Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Budaya Belajar Sejak Dini

Jadikan Belajar merupakan Kebutuhan Hidup Bukan Kewajiban.

Senin, 06 Januari 2020

Kepala Sekolah Setor Mulu!


Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Ketua Pengurus Besar PGRI)

Dahulu sebelum alih kelola ada seorang oknum politisi menelopon Saya.  Ia menjanjikan Saya untuk menjadi kepala sekolah asal setor. Otak Saya kaget. Ini politis apa badut? Saya simpulkan ini politis kelas badut. Mengapa Saya katakan demikian? Karena politis semacam ini adalah politisi pencari nafkah dengan “membadut” di dunia yang seharusnya mengaspirasikan suara rakyat. 

Satu lagi ada  oknum penegak hukum. Ia ngebadut juga.  Ia mengatakan, “Pak Dudung jangan terlalu banyak nulis kritis di media, nanti bapak tidak akan jadi kepala sekolah.” Makin bertambah badut di  negeri ini. Plus ada satu lagi seorang birokrat pendidikan mengatakan bahwa Saya mirip LSM.  Tak berkarakter  pendidik dan tak mencerminkan  pengurus organisasi guru. Saya berpikir, “Makin banyak badut di negeri ini”.

Saat ini di Jawa Barat lagi hangat kembali OTT seorang pejabat Disdik karena mengumpulkan setoran dari para kepala sekolah. Saya jadi ingat cerita lama saat Saya dimintai sejumlah uang untuk jadi kepala sekolah. Sungguh perbadutan ini sangat jelimet dan mengendap terlalu kuat. Pantas  saja kehadiran Jokowi konon katanya sangat tidak didukung sejumlah ASN karena akan memberangus dunia perbadutan dari tradisi semua regim sebelumnya. 

Bukankah Jokowi mengatakan Rp. 10 000 pun harus ditindak? Kembali pada dunia pendidikan kita yang penuh dengan perbadutan.  Saat Jokowi dan Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta dunia setor  pra rekrutmen kepala sekolah menjadi terminimalisir karena ada sistem lelang.  Menjadi kepala sekolah harus lolos seleksi bukan lolos relasi. Jokowi dan Ahok mencontohkan bagaimana rekrutmen kepala sekolah tanpa setor. Merit dan ketat.

Gosip lama, untuk menjadi seorang kepala SMAN di sebuah kota konon katanya dahulu harus meraih kocek Rp. 250 juta?  Wow. Dapat dibayangkan bagaimana selanjutnya. Bukankah uang itu harus dikembalikan pada dompet asalnya? Caranya? Ya pasti 1001 cara akan dilakukan.  Rusak dunia pendidikan kita bila pimpinan satuan pendidikian diberi SK dengan jalur setor mulu. Sungguh perbadutan ini sudah lama terjadi.

Sekolah idealnya dipimpin oleh kepala sekolah hasil seleksi yang sangat ketat. Seleksi tanpa pulus, bukan hasil relasi dan suap sapi maksud Saya suapisasi. Bila seorang kepala sekolah hasil seleksi ketat, buah prestasi maka bawaan memimpin sekolahnya akan kearah prestasi. Bila jadi kepala sekolah karena setor dan kepentingan politik maka bawaannya pasti politik dan setoran mulu.  Setor mulu adalah budaya buruk dalam dunia birokrasi kita.

Apresiasi pada Gubernur Baru Ridwan Kamil terkait rekrutmen kepala sekolah SMA/SMK/SLB di Jawa Barat. Sampai saat ini Saya belum mendapatkan aspirasi terkait budaya “setor mulu” dari regim RK.  Visi Jabar Juara Lahir Bathin nampaknya akan terus dilecut Gubernur RK. Saya membaca rekrutmen kepala sekolah tahun 2019 di era Gubernur RK sangat ketat dan bagai masuk lubang jarum sempit. 

Dapat dibayangkan  akhir tahun ini dari pendaftar 997 guru SMA/SMK/SLB  terbaik dan semuanya sudah jadi wakasek diterima hanya 69 orang dalam seleksi kepala sekolah.  Dari 997 pendaftar diseleksi administrasi  dan dinyatakan lolos menjadi 600 peserta seleksi lanjutan. Dari 600 kembali diseleksi  menjadi 300 orang yang terpilih. Dari 300 terpilih kembali diseleksi menjadi 100 terbaik. Dari 100 terbaik kembali diseleksi substansi, tertulis, wawancara oleh LPPKS dari Solo. Akhirnya terpilih 69 terbaik. Sungguh sulit!

Gubernur RK dan  Kadisdik  Jawa Barat,  Dewi Sartika nampaknya berkomitmen  kuat untuk suguhkan Jabar  Juara lahir bathin. Menarik sambutan Kadisdik Jawa Barat dan Sekertaris Disdik Jawa Barat yang mengatakan tentang transparansi rekrutmen kepala sekolah tahun ini. Bahkan Sekdisdik Jawa Barat Firman Adam mengatakan, “Tidak ada lagi kepala sekolah ujug-ujug”. Saya jadi berpikir kepala sekolah ujug-ujug itu apa ya? Mungkin kepala sekolah tanpa selesksi dan hasil setor mulu.

Saat ini eranya dadah  atau goodbye pada segala bentuk “setor mulu”.   Era merdeka belajar, era guru penggerak, era kepala sekolah merdeka. Merdeka dari segala bentuk “setor mulu” yang sangat tak sehat dalam dunia pendidikan kita.  Segalanya berawal dari dunia pendidikan. Bila dunia pendidikan masih menyisakan mental  “setor mulu” residu dari politik pra alih kelola maka sampai kapan dunia Indonesia akan membaik? Getir memang kisah OTT di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Cianjur.

Ada sekitar 514 kota kabupaten  dan 34 provinsi di Indonesia,  apakah bisa terbebas dari budaya “setor mulu”?  Apakah dana BOS, DAK  dana pendidikan lainnya bebas dari budaya “setor mulu?” Selama seorang abdi negara, menjadi PNS, menjadi kepala sekolah, menjadi pejabat pendidikan terkait  budaya “setor mulu” maka selama itu pula dunia pendidikan kita hanyalah konservasi drama perbadutan. Stop dunia badut! Mari kita mulai dari kewarasan yang bisa dipertanggung jawabkan dihadapan rakyat dan Tuhan Yang Maha Esa. Itu pun kalau percaya Tuhan!

Jumat, 03 Januari 2020

Mengapa Perlu FKSJJ,19?


Oleh : Dudung Nurullah Koswara


Sahabat wow  komunitas Cakep’19 yang sudah lulus Diklat Kepala Sekolah,  harus dihimpun dan dirawat.  Cakep’19 adalah kumpulan orang terpilih asset Disdik Jawa Barat. Mereka semua adalah petarung pendidikan yang lolos dari lubang jarum sempit seleksi calon kepala sekolah. Jumlah 69 orang  dari 997  guru terbaik Jawa Barat tentu bukan jumlah orang sembarangan.

Sejumlah 997 guru peserta seleksi calon kepala sekolah adalah para wakasek dan guru prestasi. Sejumlah lomba pernah mereka ikuti dan sejumlah negara pernah mereka kunjungi.  Endingnya setelah proses administrasi dari 997 terseleksi 600 terbaik. Dari 600 terseleksi lagi sejumlah 300 guru terbaik. Dari 300 terseleksi lagi 100 guru teristimewa. Dari 100  guru teristimewa dalam seleksi substansi lahirlah 69 ter-wow!

Potensi 69 Calon kepala sekolah ini harus dipelihara, dirawat dan terus diberi suplemen agar lebih berdaya. Harus dibentuk sebuah forum yang menjadikan mereka semua semakin learning, semakin  improve, move on  dan berprestasi. Meraka semua harus menjadi Kepala Sekolah Penggerak yang melahirkan iklim Merdeka Belajar dan lahirnya sekolah SRA.  Sunguh sebuah kerugian bila 69 Kepala Sekolah terbaik tidak “dimanfaatkan” untuk Jabar Juara Lahir Batin.

Ungkapan bijak mengatakan, “Kehadiran kepala sekolah yang baik sudah menyelesaikan 50 persen masalah pendidikan”. Betapa strategisnya entitas para kepala sekolah di sebuah negara. Urusan Pendidikan pada hakekatnya bukan urusan  Mendikbud, Dirjen dan para pejabat Disdik melainkan urusan para kepala sekolah. Kepala sekolah berdaya, berprestasi dan mampu menjadi pemimpin pembelajaran yang baik  akan memudahkan tercapainya tujuan pendidikan nasional.

Merawat, memulyakan dan memberdayakan para kepala sekolah sama dengan merawat masa depan Pendidikan Indonesia. Prof. Dr. Ibrahim Bafadal mengatakan betapa sangat startegisnya peran kepala sekolah. Bahkan Permendikbud No 6 Tahun 2018 tidak lagi menjadikan kepala sekolah sebagai tugas tambahan melainkan menjadi tugas utama. Kepala sekolah menjadi manajer dan pemimpin satuan pendidikan.   Artinya ada otoritas penuh agar setiap kepala sekolah merdeka dalam memberdayakan segenap potensi satuan pendidikan.

FSKJJ’19 hadir menawarkan sebuah komunitas kepemimpinan pembelajaran  yang membentuk learning community. Harapannya akan lahir para kepala sekolah penggerak yang berbeda dengan para kepala sekolah sebelumnya yang menurut Sekdisdik Jabar.  Firman Adam dengan sebuatan Kepala Sekolah Ujug-ujug.  Kepala sekolah ujug-ujug adalah kepala sekolah “mendadak dangdut” abra kadabra, simsalabim politik. FKSJJ’19 adalah para kepala sekolah kebalikan dari hal di atas.

FKSJJ’19 punya tanggung jawab moral dan akuntabilitas profesi. Forum harus mampu menghadirkan novelty dari para kepala sekolah hasil seleksi yang ketat. Mampukah para kepala sekolah angkatan Cakep’19 berkiprah mengusung Jabar Juara Lahir bathin  khusus dalam dimensi pendidikan?  Harus mampu! Kemampuan itu lahir dari kemauan. Lahirnya FKSJJ’19 adalah buah dada, maksus Saya buah kemampuan yang menyesak di dada para kepala sekolah penggerak. Mari rapatkan barisan buktikan kita beda!

Arnold Joseph Toynbee melahirkan teori Challenge and Response. Setiap tantangan pasti ada jawaban, harus mampu dijawab.  Tantangan Jabar Juara Lahir Bathin akan direspon oleh para kepala sekolah terpilih yang terhimpun dalam FKSJJ’19.  Dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki para kepala sekolah hasil Diklat Cakep’19  bertekad menghimpun kekuatan dan saling belajar. Pepatah bijak mengatakan, “Satu orang penakut bertemu dengan seorang penakut lainnya maka akan lahirkan  mental setengah berani”.

Dapat dibayangkan bila 69 pemberani, smart  dan wow  bertemu dalam sebuah forum maha hidup yang disebut FKSJJ’19. Sungguh akan menggetarkan jagat “Dunia Persilatan” Pendidikan Jawa Barat! Bisa! Pasti Bisa. SMK Bisa! SLB Luar Biasa! SMA Juara! Mari kita teriakan dan kerjakan segala geliat dan dinamika yang mampu melahirkan prestasi dan layanan terbaik bagi anak didik Jawa Barat. Anak didik Jawa Barat adalah garapan kita. Semoga kelak akan lahir Nadiem Nadiem baru  buah layanan terbaik kita. Bersama kita bisa! Bisa karena Bersama! Semua bergerak, bergerak semua!

Tak Penting Kemampuan

Oleh Dudung Nurullah Koswara

Sejumlah orang sukses ternyata tidak lahir karena kemampuan, kesanggupan dan modal keluarga yang wow. Ternyata sejumlah orang sukses lahir dari kemauan. Kemauan yang keras bisa membuat seseorang sukses meraih sebuah target bahkan melebihi target,
Penutupan Diklat Calon Kepala Sekolah Prop Jabar 2019

Anda kenal Arnold Schwarzernegger? Ya Ia adalah seorang pemuda yang sangat keras kemauannya untuk menjadi seorang binaraga.  Bahkan Ia pernah kabur dari negeri asalnya dan kabur dari dunia militer. Ia fokus pada kesukaannya yakni olahraga binaraga.

Apa hasilnya dari kemauan keras Arnold? Ia menjadi juara dunia. Ia menjadi orang terkenal. Ia menjadi aktor laga. Ia menjadi kaya raya. Ia menjadi seorang Gubernur.  Ia benar-benar berawal dari punya kemauan yang  sangat keras ingin menjadi atlit binaraga. Bukan hanya sukses menjadi atlit binaraga malah jadi aktor, senator dan kepala daerah .

Sejumlah orang sukses dapat kita baca dalam sejumlah buku. Mayoritas mereka bukan karena mampu melainkan karena kemauan yang keras bahkan sangat-sangat keras. Kemauan keras ini adalah kunci sukses bahkan lebih ekstrim orang Jepang punya motivasi, “Bila perlu mengorbankan diri untuk sebuah kesuksesan”.

Sahabat pembaca kita tidak harus mengorbankan diri apalagi mengorbankan orang lain untuk meraih sebuah kesuksesan. Kita cukup mengorbankan waktu, kesenangan, istirahat dan bila perlu sanggup menunda kesenangan. Bertahan dalam derita sebuah syarat perjuangan.  Lakukan sesuatu melebihi orang lain melakukannya.

Saat orang lain berjalan kita harus berlari. Saat orang lain berlari jangan pernah kita berhenti. Tidak ada kata istirahat bagi orang yang punya kemauan keras. Istirahat orang yang memiliki kemauan keras adalah saat Ia sudah meraih apa yang diinginkan. 

Sosok Jokowi adalah sosok teladan kita. Ia terlihat tidak gesit dan tidak smart. Ia terlihat _oleh lawan politik_ tidak mampu, tidak cakap dan tidak punya sesuatu yang wow. Namun apa yang terjadi! Ajaib! Ia berhasil menjadi tokoh nasional saat ini. Ia menjadi seorang Presiden dua periode. Jokowi hadir representasi dari sebuah kemauan yang keras bukan kemampuan.

Jokowi adalah orang yang mau,  bukan orang yang mampu. Beda dengan Prabowo, Sandiaga Uno dan sejumlah tokoh lainnya. Mereka orang yang mampu saat bergrak dalam keinginan menjadi pemimpin.  Jokowi hanyalah pedagang mebeler yang awalnya tak punya kemampuan luar biasa.

Kemauan yang kuat Jokowi untuk melakukan hal terbaik bagi keluarga berujung jadi seorang Presiden. Ia satu-satunya tokoh nasional yang lahir identik dari  pinggiran, wong cilik bahkan disebut sejumlah nyinyiran manusia got. Sungguh ajaib karena kemauan yang keras Jokowi jadi orang no 1 di negeri ini.

Kemauan untuk lebih baik adalah kunci. Bila perlu  kita harus punya kemaun yang gila. Gila pada kemauan. Jadilah orang gila dalam mewujudkan sebuah kemauan. Orang punya kemauan tinggi adalah orang yang kerja, kerja, kerja dan kerja. Bukan omdo, ombo dan banyak bicara. Sedikit bicara banyak berkarya.

Sukses bukan dominasi orang kaya, orang mampu dan orang besar. Sukses miliknya orang-orang yang punya kemauan tinggi.  Kemauan mesti dibarengi dengan keyakinan dan harapan yang wow. Tuhan akan selalu hadir memberi dukungan pada setiap hambanya yang berikhtiar maksimal. Berakit-rakit kehulu, berenang ketepian. Itulah hidup.

Bila ada orang punya kemauan besar tapi tidak ikhtiar itu namanya bukan kemauan melainkan "kemaluan besar".  Ia malu-malu untuk melakukan.  Memang pepatah bijak mengatakan, “Malu sebagian dari iman”.  Pepatah lain mengatakan, "Ikhtiar baik adalah jihad".  Namun malu-maluin karena gagal minus ikhtiar sungguh menyedihkan.  Saat orang lain mendapatkan anugerah malah Ia gerah dan marah-marah. Sedih kan?

Tancapkan kemauan kita lebih dahulu di alam mental kita. Inves di bawah sadar kita bahwa kita akan menjemput apa yang kita maui. Dari mau menjadi maju. Dari maju menjadi bergerak. Dari bergerak menjadi pelaku. Dari pelaku menjadi pekerja ahli. Dari  pekerja ahli menjadi peraih sukses. Sang ahli akan mampu menaklukan sebuah tantangan.

Kemauan ternyata lebih penting dari kemampuan. Si Mampu yang tak ada guam atau kemauan   bisa menjadi tertinggal. Si Mau yang tak punya kemampun lambat laun menjadi mampu dan ahli karena terus berikhtiar.  Kemauan yang keras 50 persen sudah mendapatkan apa yang diinginkan. Sukses adalah 1 persen ide 99 persen kemauan mengerjakan.

Senin, 20 Agustus 2018

Hari Pertama Sekolah, Siswa Di Bogor Melakukan Tawuran

Hari pertama masuk sekolah di Kota Bogor diwarnai aksi tawuran antar siswa. Dua kelompok siswa SMK di Kota Bogor terlibat tawuran di Jalan Raya Soleh Iskandar.

Sekitar 9 siswa diamankan warga karena terlibat tawuran dengan barang bukti celurit dan samurai. Aksi tawuran tidak memakan korban dan tidak berlangsung lama. Warga dan pengemudi ojek onljne yang mangkal di sekitar lokasi langsung berinisiatif untuk membubarkan aksi tawuran.

"Kita juga hati-hati bubarinnya, takut juga kena celurit, makanya banyak warga yang bawa bambu sama kayu," kata Rizqi, pengendara motor yang ditemui di lokasi, Senin (16/7/2018) sore pukul 15:30 WIB.

Tidak lama kemudian, sekitar 9 siswa yang diduga terlibat tawuran berhasil ditangkap warga dan langsung diamankan di pos keamanan kampus UIKA yang tak jauh dari lokasi. Siswa yang tertangkap, nyaris menjadi bulan-bulanan warga yang kesal dengan ulah para pelajar yang kerap tawuran belakangan ini. 

"Ini bukan pelajar namanya kalau bawa celurit begitu, sudah siap ngelukainorang itu. Penjarain saja, jangan sekolah," teriak warga.
Randi Eko, petugas keamanan UIKA yang ditemui di lokasi mengatakan, dua kelompok siswa yang terlibat berasal dari 2 SMK swasta berbeda.

"Jadi ini infonya yang tawuran ini kebanyakan siswa-siswa baru. Anak TD (Tri Dharma) sama YKTB. Ada senior-seniornya juga di situ, jadi anak baru ini diuji disuruh tawuran," kata Randi.

Saat ini, 9 siswa SMK yang diamankan warga langsung dibawa ke Polsek Tanah Sareal. Barang bukti senjata tajam berupa celurit juga diserahkan ke polisi.

Para Siswa SMK Malang Juarai Lomba Animasi se-ASEAN

Generasi muda Indonesia kembali menunjukkan prestasinya di tingkat internasional. Kali ini, berita membanggakan berasal dari siswa-siswi di SMKN 4 Malang. Mereka adalah Toby Nugroho Wibisono, Salsabilla Aulia Rahma dan Khadijah
.
Dalam ajang SEA Creative Camp 2018, mereka menamai tim mereka dengan sebutan 'animation team - SMKN 4 Malang'. Mereka berhasil menjadi pememang dalam kategori animasi 2D setelah mengirimkan karya animasinya yang berjudul KIWA - The Adventure of Dayu and Ong.

Dari KIWA, akhirnya mereka mendapatkan kemenangan. Perasaan senang pun dirasakan mereka tak terkecuali para guru, karena telah membanggakan sekolah. Namun terlepas dari itu semua, hasil kerja keras mereka akhirnya membuahkan hasil.
Hal ini menjadi peluang, bahwa karya anak bangsa seperti animasi ini dapat bersaing di kancah internasional. Tentu adanya prestasi ini bisa menjadi penyemangat anak bangsa lainnya untuk terus berkarya.

Petualangan Dayu

Terdapat 13 chapter dalam film tersebut. Di chapter pertama mereka memberikan judul Arrival of the Dark Queen. Menceritakan sebuah desa yang bernama Desa Girah dengan penduduknya yang damai. Di dalam desa tersebut hiduplah seeorang tokoh agama bernama Uwa Bardah dengan satu anaknya. Seorang anak perempuan bernama Dayu. Dayu ini mempunyai hewan peliharaan, Ong namanya.

Pada suatu hari, langit pun menjadi gelap ketika Uwa Bardah sedang berdoa. Ia merasakan ada yang tidak beres dan sesuatu akan datang. Ia pun meminta Dayu dan Ong untuk masuk ke dalam rumah. Dan benar saja, para penduduk desa secara misterius terkena wabah penyakit, padi di sawah yang rusak dan rumah-rumah terbakar secara misterius.

Seketika itu muncullah sosok wanita bernama Datu. Datu ini merupakan sosok mistis yang mempunyai aura gelap dan berkekuatan jahat. Pertarungan antara Uwa Bardah dan Datu tak bisa terhindarkan. Uwa Bardah berusaha keras melawan, ia pun merasa kesulitan menanganinya.
Tanpa di duga Dayu dan oOng pun datang. Mereka membantu Uwa Bardah. Lantas bagaimana Dayu dan Ong bisa mengalahkan wanita mistis tersebut? Tunggu saja kelanjutan dari cerita petualangan Dayu ini ya.

Daftar Sekolah Unggulan Di indonesia

1. SMK 10 Jakarta Timur 
paskibraka-di-kemdikbud-2015-1781c610298d1c832f40f0ea51f71e60.jpgSumber gambar: smkn10jakarta.sch.id
SMK Negeri 10 Jakarta memiliki dua bidang keahlian, yaitu Binis dan Manajemen serta Teknologi Informasi dan Komunikasi. Selain itu, sekolah ini juga punya empat kompetensi keahlian yaitu Administrasi Perkantoran (AP), Akuntansi (AK), Pemasaran (PM), dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).
2. SMK Negeri 1 Tamansari, Pangkal Pinang
thumb-big-mjaxmzexmjawndmwmzqxodyyntu2ndg-0a6b4dc239cec02a91659e2d0dd47788.JPGSumber gambar: smkn1-pkp.sch.id
SMK ini merupakan SMK yang pertama kali meraih Adiwiyata Mandiri di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sekolah yang menerapkan Kurikulum 2013 pada Tahun Pelajaran 2013/2014 juga menjadi Sekolah Pendidikan Karakter sejak 2010.
3. SMK N 1 Pekanbaru
1baru-cfa5ca146445f73880a72645b3510e68.jpgSumber gambar: smkn1pekanbaru.sch.id
SMKN 1 Pekanbaru merupakan salah satu sekolah yang telah ditunjuk sebagai Pilot Project pelaksanaan Kurikulum 2013 sejak tahun lalu.
4. SMK Telkom Sandhy Putra, Jakarta Barat

smk-telkom-jakarta-2-56abdf3bb0d732a2a273f477a57f56d8.jpgSumber gambar: smktelkom-jkt.sch.id
Sejak bulan Maret 2014, SMK Telkom Sandhy Putra Jakarta sejak berubah menjadi SMK Telkom Jakarta. Nama SMK ini berubah bersamaan dengan dicanangkannya Telkom Schools oleh Telkom Foundation.
5. SMK Negeri 1 Klaten
gedung-smk-negeri-1-klaten-1934f24adfaecd96c1d31d8262fdce54.jpgSumber gambar: id.wikipedia.org/wiki/SMK_Negeri_1_Klaten
SMK Negeri 1 Klaten yang oleh banyak kalangan lebih dikenal dengan nama SMEA N 1 Klaten atau SMERUSAKA, adalah sekolah menengah kejuruan di Kabupaten Klaten. Sekolah ini beralamat di Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo No 22, Klaten Utara, Kota Klaten, Jawa Tengah, Indonesia 57432.
6. SMK Negeri 1 Cimahi
slider-20150326-070320-hdr-00-0e8706dd89303ede389e88686e91fc7b.JPGSumber gambar: smkn1-cmi.sch.id
Secara geografis, SMK Negeri 1 Cimahi terletak di kawasan industri. Sekolah ini dapat dijangkau dari berbagai sudut kota Cimahi, baik dari atau ke Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Jakarta dengan mudah. Selain itu, juga dapat diakses dengan mudah oleh kamu yang tinggal di Jalur Pantura, Provinsi Jawa Barat.
7. SMK Negeri 2 Semarang
kejuaraan-df48f211f9ef2b870cb532ab7fa21a89.jpgSumber gambar: smkn2smg.sch.id
SMK Negeri 2 Semarang berdiri pada tanggal 26 Juni 1951 berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 2881/BIII/51 dengan nama SMEA Negeri Semarang. Pertama kali bertempat di jalan Pattimura Semarang yang sekarang justru ditempati SMP 6 Semarang.
8. SMK Negeri 4 Surakarta
406590-500107260012681-961499063-n-cf74ef8a9e3060bb76d64509cf77b2b9.jpgSumber gambar: osissmkn4surakarta.wordpress.com
Pada awal pendiriannya, nama resmi yang dipakai sekolah ini adalah SKKA (Sekolah Kesejahteraan Keluarga Atas) Negeri Surakarta. Di tahun pertama berdiri, jurusan yang dibuka hanya jurusan Kerajinan Batik.
9. SMK Analis Kesehatan Nasional, Surakarta
smkanaliskesehatanschid-116a9fa155ea0b4af8b9c55e9794fee6.jpgSumber gambar: smkanaliskesehatan.sch.id
Dilatarbelakangi sejarah penutupan Sekolah Asisten Apoteker (SAA) milik negara pada tahun 1973, sedangkan SAA swasta dibatasi dengan hanya diperbolehkan menerima satu kelas dengan kapasitas 36 siswa, maka muncul gagasan dari Yayasan Pendidikan Farmasi Nasional (YPFN) untuk mendirikan Sekolah Analis Kesehatan. Hal ini dilakukan mengingat tenaga analis kesehatan pada masa itu dan diwaktu mendatang sangat dibutuhkan masyarakat.
10. SMK Negeri 1 Magelang
1-depan-sekolah-8279eccec4d4245dd95109f38549f630.jpgSumber gambar: smkaloy.blogspot.co.id
SMK Negeri 1 Magelang merupakan Sekolah Kejuruan Favorit di Kota Magelang. Berdiri pada tanggal 1 Agustus 1965 berdasarkan S.P. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 136/Dirpt/BI/65 tanggal 8 Oktober 1965.

Pentingnya Akan Sekolah SMK

Pertumbuhan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) semakin pesat di Indonesia. Peminatnya semakin banyak dari tahun ke tahun. Pertumbuhan ini bukan tanpa sebab. Banyak orang yang menyadari bahwa keberadaan SMK itu penting untuk menciptakan tenaga-tenaga terampil siap kerja dimulai dari jenjang SMK. Sebuah penelitian oleh Jose Rizal Joesoef, dkk menganalisis tentang pentingnya SMK dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

Hasil penelitian merangkum manfaat SMK dalam empat  hal berikut:
1.      SMK menghasilkan specific human capital, ketimbang general human capital (Becker, 1964). Dalam SMK, siswa diprogram untuk berkomitmen pada ketrampilan khusus (specific) tertentu sehingga ia dapat lebih berkonsentrasi pada usaha untuk mengasah dan mengembangkan ketrampilan itu. Semakin khusus ketrampilan alumni SMK, semakin mudah ia mengembangkan ketrampilan itu.
2.      Keanekaragaman jalur keahlian dalam SMK, mencerminkan diferensiasi siswa/lulusan satu terhadap siswa/lulusan lainnya. Diferensiasi jalur keahlian dalam SMK mengimplikasikan spesifikasi satu lulusan tertentu terhadap satu lulusan lainnya sehingga para lulusan SMK relatif “tidak hilang dalam kerumunan” di antara lulusan-lulusan sekolah menengahlainnya. Pendek kata, SMK membuat lulusannya tidak loosing in the crowd. Hal ini memberikan menu bagi pasar pekerja untuk mendapatkan alumni SMKyang spesifik serta match dengan kebutuhannya.
3.      Melalui SMK, siswa dapat “memperpendek masa studi” sehinggamengurangi beban ekonomi orangtua siswa atas pendidikan anaknya
4.      Melalui SMK pula, siswa SMK dapat “memperpanjang masa magang,”sehingga mengurangi biaya on-the-job-training yang seharusnya dipikul oleh perusahaan atau industri yang mempekerjakan.Pertumbuhan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) semakin pesat di Indonesia. Peminatnya semakin banyak dari tahun ke tahun. Pertumbuhan ini bukan tanpa sebab. Banyak orang yang menyadari bahwa keberadaan SMK itu penting untuk menciptakan tenaga-tenaga terampil siap kerja dimulai dari jenjang SMK. Sebuah penelitian oleh Jose Rizal Joesoef, dkk menganalisis tentang pentingnya SMK dalam pertumbuhan ekonomi daerah.