Kamis, 10 Agustus 2017

4 Maskapai Penerbangan Incaran Pemudik

 Mudik Lebaran merupakan salah satu tradisi masyarakat Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Mudik identik bagi masyarakat Indonesia yang kembali ke kampung halamannya dari perantauan.

Mudik, banyak orang yang memanfaatkan fasilitas transportasi umum seperti kereta api, bus pariwisata atau bus antardaerah, kapal dan pesawat terbang. Namun, tak sedikit dari mereka yang memanfaatkan kendaraan pribadinya.

Adapun saat mudik, menggunakan pesawat terbang adalah pilihan yang cukup singkat. Lantaran, dengan pesawat terbang tak perlu berlama-lama di perjalanan dan hanya menempuh sekitar 1,5-3 jam saja.

Nah, dari banyak pilihan masyarakat untuk menggunakan pesawat terbang, tentunya juga banyak bagi mereka yang memilih dengan harga murah. Karena, dalam satu perjalanan memungkinkan diikuti oleh satu keluarga minimal dua orang.

Dikatakan Senior Manager Operation Pegipegi, Widi Sandy, ada empat maskapai penerbangan dengan harga murah atau low cost carrier (LCC) untuk rute domestik. Pertama dan yang paling banyak dilakukan transaksi salah satunya melalui aplikasi booking online yang dinaunginya adalah Lion Air.

Menurutnya, Lion Air terkenal dengan rutenya yang panjang mulai dari Sabang hingga Merauke. Selain itu, maskapai ini memiliki banyak pilihan waktu keberangkatan dan kepulangan serta armada yang banyak pula.

"Juga harganya (untuk Lion Air), bahkan maskapai lain (seperti Citilink, Sriwijaya, dan AirAsia) untuk Bali misalnya sudah di angka Rp800 ribu-Rp1 juta. Lion Air masih bisa dapat di angka Rp400 ribu-Rp500 ribu," kata Widi di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Kedua, maskapai penerbangan Citilink dengan pilihan pesawat yang masih terbilang baru. Ketiga, Sriwijaya, meski LCC tapi terkadang untuk beberapa rute tertentu penumpang disajikan berupa makanan ringan.

Citilink first A32neo

"Cuma (Citilink) untuk rute dan waktu belum sebanyak Lion Air. Sedangkan Sriwijaya bisa dapat bonus berupa makanan ringan di beberapa rute, kalau di tiga maskapai lainnya kan harus beli sendiri," kata Widi.

Dan keempat adalah maskapai penerbangan AirAsia. Meski masih menjadi pilihan, tapi maskapai ini terbilang lebih sedikit transaksi.  "Karena fokus kita lebih banyak untuk destinasinya Indonesia. Sedangkan AirAsia untuk destinasi Indonesianya semakin berkurang. Mereka lebih banyak ke luar negeri seperti Singapura, Malaysia dan negara lainnya," tuturnya. 
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar