu yang menjangkau Rp96 miliar. 

" Satu lukisan berarti diasuransikan sejumlah Rp2 miliar. Ya bermakna 48 lukisan ada Rp96 miliar, bila kita bulatkan Rp100 miliar, " tutur Menpar Arief Yahya. 

Menpar Arief Yahya menyebutkan, 60 % bidang pariwisata datang dari budaya serta 30 % dari alam. Pameran lukisan koleksi Istana Kepresidenan dapatlah jadi atraksi pariwisata. Menurut dia, pengunjung bisa lihat dengan segera lukisan yang terlebih dulu tidak bisa diliat oleh orang-orang pemula. 

“Tugasnya Kementerian Pariwisata yaitu lebih mempublikasikan serta mempromosikan supaya wisatawan datang ke Indonesia, terutama ke pameran lukisan ini, ” tutur Arief. 

Terkecuali mendatangkan beberapa lukisan yang sampai kini menghiasi Istana Kepresidenan Jakarta, Bogor, Cipanas, Yogyakarta, serta Bali, pameran ini akan diperkaya dengan arsip serta dokumen perlu tentang istana-istana kepresidenan bersama koleksinya. (webtorial)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar